
Al Kahfi Land, Depok, 2004 - Kosan Bodas, Bandung, 1999
Widi masih cuti hingga kamis nanti, sekarang masih hari selasa, kantor pun libur karena tanggal merah, tapi Widi menyempatkan diri mampir ke kantor di malam hari, tentu saja agar bisa chatting dengan Uge, karena cuma di Al Kahfi Land lah chatting lintas waktu dapat dilakukan.
^Kamu mau beli tanah di kawasan hutan pinus? Kamu anak konglomerat ya?^ tanya Widi.
^Bukan pakai uang sendiri, cari pemodal,^ sahut Uge.
^Emangnya kamu mau bikin apa?^ tanya Widi.
^Real estate,^ sahut Uge.
^Kamu lupa? Aku kan dari masa depan. Satu-satunya bangunan di kawasan hutan pinus hanya kantorku, enggak ada real estate, ^ ketik Widi.
^Yah gagal rencanaku... O iya, kalau berhasil, seharusnya aku jadi pemilik kantor kamu, terus kita pasti udah ketemu dan nostalgia,^ sahut Uge.
^Bukan gagal, mungkin real estatenya diwujudkan di tempat lain. Tapi, Ge. pesanku kalo dapet pemodal, jangan bikin real estate di tempat asri kaya gini dong, udah langka,^ pesan Widi.
^Terus, aku mau bisnis apa, Wid? Aku suka konsep perumahan yang asri,^ ujar Uge.
^Cari aja tempat yang sudah rusak, lalu kamu sulap menjadi tempat yang asri,^ saran Widi.
^Alhamdulillah, ketemu juga solusinya! Tuh kan, gimana aku enggak jatuh cinta? Susah lho cari pasangan yang nyambung gini. Aku enggak sabar nunggu tahun 2004,^ ujar Uge.
^Hehe, kamu emang keras kepala. Tapi ada yang menarik, hampir aja kamu bikin pertunjukan sulap lintas waktu, kan aneh kalo tiba-tiba pemilik kantor ini berubah jadi kamu,^ kata Widi.
^Siapa bilang aku bilang enggak jadi beli tanah di hutan pinus? Aku telanjur jatuh cinta sama kawasan itu, aku tetap ingin bikin kantor disitu, justru untuk mempertahankan hutannya, bahkan, aku udah punya nama buat kantorku,” kata Uge.
^Hahaha, kamu emang sering lupa kalo aku ada di masa depan. Tapi sikap keras kepala ada bagusnya juga, kamu jadi pantang menyerah, apa nama kantornya? Mungkin ada di tempat lain,^ tanya Widi.
^Karena berada di Jalan Terusan Baru Kahfi, maka nama kantor itu adalah Al Kahfi Land,^jawab Uge.
Widi merasa ingin pingsan saking kagetnya, rupanya pertunjukan sulap lintas waktu jadi juga dimulai.
^Bukan cuma nama, aku juga sudah menggambar 2 sketsa bangunan yang akan dibangun di sana,^ lanjut Uge.
^Seperti apa bentuknya?^ tanya Widi cemas.
^Bangunan pertama yang berada di lereng lembah berfungsi untuk kantor, dari danau akan terlihat mirip segitiga, dari samping mirip trapesium, bangunan ini didominasi material kaca, bangunan kedua yang berada di atas pulau berfungsi untuk rumah untuk istirahat atau menikmati suasana danau, bentuk keduanya sama,^
__ADS_1
Widi tambah tercengang, Hah? Uge adalah Erlangga Yusuf?Tunggu dulu! Masih ada yang salah, bukan seperti itu bangunan yang berada di atas pulau itu, gumam Widi tak ingin kalimat Uge menjadi mantera sihir yang melenyapkan semua kejadian yang direkam kepalanya.
^Ada ide untuk bangunan di atas pulau?^ tanya Uge.
Pertanyaan ini datang saat pikiran Widi kacau, Widi yang tak mau terlibat, malah mengoreksi sketsa Erlangga. sehingga tanpa sadar ia mulai masuk menjadi bagian dari sejarah. Jiwa arsitek Widi membuatnya lupa soal lintas waktu.
