Aku Kau Dan Kenanganku

Aku Kau Dan Kenanganku
Debaran itu datang lagi


__ADS_3

Mulai hari ini sampai 6 bulan kedepan aku harus membiasakan diri tanpa kabar dari Mas Rudi, Ini sulit tapi aku harus membiasakan diri.


Hari berganti hari bulan berganti bulan, Sampai tiba saatnya hari kelulusanku, Aku Lulus dengan Nilai yang cukup memuaskan, Ini adalah bekal utamaku untuk masuk Perguruan tinggi yang aku impikan selama ini, Dan sampai detik kelulusanku aku belum mendapatkan kabar dari Mas Rudi sama sekali.


Masa tiga bulan pendidikan yang sangat berat harus kami lalui tanpa ada sedikitpun komunikasi. Tidak ada telfon, sms, bbm, bahkan surat sekalipun. Hanya doa yang terlantun sajalah yang dapat membuat kami terhubung. Tiga bulan setelah karantina berakhir, Mas Rudi dan calon prajurit yang lain disetujui untuk pesiar keluar dari ksatrian.


Waktu pesiar atau ijin bermalam menjadi waktu yang sangat dinantikan oleh para Siswa.


Waktu pesiar tiba, Mereka bisa menggunakan waktu ini untuk melepaskan kerinduan kepada orang-orang yang mereka sayangi. Selain orang tua, teman atau saudara, mereka pasti temui saat pesiar tentu saja pujaan hatinya , Tapi tidak dengan aku dan Mas Rudi, "Jarak kami terlalu jauh sehingga tidak mungkin untuk kami bertemu, Andai jarak kami tidak sejauh ini mungkin Waktu yang hanya beberapa jam ini Menjadi waktu yang sangat berharga.


Bagi mereka yg berasal dari daerah tempat di mana RINDAM berada jelas waktu yang singkat ini tidak menjadi masalah.


Tapi kalau beda kota seperti aku dan Mas Rudi kami hanya bisa bersabar menunggu waktu itu tiba.


Hingga pada suatu malam Mas Rudi menghubungiku lewat telepon.


"Assalamualaikum Mas, "Alhamdulilah akhiranya Nana bisa dengar suara Mas lagi, Mas gimana kabaranya? Begitu bahagia aku karna bisa mendengar suara Mas Rudi lagi.



"Walaikumsalam sayang, Maafin Mas ya baru bisa kasi kabar ke sayang, Di sini peraturannya benar\-benar ketat sayang, Mas gak bisa menghubungin sayang ini aja Mas lagi di dalam toilet.


Mas pinjam hp temen, Dia diam-diam sembunyikan hp biar bisa nelepon tapi kalau sampai ketahuan Pelatih bisa tamat riwayat kami. Sayang bulan depan Mas pelantikan, Kalau bisa sayang nanti datang ya sama Ibu karena Mas pengen saat Pelantikan nanti ada sayang di samping Mas."


Belum selesai Mas Rudi meneruskan ucapanya tiba-tiba terdengar suara yang cukup keras dari luar.


" Hey-Hey siapa didalam keluar sekarang juga," Dan seketika telepon pun terputus.


ENtah apa yang terjadi dengan Mas Rudi setelah itu tapi semoga Mas Rudi baik-baik saja disana.


Aku pun memikirkan perkataan Mas Rudi tadi bagaimana aku pergi kesana waktu Mas Rudi Pelantikan nanti, Apakah Ibu mengizinkan? Aku juga tidak tau alamat pasti RINDAM tempat Mas Rudi Pendidikan.


Tiga Bulan kemudian.


Setelah resmi dilantik menjadi prajurit TNI dan berhasil melewati berbagai macam tahapan pendidikan, maka tibalah ditujuan akhir yaitu penempatan tugas. Sudah selesaikah permasalahan dengan jarak dan waktu kami? Jawabannya adalah belum.

__ADS_1


Penempatan anggota TNI ini adalah sesuai dengan kebutuhan personil di setiap satuan, bukan atas keinginan pribadi setiap prajurit. Jadi tidak menutup kemungkinan mereka yang dilahirkan di Sabang, akan ditugaskan di Merauke. Untuk kesekian kalinya, jarak dan waktu kembali menjadi ujian bagi hubungan kami


Setelah mendapatkan info dari pakdeku tentantang kapan Pelantikan Secata PK TA 2009 Di RINDAM tempat Mas Rudi pendidikan, Hari ini aku memutuskan izin ke Ibu untuk pergi ke sana.


Walaupun awalnya Ibu tidak mengizinkanku pergi, Tapi dengan bantuan sepupuku Cici akhirnya Ibu mengijinkan kami ber Dua pergi dengan cacatan kami tidak boleh bermalam disana jadi selesai acara kami harus balik.


12 jam lamanya perjalanan akhirnya jam 5 subuh kami pun sampai di kota Aceh, Pusing mual, demam, panas dingin, itulah yang aku rasain saat itu, Ini benar-benar pengalaman pertamaku naik bis sejauh ini, Kalau bukan karena Mas Rudi aku gak balakan mau naik Bis perjalanan jauh seperti ini.


