Aku Kau Dan Kenanganku

Aku Kau Dan Kenanganku
uaha tidak akan mengkhianati hasil


__ADS_3

4 Bulan setelah kejadian kabur dari rumah aku mulai terbiasa dengan sikap Ibu yang berubah, Ibu tidak lagi seperti dulu yang sering ngajak aku ngobrol sekedar bertanya kabar tentang hubunganku dengan Mas Rudi. Tapi yasudahlah aku tidak mempermasalahkan hal itu, Fokusku saat ini kuliah yang benar aku gak mau ngecewain Mas Rudi karena sejak kejadian kabur dari rumah aku tidak lagi merepotkan Ibu dengan biaya kuliahku, Semua sudah di tanggung Mas Rudi begitu janjinya dan aku sudah tidak diizinkan lagi bekerja.


Hari ini sepulang dari kampus aku berniat pergi ke toko peralatan kue, Beberapa hari yang lalu aku sempat cari-cari resep cokelat tangkai yang mungkin bisa aku coba buat tambah-tambah biaya kuliah, Bukanya aku tidak bersyukur dan merasa kurang dengan apa yang sudah diberi Mas Rudi selama ini, Tapi aku gak tega karena setengah gaji Mas Rudi setiap bulannya dikirim ke aku dan aku berniat meringankan beban Mas Rudi. Nanti setelah semuanya berjalan seperti yang aku harapkan pelan-pelan aku ceritakan ke Mas Rudi tapi untuk saat sekarang biarlah ini kumulai dulu usahanya.


Setelah mendapatkan semua bahan yang aku butuhkan aku langsung bergegas pulang. Sesampainya di rumah aku membersihkan diri mandi solat dan melakukan kewajibanku bersihkan rumah sebelum Ibu balik dari warung.


Pukul 16.00 aku mulai membuka semua yang sudah aku beli tadi bubuk coklat sebagai bahan utamanya karena aku kepikiran akan membuat coklat tangkai isi selai buah resep yang kudapatkan dari internet. Mulailah aku nerexperimen awalnya aku buat selai nya dulu ku siapkan Dua buah nanas segar dan stobery karena yang dipikiranku hanya Dua buah itu yang cocok dijadikan isian, Proses pengerjaannya membutuhkan waktu yang sangat lama sampai Ibu pulang aku juga belum selesai, Kuhentikan sejenak pekerjaanku karena waktu magrib telah tiba aku bergegas solat.


Setelah solat aku lanjut membuat coklat isi, Begitu sibuknya aku tidak sedikitpun Ibu bertanya sedang apa aku didapur dari tadi apa yang kubuat, Aku yakin Ibu melihatnya tapi tidak sedikitpun Ibu bertanya dan aku sudah mulai terbiasa dengan sikap Ibu yang seperti itu.


Sedang asik mengerjakan coklat isi ponselku berdering, sebuah ringtone lagu dari September band yang judulnya Jangan tinggalkan aku. Lagu itu lah yang dipilih oleh Mas Rudi waktu kami bertemu dan kami jadikan nada khusus di ponsel kami masing-masing yang sudah bisa ditebak panggilan khusus dari Mas Rudi.


"Assalamualaikum sayang," Salam Mas Rudi dari sebrang sana.


"Walaikumsalam Mas, Mas tumben nelfon Nana jam segini biasanya Mas nelfon Nana setelah Apel malam."


"Iya sayang Maafin Mas ya jadi ganggu sayang aktivitas, " Mas cuma mau ngabarin kalau besok pagi Mas mau berangkat UST selama seminggu, Jadi selama seminggu kedepan kita gak bisa komunikasi sama sekali karena Mas masuk kehutan sayang. Selama Mas dihutan nanti sayang yang nurut ya sama Ibu jaga kesehatan karena mas gak bisa mantau sayang seperti biasa."


UST itu adalah UJI SIAP TEMPUR. Tujuanya untuk mengetahui sejauh mana kesiapan dan kemampuan para prajurit dari tingkat hubungan regu, peleton sampai tingkat kompi apabila menghadapi tantangan Tugas pertempuran di Medan sebenarnya.


"Iya Mas sayang Nana bakal jaga kesehatan Mas juga ya di sana hati-hati makan yang bener jangan lupa solat."


"Sayang Mas makin rindu udah 7 bulan kita gak ketemu ditambah lagi seminggu kedepan kita gak bisa komunikasi, Sayang masih kuat jalanin hubungan ini sama Mas."

__ADS_1


"Mas kenapa sih pertanyaannya aneh gini. Apapun yang terjadi kita harus tetap sama-sama Mas. Mas... Bukanya jodoh bisa kita tentuin sendiri ya. Nana sama Mas saling sayang kita harus nikah ya Mas."


"Sayang gak baik bilang gitu kita memang saling sayang tapi soal jodoh maut pertemuan Allah yang tentuin sayang tugas kita cuma menjalanin semampu dan sebisa kita."


"Terus maksud Mas sekarang udah gak sanggup gitu?"


