
Amarah Abi begitu memuncak saat itu. Seketika dia masuk mobil dan pergi begitu saja tanpa berbicara satu kata pun. Aku bingung apa yang harus ku lakukan saat itu, Tanganku gemetar membaca pesan dari Mas Rudi. 10 menit kemudian aku mendengar suara klakson mobil,
Abi balik lagi kerumah tanpa mengucap salam dia langsung melempar kartu perdana ke wajahku.
"Ganti kartu kamu sekarang juga serahkan nomor lama ke saya."
Aku yang ketakutan melihat amarah Abi langsung segera menurutin kemauan Abi. Setalah itu Abi langsung pergi meninggalkanku tanpa pamit.
Untuk pertama kalinya aku benar-benar merasa bersalah dengan Abi dan berjanji pada diriku untuk melupakan Mas Rudi. Aku harus bisa melanjutkan hidupku tanpa bayang-bayang Mas Rudi, Biarlah dia bahagia dengan pilihanya nanti tapi saat ini aku adalah seorang Istri yang harus bisa menjaga martabat suamiku. Di sisi lain aku mungkin egois karna melupakan cinta yang hampir 5 tahun aku jalanin dengan Mas Rudi, Tapi di sisi lain Aku milik suamiku.
Perlahan aku mulai membenahi diri, aku mulai mengenakan hijab, menjaga auratku, tidak boleh memperlihatkannya apalagi jika mengundang atau memancing laki-laki lain yang bukan suamiku, jika seorang suami membiarkan isterinya mengumbar aurat maka ia akan termasuk dalam salah satu ciri laki-laki yang tidak akan dilihat Allah SWT pada hari kiamat.
Setelah kejadian itu aku meminta maaf kepada Abi dan berjanji untuk melupakan Mas Rudi selamanya, Dan akupun sudah menjalankan kewajibanku sebagai Istri ssbagaimana mestinya.
Di bulan ke 5 pernikahanku dengan Abi tanda tanda aku berbadan dua mulai muncul, Aku jadi sering mual di pagi hari dan gak kuat ketika mencium aroma ayam goreng rasanya begitu mual.
Hari sabtu waktu Abi libur dinas aku sengaja mempersiapkan kejutan buat Abi.
"Abi sini deh ada yang mau Bunda kasi ke Abi."
"Apa Bunda sayang, Tumben mau ngasih kado ke Abi biasanya ngambek mulu setiap hari, Apa sayangku kadonya."
Aku langsung memberi kotak kecil yang di dalamnya ada tes kehamilan. Segera Abi membuka kotak itu.
"Ini apa bunda Abi gak ngerti beginian."
Ku lihat Abi bingung sambil membolak balik hasil tes kehamilanku,.
"Abi ini namanya tespek alat tes kehamilan, Jadi Bunda kan udah telat mens, Bunda sekarang suka lelah kalau di kampus terus sering mual juga makanya Bunda tes ini."
"Intinya aja Bunda jangan muter-muter Abi bingung maksudnya gimana?" Cecar Abi yang sudah tidak sabar menunggu jawaban ku.
__ADS_1
"Abi...Bunda hamil kita bakal jadi orangtua sekarang."
"Ya Allah terimakasih Aku sebentar lagi akan jadi seorang ayah, Terimakasih Bunda telah menjadi Istri yang baik buat Abi, Abi janji gak akan sedikitpun menyia-nyiakan bunda.
Abi memelukku sambil menangis mangetahui aku bakal jadi seorang Ibu.
Kabar baik ini akan kami beritahu pada seluruh keluarga terutama Ibukku dan Orangtua Abi. Sebelumnya aku lupa ngasitau kalau Ayahnya Abi sudah pensiun 3 bulan setelah kami menikah dan sekarang sudah pindah dari Asrama militer, Karna peraturannya Prajurit yang sudah pensiun harus meninggalkan Rumah dinas yang selama ini ditempati.
Jadi sejak pindah dari Asrama ibu dan bapak pindah tidak jauh dari rumah kami karna kebetulan mereka sudah mempersiapkan masa tua setelah pensiun.
