Aku Kau Dan Kenanganku

Aku Kau Dan Kenanganku
Tanda sayang mas Rudi


__ADS_3

8 jam setelah mas Rudi balik kampung dia langsung menghubungiku.


Ohh iya jarak rumahku dan rumah Mas Rudi itu perjalanan 5 sampai 6 jam kurang lebih.


"Assalamu'alaikum sayang lagi apa, Tanya mas Rudi memulai percakapan.


"Walaikumsalam Mas Nana baru masuk kamar mau tidur,


tadi mau SMS takut Mas udah istirahat takut keganggu istirahat nya. Mas gimana tadi diBis ada turun gak Mas, Tanyaku penuh penasaran karena aku tau sisa uang Mas Rudi hanya tinggal 4000 saat itu.


"Mas di Bis aja sayang gak ada turun, Mas beli roti satu kebetulan ada penjual yang menjajahkan jualanya naik ke atas Bis, Harga rotinya 5000 sementara uang mas cuma 4000, Mas bingung, Terus Mas cari cari di dalam tas manatau ada sisa uang yang nyelip ternyata bener ada nyelip uang 5000 Alhamdulilah Mas bisa beli roti dan air mineral dan Alhamdulilah kenyang. Sampai rumah disambut Ibu dan Bapak, Mas tau Ibu dan Bapak kecewa sama Mas tapi mereka sebisa mungkin tetap membesarkan hati Mas. Mereka yakin kalau masih bisa Tes ulang tahun depan.


Saat itu umur Mas Rudi juga masih muda 19 tahun dan perjalanan masih panjang.


Pembicaraan malam itupun kami sudahi karena mataku bener-bener berat ngantuk.


Mas Rudi tinggal dengan bapak Ibu dan Adik perempuan satu satunya, Mereka hanya Dua bersaudara dan Mas Rudi anak sulung, Kami sama sama anak sulung.


Kedua orangtua Mas Rudi bekerja di salah satu Perkebunan sawit milik BUMN yang ada di kotanya, Kalau dibilang mewah tidak juga mereka keluarga yang sederhana.


Setelah gagal Tes keseharian mas Rudi ikut kerja diperkebunan sawit sebagai buruh harian yang memanen sawit setiap hari.


dipanen dari pohon dan dinaik kan kedalam truk.


Dan itu berlangsung selama 6 Bulan dan aku sama sekali gak malu punya pacar seorang buruh pengangkat sawit.


Aku bangga dengan pacarku yang mau bekerja keras untuk mendapatkan apa yang dia inginkan tanpa meminta uang dari bapak dan ibunya.


"Kring gg... kring gg ggg


Seperti biasa jam 8 malam setelah solat isa Mas Rudi selalu nelepon untuk sekedar menanyakan kabar apa aja yang aku lakuin hari ini, sudah makan apa belum sudah solat atau belum.


"Assalamualaikum."


"Walaikumsalam, Mas lagi apa gimna kerjaannya hari ini lancar kan, Mas capek ya?"


"Alhamdulilah sayang Mas ga capek, Mas senang kok


Mas baru pulang dari luar sayang liat orang main volly, Mau main tapi kepikiran belum izin sama sayang. Makanya Mas memutuskan balik. Tapi Mas mau izin besok boleh gak main volly?"


"Ya kalau kira kira Mas gak lelah boleh lah Nana gak ngelarang. Tapi Mas beneran gak lelah kan seharian kerja, Terus kalau Mas kalau kecapean gimna?"


"Tidak sayang Mas masih kuat. Ohh iya ada yang mau Mas sampaikan yank tapi dengerin dulu ya jangan di potong omongan Mas, Dengerin sampai selesai ya.

__ADS_1


"Iya Mas gimna bicara aja."


"Sayang Mas kan udah punya gaji walaupun gak besar tapi Mas rasa kalau untuk Mas sendiri cukup dan Mas juga ada kasi Bapak sama Ibu, Terus maksud Mas mau kirim uang untuk sayang buat tambah-tambah bayar spp atau sekedar buat jajan aja." Jangan di bantah Mas gak mau dengar penolakan, Mas mau ayank hargai kerja keras Mas ya. Kalau Mas kasi ke sayang kan nanti ibu gak terlalu berat mikirkan spp sayang jadi Ibu hanya tinggal mikirin bayar spp buat adik adik aja."


Gimana aku mau nolak belum apa apa Mas Rudi udah bilang gak boleh nolak.


"Iya Mas mana yang terbaik aja tapi Nana gak ada minta ya ini inisiatif Mas sendiri. mas ikhlas kan tanpa ada paksaan."


"Ikhlas sayang lahir batin. "Besok kirim nomor rekening ya sayang Mas mau kirim besok."


"Dihh Mas gimana Nana gak punya buku tabungan dan Ibu juga gak punya. Terus gimana Mas."


"Sayang usahain ya pinjam ketetangga atau siapa gitu yang bisa di pinjam nomor rekeningnya biar Mas bisa kirim uang ke sayang."


"Iya Mas besok Nana usahain ya."