^Kalo bangunan di atas pulau untuk istirahat, jangan bikin hal njlimet karena bisa bikin capek mata penghuninya. Jangan lupa, lahannya kan terbatas, karena bentuk segitiga makin ke atas semakin sempit, maka lebih baik bentuknya kotak. Beda sekalian, ^ ketik Widi.
^Kalo bentuknya beda, enggak nyambung dong kedua bangunan itu?^ tanya Uge.
^Geometri bukanlah pilihan tepat untuk menyambungkannya, bentuk yang sama justru membuat mereka seperti dua saudara yang kesasar di tengah hutan. Menurutku, lebih baik menyambungkannya melalui warna dan material. Itu akan membuat mereka seperti pasangan. 2 jenis bangunan berbeda yang memiliki banyak kecocokan,^ papar Widi.
Uge sangat senang membaca kalimat Widi, ^wah, ini baru obrolan arsitek, aku suka banget sama konsep kamu.^
^Uge. Nama kantorku Al Kahfi Land, bangungan di kawasan hutan pinus ini persis seperti diskusi kita. Nama asli kamu Erlangga Yusuf?^ tembak Widi langsung setelah diskusi arsitek selesai.
^Wah betul! Itu nama lengkapku!^ ketik Uge bersemangat.
Uge bagai ingin melompat mendengar informasi dari Widi, kini ia yakin, mereka akan segera bertemu secara nyata di tahun 2004. Sebaliknya, segala kekaguman Widi pada Uge langsung luntur. Walau ternyata Erlangga Yusuf baik pada Widi, tapi ia tak pernah suka dengan laki-laki seperti itu, padahal diam-diam Widi berharap Uge yang di tahun 2004 akan mencarinya dan mampu membuatnya jatuh hati.
^Ya Allah, Ge. Kamu Pak Erlangga. Pemilik Al Kahfi Land,^ ketik Widi tak bersemangat.
^Alhamdulillah! Mimpiku terwujud, ya?^ tanya Uge memastikan lagi.
Oh! Aku baru ngerti sekarang, pantes dia enggak kenal aku waktu ketemu, ternyata dia memang orang lain yang kebetulan sangat mirip. Widi diam, ia membandingkan karakter Uge dengan Erlangga, wajahnya langsung tampak sedih. Ia jadi kasihan pada Uge.
^Uge yang baik, alhamdulillah mimpi kamu terwujud, tapi ada hal lain yang sangat penting untuk kamu tahu,^ ketik Widi. Sebenarnya ia tak mau merusak suasana hati Uge, tapi ia merasa harus menyampaikannya.
^Ada apa, Wid?^ tanya Uge.
^Sayangnya hal-hal baik pada diri kamu juga akan menghilang. Lima tahun lagi, kamu udah enggak seperti yang Kang Ujang bilang, Uge yang rajin sholat. Kamu akan sangat tergila-gila pada kesempurnaan fisik dan materi, kamu akan jadi manusia yang sangat pemarah. Kamu akan berubah drastis,^ ujar Widi.
^Hah? Astaghfrilahualadzim,^ sahut Uge terkejut.
^Nah itulah kesalahan kita, main-main dengan pengetahuan yang seharusnya tetap jadi rahasia. Maaf ya, Ge, karena kamu ternyata adalah Pak Erlangga, maka malam ini adalah terakhir kalinya kita chatting, aku enggak berani lagi main-main dengan rahasia waktu,^ ujar Widi.
^Tunggu dulu, bukankah artinya kamu satu-satunya orang yang bisa ku andalkan untuk ngebenerin aku sudah melenceng, ya, kan?^ harap Uge.
