Al Kahfi Land - Menyusuri Waktu

Al Kahfi Land - Menyusuri Waktu
Turbulance


__ADS_3

Al Kahfi Land Office, Depok, 2004


Widi telah berada di kantornya setelah pulang dari Bandung, ia tak sabar bertukar cerita dengan Uge. Saat melihat komputernya, ia baru sadar lupa mematikan komputernya kemarin malam, tapi ia tak tahu Soffie baru saja memakai komputer barunya yang belum diberi password.


Widi menunggu kehadiran Uge pada website lintas waktu, karena tidak muncul-muncul, ia menyapa kotak chat Uge yang masih offline.


^Assalamualaikum.^


Widi heran teksnya tidak bisa terkirim, padahal biasanya ia bisa mengirim teks walau Uge offline, sistem langsung memberitahu bahwa teks akan diterima saat yang bersangkutan online. Kali ini sistem memberitahu bahwa user yang dihubungi tidak dapat dijangkau.


Aduh kenapa harus sekarang? Widi terus mencoba, tetap saja muncul informasi yang sama. Saat bermega-mega ton bahan diskusi memenuhi kepalanya, website ini membuat ulah.


Widi melirik kardus yang dibawa dari bandung dan membukanya, ia melihat 2 buah amplop surat. Satu untukku dan satunya lagi untuk Andi, ada dimana Andi sekarang?


Widi memeriksa isi kardus lainnya, terdapat kumpulan dokumen-dokumen penting pendirian perusahaan Al Kahfi Land, disitu tertulis nama ayahnya, Nata Prayogi dan nama Erlangga Yusuf. Widi terkejut, ternyata ayahnya penanam modal terbesar kantor ini.


*****


 


 


 


Kosan Bodas, Bandung, 1999


Jauh di seberang waktu, Uge juga tampak gelisah karena tidak bisa mengakses website lintas waktu setelah Andi pulang. Pada browser cuma ada keterangan bahwa alamat website tersebut tidak ada. Kenapa jadi enggak bisa, ada apa sih? Jangan-jangan aku enggak bakal bisa menghubungi Widi lagi.

__ADS_1


Uge kuatir hubungannya dengan Widi di dunia maya telah berakhir, apalagi berdasarkan cerita Widi, tampaknya hubungan mereka di dunia nyata juga akan berakhir. Dan yang paling membuatnya resah, ia akan lupa pada Widi di masa depan. Uge memikirkan kemungkinan terburuk dengan merekonstruksi kejadian di masa depan berdasarkan potongan-potongan informasi yang diketahuinya.


Aku paham, nantinya aku akan berambisi menguasai perusahaan itu sendiri, astaghfirllah ternyata aku gagal saat diuji dengan harta. Pak Nata sangat kaya, tapi ia terlalu baik sehingga merelakannya perusahaannya aku kuasai dan merahasiakannya pada Widi, toh ia punya banyak perusahaan besar. Secara otomatis, aku melupakan lamaranku dan meninggalkan Widi. Beberapa tahun kemudian, Widi lulus, entah karena ingin mandiri atau ingin melupakan kenangan pahitnya denganku, ia meninggalkan kota Bandung ke Jakarta. Kemudian tanpa sepengetahuanku, ia diterima bekerja di Al Kahfi Land. Aku dan Widi tidak pernah tahu bekerja di kantor yang sama, hingga suatu hari kita bertemu. Aku takut kehilangan perusahaanku, cara paling gampang menghindar dari pertanyaan Widi adalah pura-pura tidak kenal atau jadi orang lain hingga aku tahu cara menyingkirkan Widi.


Uge kesal, ia berpikir keras mencari solusi untuk melawan dirinya sendiri di masa depan.


Andi bisa menolongku! Besok aku harus ketemu dia untuk menceritakan masalahku, dia bisa mengawal perubahan diriku dan mengatasi semua masalah yang aku timbulkan nanti. Uge lega telah menemukan jalan keluar, tapi tak lama kemudian ia ragu kembali.


Hmm, menurut perempuan yang tadi chatting dengannya, Andi baru akan datang ke kantor Widi 5 tahun lagi.  Jangan-jangan aku juga tidak bisa ketemu Andi lagi?


Intusisi Uge tepat, besok Andi akan berangkat ke Singapura, ia juga sedang merintis usaha tanpa sepengetahuan Uge. Ia akan memberitahu Uge setelah perusahaan benar-benar telah berjalan.


Aku harus menceritakannya masalahku lewat email Andi! Gumam Uge.


Tiba-tiba listrik padam. Sempurna! Sekarang segala bentuk teknologi tidak lagi bisa menolongku malam ini, keluh Uge sambil memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa berat.


Uge terus berpikir dan ia menemukan solusi. Ternyata untuk menghubungi manusia-manusia di masa depan, aku harus menggunakan gaya kuno Andi.


Uge mengambil pena dan kertas, lalu menulis surat untuk Widi dan Andi.


***.


 


Bandung, 1999


Assalamualaikum, Widi.

__ADS_1


Widi....Aku berhasil ketemu kamu di tahun 1999 kan? Lucu juga, cuma gara-gara nama panggilan, nalar kita mentok.


Sayangnya kita enggak bisa chatting lagi. Aku enggak tahu apa yang akan terjadi pada kita, tapi dari cerita kamu, aku menyimpulkan kita akan berpisah. Pasti kamu yang sudah berada di masa depan sudah tahu penyebabnya.


Aku coba merekontruksi kejadian di masa depan, sepertinya aku memang akan menjadi bos kamu itu dengan segala sifatnya. Kemungkinan besar aku berambisi memiliki Al Kahfi Land sendirian, padahal kamu tentu lebih berhak memiliki kantor yang dimodali ayah kamu, Pak Nata.


Aku sangat berharap kamu mau membantuku memperbaiki kekacauan yang telah ku lakukan. Aku minta kamu menemui Andi, teman kita. InsyaAllah sebentar lagi Andi akan mendatangi Al Kahfi Land, karena ternyata teman kantor kamu ada yang kenal dia melalui chatting lintas waktu, mereka sudah sangat dekat, mungkin akan segera menikah. Aku butuh bantuan Andi untuk mengurusku.


Tapi jika aku memang tidak mau lagi diluruskan, tolong minta bantuan Andi untuk menempuh proses hukum, aku sengaja meninggalkan dokumen penting perusahaan agar aku kalah saat menjalani proses hukum..


Maafkan atas semua yang akan terjadi.


Angga


 


Mata Widi berkaca-kaca membaca surat ini. Widi tidak perduli pada siapapun yang menguasai Al Kahfi Land. Ia sedih karena benar-benar telah kehilangan Angga sekaligus Uge yang telah menjadi sosok Erlangga.


Widi pun harus menelan kenyataan bahwa orang yang dicintainya sebentar lagi akan menggelar pesta pertunangan. Widi sudah pasrah, ia tidak lagi berharap Angga masih mencintainya, tetapi Widi tetap berharap Angga kembali menjadi laki-laki baik, karena Widi masih mencintainya. Widi ingin punya kesempatan untuk membuat Angga kembali dekat pada Tuhan sebagaimana Angga pernah mengenalkan Tuhan padanya.


 


***.


Bersambung


Vote dan comment anda sangat berarti bagi penulis, terimakasih telah membaca tulisan ini.

__ADS_1


Penulis, Indra W


__ADS_2