Aku Tahu, Kamu Baik

Aku Tahu, Kamu Baik
Chapter 1 - Perjodohan (POV Shella)


__ADS_3

Cinta, sebuah kata indah dan bermakna. Cinta bukan sekadar kata-kata, namun sebuah perasaan yang cukup rumit untuk dijelaskan. Cinta datang seperti air, ia mengalir sesuai keinginannya. Namun, apa jadinya jika air disatukan bersama minyak? Tidak bersatu. Itulah jawabannya.


Raffa, laki-laki berhati baik yang selama ini kucintai. Aku mengenalnya sejak kecil. Kemudian, jaraklah yang menjauhkan kita. Dia pindah ke luar kota bersama dengan keluarganya. Sejak itulah kami tidak pernah bertemu.


Sampai suatu hari aku datang ke kota Jakarta, karena ternyata aku di terima bekerja di salah satu perusahaan yang cukup besar. Aku bekerja sebagai sekretaris, sangat menakjubkan. Aku tidak pernah menyangka jika pengalaman pertamaku bekerja adalah menjadi seorang sekretaris. Mendiang ayah dan ibuku pasti bangga. Karena memang inilah yang mereka harapkan dariku semasa mereka hidup.


Kedatanganku ke kota besar ini, tidak hanya karena pekerjaan. Aku selalu berharap bisa berjumpa dengannya di kota ini. Selang beberapa minggu, tidak sengaja aku bertemu dengan wanita yang penuh kasih sayang. Namanya, bu Kayla. Kulihat, wajahnya masih cantik seperti dulu. Hanya saja, kulit beliau mulai berkeriput.


"Bu, Kayla!" panggilku, saat melihat beliau.


Awalnya, bu Kayla tidak begitu mengenaliku. Namun, karena wajahku mirip dengan mendiang ibu, akhirnya beliau mengenaliku.


"Shella? Ini kamu, nak?" tanya, bu Kayla dengan antusias.


Aku mengangguk, lalu meraih punggung tangan beliau dan menyalaminya. "Apa kabar, bu?"


"Ah! Sudah lama ibu tidak melihatmu, nak. Ibu baik-baik saja!"

__ADS_1


"Syukurlah..." kataku.


"Ibu, bagaimana dengan, pak Rama dan... Raffa?" sambungku, bertanya.


Beliau menggelengkan kepalanya, dan tersenyum. "Bapak sudah tiada, sekitar 3 tahun yang lalu. Kalau Raffa... dia baik-baik saja. Sekarang dialah yang meneruskan perusahaan mendiang suami ibu," tutur, bu Kayla.


"Maaf, Shella tidak tahu. Shella turut berduka..." kataku, sambil menundukkan kepala.


"Tidak apa-apa, nak. Oh ya, bagaimana dengan ibumu? Apa dia juga berada di kota ini?"


"Beliau sudah tiada, tepatnya satu tahun yang lalu..." aku mulai terbawa perasaan, rasa rinduku tiba-tiba saja menggebu.


Aku memeluk bu Kayla, sampai air pipi yang tak di undang, mengalir begitu saja.


***


Setelah pertemuan itu, bu Kayla sering datang ke kontrakanku saat sore hari. Itupun, bila aku sudah pulang bekerja. Karena itulah, sebelum bu Kayla datang, beliau selalu menanyakan kapan aku pulang? Beliau benar-benar seperti ibuku sendiri. Namun, seiring berjalannya waktu... aku tidak tega bila bu Kayla terus datang ke kontrakanku. Maka dari itulah, hari ini aku berinisiatif untuk mengunjungi rumah beliau. Tentu saja dengan alamat yang beliau berikan.

__ADS_1


Saat sampai, aku sungguh tidak percaya dengan pemandangan ini. Rumah super mewah tepat berada di depan mataku? Apa aku tidak salah alamat? Tapi... bu Kayla memang orang kaya. Rumah ini benar-benar besar, bahkan besarnya berkali-kali lipat dari rumah yang berada di Bandung.


Saat itu pula, bu Kayla menyambutku. Ternyata beliau menunggu kedatanganku. Itu membuatku sangat terharu. Beliau mengajakku masuk ke dalam istananya. Mataku benar-benar dimanjakan dengan berbagai interior rumah ini. Sampai fokusku teralihkan dengan suara bu Kayla.


"Nak... ada yang ingin ibu bicarakan."


"I-iya, bu?"


"Ibu, mendiang bapak dan ayah, ibumu. Dulu berkeinginan menjodohkanmu dengan Raffa. Dengan itulah, ibu ingin mewujudkan keinginan mendiang orang tuamu dan suami ibu. Dan ibu pun, sangat menginginkan kamu lah yang bersama Raffa. Apa kamu bersedia, nak?" penuturan bu Kayla membuat jantungku tidak karuan. Aku memang menyukai Raffa sejak kecil. Tak kusangka, hal ini akan terjadi. Aku sangat ingin... namun, apa Raffa setuju? Bahkan, selama aku berada di kota ini... aku tidak pernah bertemu dengannya.


"Ibu mohon, ibu hanya percaya sama kamu untuk menjadi pendampingnya, nak. Ibu yakin, kamu bisa menjadi istri yang baik untuk Raffa. Kamu mau, kan?"


"Ta-tapi... apa Raffa juga tahu, bu? Maksud Shella, apa Raffa juga setuju dijodohkan dengan Shella?" tanyaku sembari menyentuh dada.


"Asal kamu setuju, ibu akan bujuk Raffa. Ibu yakin, dia mau!" ucap bu Kayla meyakinkanku.


***

__ADS_1


......Bersambung......


Hai readers! Jangan lupa dukung saya dengan like, komentar dan votenya, ya :) Terima kasih 🌺


__ADS_2