Kami pun bergegas mencari masjid untuk solat subuh dan membersihkan diri karena keadaan kami benar-benar kusut.


Kebetulan masjid yang kami singgahi tidak terlalu jauh Dari RINDAM.


Pukul 07.00 Kami bergegas masukke RINDAM karena sudah mulai terlihat banyak keluarga dari masing-masing Prajurit yang lain mulai berdatangan.


"Buruan napa Na jalanya." ceplos Cici sambil mempercepat langkahnya.



"Kamu bener\-bener ya Ci, Perasaan yang pacarnya Mas Rudi kan aku, Kenapa kamu yang paling semangat sih."


Sepupuku ini bener-bener konyol, Bahkan aku sendiri gak tau posisi Mas Rudi dimana dan seperti apa wajahnya sekarang, Karena pada saat itu yang kulihat semua sama bertubuh tinggi langsing dan berkepala plontos semua. Aku benar-benar bingung.


Pukul 07.30 Upacara Pelantikan Secata PK TA 2009 dimulai, Dan saat itu kami hanya bisa melihat dari kejauhan.


Aku mengamati satu persatu dari kejauhan kali aja aku bisa mengenali Mas Rudi dari jauh, Tapi tetap saja wajah dan potongan mereka semua sama aku tidak bisa membedakanya.


Kurang lebih satu jam akhirnya Upacara selesai dan mulailah Para Orangtua PRAJURIT TNI yang telah dilantik mulai mencari anak mereka masing-masing, Termasuk aku dan Cici.


"Ci aku gak yakin bisa nemuin Mas Rudi Ci, Lihat saja semua mereka sama botak\-botak.



"Kamu tenang aja Na aku pasti Bisa nemuin Mas Rudi, celetuk Cici sambil senyum caper ke Prajurit yang berpapasan dengan kami.


Perlahan-lahan aku telusuri setiap barisan, Aku melihat keharuan yang bener-bener bisa membuat aku ikutan terharu saat itu, Melihat para orangtua dengan bangga menangis memeluk anaknya, Tapi tidak dengan Cici karena saat itu aku malah melihat dia yang caperke Prajuti-Prajurit itu.

__ADS_1


Tiba-Tiba mataku tertuju pada sosok Prajurit dan Kedua orangtuanya dan 1 orang gadis muda di ujung sana, Semakin dekat aku mengamati gerakanya semakin aku mendekat semakin darahku berdesir dan Deg-Degan itu muncul lagi. Aku semakin yakin kalau yang ku lihat itu Mas Rudi, Tanpa ragu aku menyapanya.


"Assalamualaikum " Sapaku penuh keraguan, Takut kalau yang kupanggil salah orang, Reflex dia membalikan badan Dan ternyata benar dia Mas Rudi, Tanpa memperdulikan orang lain Mas Rudi langsung memelukku didepan Ibu Bapaknya.



"Sayang... " ya allah Mas bener\-bener gak nyangka kalau sayang bisa sampai disini, Sambil menyeka air mata aku langsung bersalaman dengan Ibu Bapak Mas Rudi.



"Bapak\-Ibu kenalin ini karina dwi putri \(Nana\) Dia pacar Abang, Dia yang selama ini sering abang ceritakan pada Ibu dan Bapak." Seketika itu Ibu Mas Rudi memelukku dengan penuh kasih sayang.



"Trimakasih ya Nak, Selama ini kamu sudah menjadi penyemangat buat Rudi disaat dia terpuruk karena kegagalan yang pertama, Dan akhirnya dia bisa bangkit dan mau menuruti Ibu buat tes lagi dan alhamdulilah usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil.


Setelah Pertemuan yang mengharukan itu Mas Rudi juga memberitahuku sesuatu.


"Sayang Mas sudah selesai pendidikannya dan sudah dapat skep penempatan."


"Alhamdulilah Mas, Dapat dimana?"


"Masih di wilayah Sini juga sayang.


"Hemmmm..."Masih tetap jauh ya Mas, Itu gak bisa pindah kah Mas."



"Gak bisa sayang." Sayang yang sabar baik\-baik ya disana meskipun jauh asal saling percaya, Semua akan baik\-baik saja."



"Mas juga baik\-baik ya disini, "Jaga kepercayaan Nana.


Perasaan campur aduk kembali aku rasakan sebelum berpamitan pulang, Karena aku ingat pesan Ibu kalau kami tidak boleh bermalam disini.

__ADS_1


Aku gak tau harus sedih atau senang ketika Mas Rudi sudah resmi ditempatkan disatuan yang baru, antara lega, bahagia, atau sedih karena penderitaan LDR kami belum juga berakhir. Dan pastinya cobaan bukan hanya dari segi jarak dan waktu, namun kadangkala ada sesosok Wanita lain yang mencoba menawarkan perhatian lebih disaat sang Pria sedang kesepian, mencoba mengisi hari-hari yang tidak pernah didapatkan sebelumnya dari sang pujaan hati. Dan itu semakin membuat aku Galau antara bertahan, atau lepaskan.


__ADS_2