Aku Tahu, Kamu Baik

Aku Tahu, Kamu Baik
Chapter 17 - Hanya Mimpi


__ADS_3

Saat mengandung, seharusnya aku berada di dekat orang-orang yang mencintaiku dan kucintai. Namun, kenyataan pahit ini harus 'ku terima dengan lapang dada. 'Ku tatap rumah indah nan megah ini, aku merasa hampa, tidak ada siapapun di sini. Bahkan, asisten rumah tangga pun tidak ada. Aku mulai kewalahan, saat ini kondisiku tidak memungkinkanku untuk melakukan semua pekerjaan rumah sendirian, apalagi rumah ini sangat luas.


Aku mulai membersihkan lantai rumah ini, banyak sekali debu. Sudah berapa lama aku tidak membersihkan rumah? Argh! Aku bukan istri dan seorang wanita yang baik. Aku terlalu sibuk bekerja sampai aku tidak memperhatikan kebersihan rumah suamiku sendiri.


Sejak dia pergi, ya! Sejak itulah aku mulai jarang membersihkan rumah. Aku menarik nafas lalu mengedarkan pandanganku ke seluruh ruangan ini.


"A-apa aku salah lihat?!" aku mengucek mataku, memastikan bahwa ini bukan halusinasiku.


"M-mas..., mas Raffa!" panggilku dengan mata berkaca-kaca.


Aku menghampirinya, lalu memeluknya. Setelah sekian lama aku tidak bertemu dengannya. "Ini kamu, kan, mas?! Kamu baik-baik saja? Mas, kemana kamu selama ini? Aku sangat merindukanmu, mas!" kataku, memberikan pertanyaan bertubi-tubi padanya.


"Mas, a-aku ingin memberitahu sesuatu! Aku... aku hamil, mas!" Raffa terlihat terkejut, lalu dia tersenyum dan mengelus perutku dengan lembut.


"Mas, katakanlah sesuatu," lirihku.


"Maafkan aku, telah meninggalkanmu sendirian di sini. Aku begitu pengecut, Shallu."


"Mas, aku memaafkanmu," ucapku, lalu kembali memeluk Raffa.


Prang!!


"Ahk!!" pekikku.


"Ternyata itu hanya mimpi?" batinku merasa sedih.


"Tunggu! Suara apa itu tadi?" aku bangkit dari tempat tidur, lalu pergi memeriksa di luar kamar.

__ADS_1


Alangkah terkejutnya aku, ketika mendapati dua orang pria bertubuh kekar di dalam rumah. Mereka membawa senjata tajam seperti pisau, itu membuatku sangat ketakutan.


"Di mana wanita itu?" ucap pria yang memakai topi hitam.


"Dia pasti masih berada di dalam kamar, dan tertidur lelap," ujar yang lainnya.


"Bodoh!" pria bertopi itu menoyor kepala temannya.


"Wanita itu! Aku yakin dia sudah bangun! Ini semua gara-gara ulahmu! Dasar bodoh! Tugas kita di sini untuk membunuh wanita itu! Bukan mencuri!" lanjutnya membuatku semakin terkejut, aku mulai mundur, aku ingin lari. Namun, sial! Aku malah menyenggol salah satu vas bunga, yang membuat mereka menyadari keberadaanku.


"Itu dia!" mereka mengejarku, aku segera berlari ke dalam kamar, dengan cepat aku mengunci pintunya.


Bug! Bug! Bug!


"Keluar kau! Atau kami akan membunuhmu!"


Air mataku terus mengalir, jantungku berdetak kencang, tubuhku bergetar ketakutan. "Nak, mama akan melindungimu!" ucapku sambil mengelus perutku.


Bruk!


"Wanita sialan! Sepertinya kau ingin cepat mati, ya?!"


"Kalian siapa?! Mau apa kalian? Tolong jangan sakiti saya. K-kalian bisa ambil barang apa saja yang kalian inginkan. Tapi tolong jangan sakiti saya!" ucapku dengan gemetar.


"Kami hanya ingin menjalankan tugas kami!" pria bertopi itu tersenyum jahat padaku.


"Bro, sebelum kita membunuhnya, lebih baik kita bersenang-senang dulu!" bisik temannya, namun masih bisa kudengar dengan jelas.

__ADS_1


"Argh! Aku ingin menyelesaikan pekerjaan ini dengan cepat!" bentak pria itu pada temannya.


"Tapi dia sangat cantik, dan lihat bodynya! Mantap! Ayolah, kita bersenang-senang dulu!"


Pria bertopi itu terlihat berpikir, membuatku semakin ketakutan. Aku tahu apa yang mereka pikirkan. "Tolong, jangan apa-apakan saya!"


"Kau benar, sepertinya tidak apa-apa kalau kita bersenang-senang terlebih dahulu!" pria itu menatap tubuhku.


"Ayo cantik, mari kita bersenang-senang sebelum kau tiada!"


"J-jangan! Tolong!!!" teriakku.


"Sial!" bentaknya.


Plak!


Seketika di sudut bibirku mengalir darah. "Tolong!!!"


Plak!


"Berani berteriak lagi, akan 'ku bunuh kau sekarang juga!" pria itu mengangkat pisau membuatku memejamkan mataku.


"Jangan, bro! Kau lupa? Kita akan bersenang-senang dahulu!"


***


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2