Aku Kau Dan Kenanganku

Aku Kau Dan Kenanganku
Pov Fyan


__ADS_3

Aku kau dan kenanganku


Sore itu seperti biasa pulang Dinas aku langsung balik ke rumah, Kudapati Ibu sedang ngobrol asik dengan Bude Erna tetangga Asrama kami, Beliau adalah teman Baik Ibu.


Namaku Sofyan Hadi lahir di Bogor 1987, Bungsu dari 4 bersaudara, ketiga Kakak Ku sudah berkeluarga semua hanya aku yang belum, Oleh sebab itu Ibu selalu Mendesak ku untuk segera menikah.


Aku dibesarkan di lingkungan Militer, Lahir di Bogor TK,SD di Jakarta SMP di Padang dan SMA di Pekanbaru, Ya begitulah kehidupan Anak kolong selalu berpindah mengikuti orangtua Dinas.


Prinsip hidupku harus sukses dulu sebelum mempunyai Istri karena aku berfikir akan menikahi anak gadis orang yang dalam bahasa kasarnya aku mengambil dia dari ayahnya yang telah membesarkannya dari kecil sampai dewasa, Jadi aku sebagai laki-laki yang mengambil anak gadis dari tangan ayahnya harus bisa mencukupi kebutuhan hidupanya seperti yang diberikan orangtuanya, Maka dari itu patokan ku harus sukses sebelum menikah minimal mempunyai Rumah dan kendaraan yang bisa dipakai dan tidak kepanasan.


"Assalamualaikum." Sapaku dari luar.


"Walaikumsalam." Jawab Ibu dan Bude Erna dari dalam.

__ADS_1


Aku gak tau kenapa tiba-tiba ibu manggilku dan menyuruhku duduk di antara mereka.


"Nak bagaimana hubunganmu dengan novi?" Tanya Ibu penasaran.


"Ya begitu-gitu saja Bu belum ada kejelasan, Dia belum mau di ajak serius mau nyeseikan kuliah dulu katanya."


"Kalau begitu Ibu coba kenalin sama ponakanya bude Erna ya Nak."


Tiba-tiba Ibu menyuruhku kenalan padahal aku sudah punya pacar.


"Baru pacaran kan belum menikah, Begitulah paksa Ibu.


" Iya Bu mana baiknya saja." Aku segera berlalu meninggalkan Ibu.

__ADS_1


Aku segera menghubungi Novi lewat SMS sekedar bertanya kabar padanya.


"Sayang lagi apa kok sudah 3 hari setiap Abang Sms gak pernah dibalas."


Aku sudah mulai bosan dengan hubungan kami, 1 tahun berjalan sepertinya aku yang selalu berjuang untuk hubungan kami tapi Novi semakin hari semakin cuek.


Sampai akhirnya kudapati Pacarku lagi berboncengan mesra dengan laki-laki lain yang berseragam coklat. Aku tidak mau menyebut Instansinya.


Saat itu aku memberi dia pilihan mana yang mau dia pilih, Dan dia lebih memilih pria Itu yang memiliki pangkat lebih tinggi daripadaku.


Ternyata ini alasan dia selama ini jarang membalas pesan dariku dan selalu mengabaikan telepon dariku.


Selepas pulang Dinas aku langsung masuk ke kamar kudapati di atas meja Kerjaku foto disertai nomor ponsel.

__ADS_1


Sebenarnya aku sudah malas menjalin hubungan serius ditambah lagi harus melalui peroses perkenalan, Mungkin kalau sudah ada wanita yang tepat aku tidak akan pacaran, kalau sudah sama-sama cocok langsung menikah.


Foto itu hanya ku lihat sekilas, Wanita muda yang wajahnya lebih muda dari Novi dan kelihatan seperti anak manja, Aku sama sekali tidak tertarik padanya.


__ADS_2