Alex Mafia

Alex Mafia
bab:1 menakutkan


__ADS_3

alex ada lah seorang anak yang di besar kan di sebuah kota kecil di perbatasan Amerika Serikat, dia tinggal dengan kedua orang tua nya serta kakak perempuan nya.


jarak usia alex dan sang kakak ada lah sepuluh tahun, yang merupakan perbedaan yang sempurna untuk jeda usia kakak beradik dalam sebuah keluarga, di malam itu suasana tampak sunyi, senyap, cuaca yang dingin membuat tak seorang pun tampak di luar rumah, mereka enggan untuk beranjak dari hangat nya pemanasan ruangan dan lebih memilih untuk bercengkrama bersama keluarga.


"secangkir kopi manis yang hangat dan makanan yang baru saja di masak lebih menggoda untuk di santap dari pada harus keluar rumah yang suhunya tak bersahabat. ini di saat suasana sepi itu terdengar suara kaki yang menginjak sebuah batang pohon di tanah yang sudah terjatuh karena sudah tua dan rapuh,


" krek,


"ada sosok anak laki-laki, di balik tembok rumah berwarna putih nampak bayangan yang berjalan pelan mengedap- endap. sesekali melihat dan menengok ke kanan kiri melihat keadaan di sekeliling, ia tidak ingin seseorang menemukan nya.


dan ternyata saat itu alex anak kecil dengan perawakan agak sedikit kurus dan memiliki tinggi dan badan di atas rata-rata untuk anak seusia nya. dia sedang bersembunyi dari sosok yang tidak ingin dia temui alex nampak sedang menghindari sesuatu, dengan wajah yang Sengat ketakutan. jantung nya berdetak lebih cepat dari biasa nya. napasnya turut tersendat ia terlihat terengah -engah


" kaki alex bergetar berusaha agar tetap berdiri, menutup pintu ketakutan nya dengan sesekali jongkok serta membungkuk kan badan nya untuk bersembunyi. wajah putih nya tampak pucat kebingungan seperti sedang berpikir. sesekali ia mengintip ke balik tembok tempat nya bersembunyi. bingung. hanya itu yang dia rasa kan saat ini.


"diam sejenak tak melakukan apa apa, sambil tetap terjaga dan menunggu sesuatu yang akan mendapat kan nya di sana


takutt


" sudah pasti alex merasa kan takut yang luar biasa saat ini dia hanya bisa bersembunyi. tangan kanan nya memegang sesuatu, menggenggam benda itu dengan sengat kuat. ia menyembunyi kan benda itu di belakang badan kecil nya.

__ADS_1


"pisau....? "


alex memegang pisau. tapi untuk apa pisau itu?


sebuah benda tajam panjang dan berkilau. sebuah pisau dapur milik ibu nya. tapi mengapa dia sampai memegang nya?


"seperti nya alek sedang mengalami sesuatu yang Sengat menakut kan bagi nya saat itu untuk anak seusia nya memutus kan untuk melakukan hal di luar nalar seorang anak yang berusia sepuluh tahun


" Ssuuust! "dari kegelapan ada suara perempuan yang memanggil alek dengan lirih, suara nya bergetar seperti sedang dalam situasi yang sama dengan alek,


" Sssssst! "ulang nya namun kali ini bisikan ini lebih kencang... "


"alek ini aku... " seperti nya alek tidak asing dengan suara itu dan bener sahabat itu lena kakak perempuan nya alek yang sedang mencari nya du tengah gelap nya malam.


"lena? " panggil alek dengan suara bergetar, "kau kah itu" tanya nya lagi


"iya ini aku kemarin lah alek " sahut lena di balik kegelapan dengan suara lirih nya, cepat lah kemari"ulang nya


sambil mendekati arah datang nya suara itu, perlahan alek beranjak ke sisi samping rumah yang agak gelap tempat datang nya suara lena, sang kakak

__ADS_1


dengan cepat alek segera bergegas dan berlari memeluk lena kakak nya, ia merasa lega seperti menemukan orang yang bisa melindungi nya,


sambil sedikit menitipkan air mata anak sepuluh tahun itu segera berlari selingkuh menghangat kan diri dalam pelukan malam itu.


malam itu begitu dingin, angin Sengat kencang menusuk du antara tulang.


"lena... aku takut!, bisik alek pada kakak nya itu dengan mata berkaca-kaca


"tenang alek.... tenang ada kakak di bersama mu.... sudah, jangan menangis lagi!


"iya kak, aku akan tenang tapi lindungi aku!, ucap alek berkali kali


"aku akan melindungi mu sudah jangan takut" kata lena mencoba menghibur adik nya itu


alek merasa Tuhan ada bersama nya saat itu, dengan mengirim lena tepat di saat diri nya sangatta membutuhkan nya


tak lama kemudian


"tap.... tap... "?

__ADS_1


__ADS_2