Betapa senangnya mereka begitu tau kalau anak bungsunya akan menjadi seorang bapak. Abi sendiri adalah bungsu dari 4 bersaudara 2 kakak perempuan berperofesi sebagai guru dan 1 kakak laki-laki nomor 3 bekerja di perusahaan minyak yang lumayan jauh dari Pekanbaru.
Tinggalah Ibu dan Bapak di rumah itu berdua karna semua anaknya sudah mempunyai kehidupan masing-masing.
Usia kehamilanku sudah menginjak 3 Bulan dan aku masih tetap kuliah sampai lahiran nanti. Siang itu tiba-tiba Kakak ipar menelfonku.
" Na lagi di mana bisa gak kerumah sakit sekarang."
"Na lagi di kampus kak tapi sebentar lagi mau balik, Apa ada kak?" Tanyaku gelisah
"Ibu jatuh di kamar mandi Na terus sekarang lagi di Periksa dokter."
Ya allah Ibu kenapa bisa sampai jatuh, Aku segera menuju ke Rumah sakit.
Sampai di Rumah sakit aku melihat ayah mertua dan kakak pertama Abi ada di situ. Aku gak tau apa penjelasan dokter tapi alhamdulilah Ibu dibolehkan pulang.
Saat itu Abi tidak bisa pulang karna lagi ada kunjungan PANGDAM 1 BB, Aku meminta ijin ke Abi tidur di rumah Ibu karna aku takut Ibu kenapa-napa.
Setelah sampai rumah aku melihat keanehan pada Ibu, Wajah Ibu tidak lagi lurus dan bibir sedikit miring dan yang membuat aku bertambah khawatir adalah tubuh Ibu bagian Kanan sudah tidak bisa digerakan lagi.
Sekarang Ibu sudah tidak bisa apa-apa lagi bahkan sekedar membalikan badan saja Ibu sudah tidak bisa, Aku berinisiatif mengajak Ibu pindah kerumahku biar aku bisa mengurus Ibu setiap hari walaupun sambil kuliah nanti tapi aku yakin pasti bisa.
__ADS_1
Kedua kakak iparku tidak menyetujui permintaan ku karna mereka beralasan Ibu kasian kalau diboyong kesana sini tapi mereka juga tidak bisa kalau harus tinggal dan mengurus Ibu setiap hari di rumah karena mereka punya ank dan suami.
Aku sayang sama Ibu dan aku memutuskan Untuk pindah ke rumah Ibu sementara waktu sampai Ibu sembuh, Berbagi tugas dengan Ayah murtua disaat aku di kampus semua keperluan Ibu ayah yang ngurus begitupun sebiknya kalau Aku sudah dirumah Ayah ku suru istirahat.
Perutku semakin membesar 5 bulan sudah aku Tinggal di rumah Ibu dan selama 5 bulan tanda-tanda kesembuhan tidak terlihat sama sekali bahkan kondisi Ibu semakin parah. Bulan lalu terakhir cek keRumah sakit Ibu melakukan cityscan hasilanya benar-benar sangat mengejutkan. Di otak kanan Ibu terdapat cairan yang menghambat aliran oksigen ke otak. Sehingga melemahkan daya ingat Ibu. Ibu sering lupa denganku tapi aku tidak mempermasalahkan itu karna yang ku inginkan hanyalah kesembuhan Ibu.
Sekarang usia kandunganku sudah 8 bulan artinya tidak lama lagi aku akan melahirkan. Seperti biasa setiap sabtu Abi sudah dirumah kami berbagi tugas mengurus Ibu. Dia tau aku lelah setiap hari karna harus ke kampus di kondisi perut yang sudah membesar dan sampai dirumah masih harus ngurusin Ibu dan nyiapin masakan Buat ayah.
Hari ini sabtu malam Minggu aku ijin tidur terlabih dahulu selesai solat Isya, Aku merasa benar-benar letih hari ini.