^Percuma, Ge! Erlangga bukan Uge lagi. Erlangga itu pemilik perusahaan besar, bukan Uge mahasiswa kosan yang suka chatting dengan perempuan imajiner. Buktinya, kamu kan udah tau kalo aku bakal kerja di kantor kamu, tapi kamu enggak pernah nyari aku. 3 hari yang lalu kamu panggil aku setelah 3 tahun aku kerja di kantor kamu, seharusnya itu jadi momentum reuni chatting lintas waktu kita setelah kamu menjalani waktu 5 tahun, tapi kamu enggak singgung sedikit pun, itu artinya kamu enggak mau masa lalu kamu diungkit lagi. Mau dengar info terbaru yang pasti bikin kamu senang? Katanya kamu akan segera bertunangan dengan model terkenal,^ ujar Widi.
__ADS_1
^Hmm, Erlangga Yusuf itu enggak mau sholat, tergila-gila pada kesempurnaan fisik dan materi, serta akan segera bertunangan dengan model terkenal? Hahaha^ ketik Uge.
^Nah, udah mulai menikmati bakal jadi Pak Erlangga?^ tanya Widi.
^Erlangga Yusuf yang jadi bos kamu itu si Agi, teman kosku yang bakal modalin Al Kahfi Land,^ ujar Uge.
^Hah? Cerita apa lagi sih ini?^ tanya Widi heran.
^Gila, 5 tahun tetap enggak berubah! Terpaksa deh ghibahin orang, Agi emang gitu, denger azan langsung kabur, karena takut di ajak sholat. Soal fisik Agi emang keren, tapi heran, dia selalu nolak tawaran jadi model, padahal dia terobsesi punya cewek model, hahaha akhirnya kesampean juga,^ ujar Uge.
^Enggak mungkin, masak nama kalian bisa sama persis?^ tanya Widi.
^Hahaha. Nah itu, namaku memang Erlangga Yusuf. Sedangkan Agi, nama sebenarnya John Erlangga, dia emang ada bule-bulenya. Nama bapaknya Agi itu Yusuf. Semenjak kuliah, Agi selalu menggunakan nama Erlangga Yusuf, mungkin karena lebih nyaman di kuping teman-temannya atau untuk memperlancar urusan bisnisnya,^
^Aku baru paham. Pantes karakter kamu jauh berbeda dengan Pak Erlangga, alhamdulillah. Terus Uge ada dimana di tahun 2004? Kok aku enggak pernah denger ada orang lain yang punya pengaruh besar selain Agi?^ tanya Widi.
^Hmm, mungkin aku sudah keluar dari situ sebelum kamu datang. Kenapa ya? Mudah-mudahan saat itu hubungan ku dengan Agi tetap berjalan baik,^ harap Uge.
^Ge, jangan kehilangan semangat, setidaknya kantor ini sudah berdiri sesuai dengan rencana kamu. Mudah-mudahan kamu akan sukses, walau bukan di kantor ini,^ ujar Widi menyemangati.
^Oh, justru aku makin semangat! Aku harus segera mewujudkan Al Kahfi Land agar bisa kamu tempati beberapa tahun lagi. Sekarang kamu sudah tahu, untuk siapa kantor itu sebenarnya?^ tanya Uge.
^Uge, kamu bikin aku sedih,^ sahut Widi.
^Kenapa? Widi, mungkin Al Kahfi Land itu memang bukan untuk kumiliki, tapi supaya aku tahu dimana mencari kamu di tahun 2004. Sabar ya, mungkin Uge di tahun 2004 punya kendala yang kita enggak tahu, Insya Allah, aku akan datang untuk melamar kamu di kantor itu,^ ujar Uge yang selalu menyelipkan harapannya pada Widi.
Widi tidak tega lagi bergurau tentang pernyataan hati Uge, laki-laki ini selalu bersungguh-sungguh, ia mau jauh-jauh mendatangi Widi walau akhirnya tak bertemu, ia tetap bersemangat mewujudkan Al Kahfi Land walau ia tahu akan kehilangan kantor ini. Widi sebenarnya berharap laki-laki yang pernah melamarnya mau mencarinya, sekeras tekad Uge.
*****
Bersambung
Vote dan comment anda sangat berarti bagi penulis, terimakasih telah membaca tulisan ini.
Penulis, Indra W
__ADS_1