"Sayang ayo tidur Mas udah ngantuk jangan main hape lagi jangan telfon siapa-siapa. Mas sayang sama ayank Nana si pesek Mas yang manja. Jangan lupa berdoa ya sayang biar tidurnya dijaga sama Allah. Jangan lupa kalau malam terbangun nanti tahajud ya sayang.


"iya mas...!! "


.


Keesokan harinya aktivitasku ga jauh beda seperti hari hari sebelumnya pagi sekolah balik sekolah ke warung ibu. Tapi hari ini PR ku nambah Satu. Tadi malam Mas Rudi menyuruhku cari pinjaman nomor rekening buat transfer uang.


Aku bingung mau pakai Rekening siapa.


"Na kenapa kamu gak pakai rekening nenek aja. Nenek kan punya rekening B** untuk ngambil uang pensiun kakek.


Dasar ya sepupuku ini tau aja hal hal yang begitu, Bahkan aku sendiri gak pernah kepikiran sampai jauh kesana.


"Tapi gimana caranya Ci," Tanyaku penasaran.


"Kita rayu Kekek jangan tapi jangan bilang sama Nenek tau deh gimna cerewetnya nenek, Nanti pin ATMnya kita tanya sekalian sama kakek terus kita catat di kertas."


"Emang Kakek tau pin ATM kan kakek gak pernah ambil uang pensiun." Tanyaku penasaran.


"Aku tau di kamar Nenek ada koper gede tempat simpan album-album foto keluarga kita nah disitu ada buku agenda biasanya Nenek suka nyuru aku nyatat hal hal yang penting Na termasuk pin ATM Nenek.


" Ayo kita deketin Kakek kita rayu nanti pura pura cari uban Kakek pasti ntar dibolehin deh."


Aku gak ngerti kenapa sepupuku ini punya pikiran sekriminal itu hahahah. Tapi alhamdulilah berkat dia masalah terpecahkan.


Kami berhasil merayu Kakek buat pinjam ATM dan yang jadi masalah baru kami harus ke ATM yang ada dipusat Kota.

__ADS_1


lumayan jauh dari rumah kurang lebih 45 menit naik angkot.


"Na uang jajanku habis udah gak ada jdi gimna aku mau nemenin kamu ke ATM kalau aku gak punya ongkos.


waduhh masalah baru pun muncul


Tiba-tiba ide gila sepupuku datang lagi.


.


"Na kira kira kamu tau gak Mas Rudi mau transfer uang berapa?"


"Ya mana aku tau Ci, Emang kenapa?"


"kalau gak begini aku ambil uang dari laci toko Mamaku 20.000 buat ongkos kita pulang pergi nanti kalau uang dari Mas Rudi sudah kita pegang trus uang yang kita ambil tadi kita balikin 20.000."


"Dih kamu Ci bener bener ya, Kebanyakan kali ahh ambil 20.000 ongkos kita naik angkot kan 3000 satu orang klau 2 orang 6000 trus pulang pergi cuma 12.000 sisanya masih ada 8000."


"Ya kan 8000 upah buatku nanti kita beli bakso Wak Bendot nanti sore Dua mangkok, Gimana deal ya Na jangan protes lagi, Kalau protes mending aku gausah ikut nih.


Mau ga mau aku pun menuruti ide gila si Cici nyuri uang laci toko 20.000. Tapi tenang ini hanya sementara nanti bakal kami ganti.


Setelah kami berdua naik Angkot aku langsung SMS Mas Rudi untuk memberitahu nomor rekening Kakek yang bakal di transfer nanti. Dan tempo 10 menit kemudian Mas Rudi balas SMS ku.


" Sayang uangnya sudah Mas kirim ya 300.000


maaf ya sayang Mas belum bisa kasi yang banyak tapi mudah mudahan itu cukup ya sayang. Utamakan buat bayar SPP dulu sayang selebihnya terserah sayang mau buat apa uangnya."


Aku langsung memberitahu Cici kalau Mas Rudi transfer uang 300.000 ke aku. Ini bener bener bikin aku dag dig dug karena sebelumnya aku gak pernah megang uang sebanyak itu.


"Tu kan Na kubilang juga apa gak ada salahnya kita ambil 20.000 tadi toh sisanya masih banyak."


"Ci trus kamu mau aku kasi berapa."


"Gausah ihh uangku banyak nanti beli bakso aja kita ya sore.


kamu jangan buru buru pulang Na kita makan bakso Wak Bendot dulu."


.


"gaya gayaan kamu Ci banyak uang buat ongkos kita aja masih nyuri uang Toko."


kami tertawa ngakak diangkot bahas kelakuan kami hari itu.

__ADS_1


Sesampainya di ATM kegilaan Cici belum berhenti sampai di situ. padahal dia udah sombong waktu diangkot katanya dia paham cara pakai ATM gimana. Ternyata dia gak tau sama sekali.


Alhasil aku jadi tumbal disuru manggil pak Satpam buat bantu ambil uang dari mesin ATM. Betapa konyolnya kami.


__ADS_2