Malam semakin larut seperti biasa Abi selalu tidur memelukku. Pukul 00.30 tiba-tiba aku terbangun, Aku tidak tau kenapa aku bisa bangun tiba-tiba, Ku lihat Abi tidak ada di sebalahku, Perasaanku gelisah tiba-tiba dadaku berdebar kencang, ya Allah ada apa ini. Aku langsung keluar kamar memeriksa kamar mandi, dapur, ruang Tv tapi aku tidak menemukan Abi. Kenapa hatiku semakin gelisah, Ku cek pintu depan masih terkunci, Aku buka kain gordyn melihat pagar juga tertutup rapat, Kalaupun Abi keluar darimana dia lewat dengan pagar terkunci. kemudian aku berjalan ke arah Garasi mobil ku lihat kenapa tidak di kunci.
Aku tidak tau bisikan dari mana atau inikah yang dinamakan feeling seorang istri, Aku langsung keluar dan membuka pagar rumah, Aku ingat sekali malam itu pukul 01.20 aku keluar rumah sambil membawa ponsel, Langkah ku terhenti di depat rumah tetangga Ibu pas posisinya di sebelah rumah Ibu.
Itu rumah Beti tetangga Ibu berumur 40 tahun seorang janda anak 2. Langkahku terhenti tepat di depan rumah tante Beti. Ku raih ponselku dan menelepon nomor Abi. Ku dengar samar-samar nada panggil Abi berdering dari rumah tante beti. Jantungku semakin gak karuan rasanya terus-terus dan terus aku telfon dan kali ini aku tidak lagi mendengar suara telepon Abi dari dalam rumah sebelah. Apa mungkin telingaku salah, Tidak telingaku masih bisa mendengar dengan jelas suara telepon Abi karna suasana malam itu benar-benar sepi jadi suara jangkrik sekalipun bisa terdengar jelas.
2 jam sudah aku berdiri di depan Rumah tante Beti dan memutuskan untuk pulang tak lupa aku mengunci pagar dan pintu garasi. Lagi-lagi aku mengikuti feeling untuk berdiri di depan jendela kamar. Tidak berselang lama Aku melihat Abi lompat dari tembok sebelah rumah Tante Beti. Ku lihat dia mengendap-endap menuju pintu garasi tapi aku sudah mengunci dari dalam dan dia gak bisa masuk. 10 menit dia jongkok di depan jendela kamar aku yang sudah gak bisa nahan diriku lagi langsung membuka pintu depan.
Setelah ku buka pintu depan aku kembali kekamar. Aku ga mau teriak-teriak menanyakan dia dari mana karna aku takut ayah dan Ibu bangun dan mengetahui kelakuan putra bungsu kesayangan mereka.
Aku hanya diam dan menangis saat itu dadaku sesak ya Allah hatiku hancur suami yang Ibu pilihkan untukku ternyata berselingkuh dengan Wanita lain yang lebih tua darinya.
"Aku mau pulang, Aku mau pulang." Begitu ucapku sambil nangis.
Dan tiba-tiba Abi nangis dan bersujut di bawah kaki ku .
"Abi salah bunda Abi khilaf maafkan Bunda, Abi janji tidak akan mengulanginya lagi."
"Apa kurangnya Bunda selama ini, Bunda turutin apapun yang Abi mau, Bunda tinggalkan masalalu Bunda demi Abi, Bahkan Bunda ikhlas Ngerawat Ibu yang lagi sakit, Bahkan kakak-kakak Abi sama sekali tidak perduli dengan kesehatan Ibu, jangankan merawat Ibu setiap hari, Untuk datang sekedar melihat Ibu kandungnya sendiri aja mereka berat By. Tapi biarlah Bunda gak pernah mempermasalahkan Itu, Tapi kenapa Abi tega ke Bunda, Tidakkah Abi sedikitpun melihat ikhlasnya Bund. Apa alasan Abi tidur dengan Dia, Apa karna perut Bunda besar dan sudah tidak menarik lagi dimata Abi." Bunda mau pulang By tolong By bunda Mau pulang.
Tangisku pecah malam itu hatiku benar-benar hancur.
__ADS_1