"Tu kan jadi kemana mana pembahasan kita intinya Mas kangen sayang pengen sayang ada terus sama Mas, Gimana ya kalau kita udah Nikah nanti setiap hari pasti Mas diomelin terus sama sayang gara-gara Mas jarang Mandi."


Gak terasa Satu jam lebih aku dan Mas Rudi teleponan sampai sampai aku lupa coklatku belum selesai. Mas Rudi menyudahi obrolan kami karena mau persiapa Apel malam aku juga harus melanjutkan kerjaanku mencetak coklat-coklat imut ini.


Kulanjut mencetak coklat yang sudah aku lelehkan sebelumnya, Aku beli beberapa cetakan berbentuk buah, mulai tahap pencetakan ku isi dengan coklat setangah laluku diamkan sampai coklat mengeras dan setelah mengeras tengah coklat aku isi selai yang sudah kubuat tadi dan ku tutup kembali dengan cairan coklat sampai berbentuk buah dan mengeras. Setelah semua coklat mengeras aku langsung packing dengan pelastik kaca jadilah coklat tangkai rasa buah. Hasilnya cukup bagus dan saat itu aku berhasil membuat 100 buah coklat. 50 buah ukuran kecil dengan harga 3000 dan 50 lagi ukuran sedang dengan harga 5000.


Pagi hari sebelum berangkat ke Kampus aku sengaja mampir kewarung Ibu karena sebelumnya aku udah janjian dengan Cici mau titip cokelat ku di Tokonya. 20 bungkus ukuran kecil dan 20 bungkus lagi ukuran sedang. Bismilah semoga usahaku lancar.


1 Minggu kemudian.


Alhamdulilah penjualan cokelatku mulai terlihat hasilnya bahkan temen- temenku di kampus mulai pesan dalam jumlah banyak ada yang 1 orang sampai memesan 30 bungkus ada yang pesan 60 bungkus belum lagi permintaan dari toko Cici, Aku mulai kerepotan dan kehabisan tenaga karena sering begadang buat ngerjain pesanan.


Alhamdulilah 1 minggu berjalan pendapatanku benar-benar diluar perkiraan. Hari ini Mas Rudi selesai latihan aku berniat memberitahu Mas kalau saat ini aku lagi bikin coklat dan hasilnya alhamdulilah bisa menutupi uang kuliah dan kebutuhanku setiap hari.


Sore itu selesai belanja bahan buat cokelat Mas Rudi nelepon.


"Assalamualaiku sayang ku Mas Rindu,"

__ADS_1


Belum sempat aku menjawab salam, Mas Rudi langsung bertubi-tubi bilang Rindu.


"Nana juga kangen Mas, Kangen banget, Gimana Mas Latihanya sudah selesai kan."


"Sudah sayang alhamdulilah berjalan lancar asik kok yank main perang-perangan dihutan banyak nyamuk, makan daun daunan makan ular juga hiiiiii."


"Ya ampun Mas masih aja bisa becanda. Mas Nana mau bilang sesuatu."


"Apa sayang?"


"Eemmmm kan gini sebelum Mas UST kemarin Nana bikin cokelat karakter terus satu minggu Nana coba jualan di kampus dan titip di Tokonya Cici dan hasilnya lumayan Mas maka dari itu Nana mau izin sama Mas kalau mulai bulan depan Mas jangan kirim uang lagi ya ke Nana bukan Nana nolak Mas tapi lebih baik Uangnya Mas tabung aja buat Kita nanti nikah."


"Sayang kenapa ambil keputusan sepihak begini kenapa gak nunggu sampai Mas balik Latihan, 1 Minggu itu gak lama sayang tapi begitu sayang gak bisa nunggu Mas pulang dan tiba-tiba sayang bilang gak mau terima uang dari Mas lagi.


Seketika Mas Rudi diam.


"Mas dengerin Nana dulu. Kalaupun Nana ambil keputusan buat jualan coklat mungkin ini yang tebaik Mas jadi uang mas bisa ditabung buat modal kita nikah Nanti. " Nanti uang hasil jualan Nana buat bayar kualiah dan kebutuhan Nana sehari-hari, Kan mas sendiri yang bilang kalau selesai Nana kuliah dan setelah Mas naik pangkat kita mau Nikah jadi ini kesempatan kita Buat berjuang lagi Mas. Mas nabung buat kita nikah dan Nana jualan buat biaya kuliah. Kita tunjukan ke Ibu bahwa kita bisa Mas."


"Sayang itu kuliah aja udah cukup melelahkan ditambah lagi harus buat cokelat dengan pesanan yang satu hari bisa sampai 300 buah itu banyak sayang Mas gak tega liat sayang."


"Nana gak capek Mas beneran deh yang penting Mas kasi izin ke Nana dan dukung Nana supaya jualan Nana makin laris.


"Iya sayang pokoknya Mas gak Mau sayang sakit atau kecapean."

__ADS_1


Selesai menutup telepon aku melanjutkan buat pesanan coklat yang sudah banyak orderan.


__ADS_2