
Dalam keheningan sore itu mereka bertiga tertidur dengan pulas seakan tidak ada beban.
Menikmati tidurnya beberapa hari ini tanpa ada teror dan tekanan dari ayahnya. Bisa bernapas dengan lega, lepas dan mereka bertiga sangat bahagia melupakan sejenak masalah yang mereka hadapi di rumah.
Beberapa waktu kemudian hari semakin sore gelap dan matahari sudah tenggelam,
Seperti ada yang menepuk bahu alek seseorang membangunkannya dari tidur.
Mata alek menyipit dan terpejam salah satunya seperti melihat dengan mata berat ke sekeliling ruangan kamar itu.
Gelap di sana sini,.. Pandangannya seperti kabur gelap ia tidak dapat melihat apa apa, hari sudah gelap sinar matahari sudah tidak nampak lagi di balkon. Dan semua lampu masih belum dinyalakan.
Kedua matanya tertuju pada jendela balkon yang masih terbuka. Sudah tidak ada sinar matahari yang memasuki ruangan kamar mereka seperti tadi.
Sekarang yang ada hanya kegelapan karena lampu masih mati dan belum ada satupun yang dihidupkan.
Yang ia lihat sekarang hanya terangnya langit penuh dengan gemerlap bintang dari luar balkon yang nampak dari posisi tempat tidurnya sekarang. Indah sekali langit itu.
alek menoleh ke arah kiri tempat ia tidur, ia melihat ibunya masih pulas tertidur. kegelapan karena lampu masih mati dan belum ada satupun yang dihidupkan. Tangannya menggapai ke arah lampu tidur yang ada di atas meja di sebelah kanan tempat tidur mereka.
la menghidupkannya,..
Agak terang suasana malam itu, kemudian alek segera bergegas duduk di kasurnya dan menurunkan kedua kakinya ke lantai berusaha mencari sandal hotel yang biasa ia gunakan untuk berjalan di dalam ruangan kamar hotel itu. Tangan alek berusaha meraba di atas meja mencari jam tangan warna biru miliknya. Kemarin ia meletakkannya di atas meja TV.
"Nah itu dia jam tangan ku!" katanya sambil meraih jam tangan itu kemudian melihat ke arah jam itu.
Ternyata sudah jam 12 malam, karena sangat Lelah mereka bertiga tidur selama
empat jam.
Sungguh tidak terasa mereka
sudah tidur selama itu.
Sambil meletakkan jam
__ADS_1
tangannya kembali di atas meja
TV, alek bergegas menghidupkan lampu-lampu di dalam kamar tidur mereka agar terang dan suasana tidak seram.
Matanya berkeliling alek tidak dapat menemukan lena di tempat tidur, dimanakah lena,..
Pikir alek sambil mencari kemana lena...
"lena kau dimana?" teriak
alek memanggil kakaknya yang tidak ada di tempat tidur mereka.
alek segera
membangunkan ibunya yang masih tertidur pulas.
"Ibuu bangun hari sudah malam, sudah jam enam malam sekarang!" serunya sambil membangunkan ibunya yang masih mengantuk dan terlelap dalam tidurnya hari itu.
Sambil menggoyangkan bahu ibunya.
Mata Maria masih sangat berat, dia enggan untuk bangun. Karena suasananya kamar sangat gelap la berpikir ini masih malam dan belum berganti hari menjadi pagi "Kenapa kau membangunkan aku nak ada apa? ini kan masih malam dan masih sangat gelap di luar sana belum nampak sinar matahari." Ucap ibunya sambil malas bangun.
Melihat ibunya yang masih sangat mengantuk alek tidak tega untuk membangunkannya lagi.
alek membiarkan ibunya kembali tertidur dan terlarut dalam hangatnya kasur empuk beserta selimut yang tebal itu.
Maria masih sangat ingin tidur dan ia kembali memejamkan kedua matanya terlelap dalam tidurnya.
alek membetulkan letak selimut yang dieprgunakan ibunya menaikkannya lebih tinggi lagi sampai sebatas lehernya. Agar ibunya tidak kedinginan.
Sementara itu mata alek
bergerilya berusaha mencari lena di seluruh ruangan, sambil menghidupkan lampu-lampu di dalam kamar bernuansa klasik itu.
alek melangkah menuju kamar mandi, ia membuka pintu kamar mandi dan menengok ke dalam. Tetap saja tidak dapat menemukan kakaknya di dalam sana.
__ADS_1
Melangkah masuk kamar mandi ia pun bergegas mandi dan membersihkan tubuhnya dengan air hangat. Dingin sekali malam itu.
Rasa dingin terasa menusuk daging sampai ke dalam tulang belulang tubuh alek. Tubuhnya menggigil kedinginan kemudian tangan kanannya segera memutar kran menambah volume air
hangatnya agar lebih hangat lagi.
Ingin buru-buru selesai mandi ia segera membilas tubuhnya menggunakan air hangat
dari shower. Setelah selesai alek segera mengambil handuk
berwarna putih yang berada di atas gantungan besi yang menempel pada dinding kamar mandi. Segera digunakannya handuk warna putih itu untuk mengeringkan dan menghangatkan tubuhnya.
Sambil mengambil baju piyamanya, alek meletakkan lagi handuk warna putih di atas gantungan handuk yang terbuat dari besi. Kemudian memakai baju yang sudah ia siapkan satu demi persatu.
Tiba-Tiba alek merasa ada yang aneh lampu kamar mandi sedikit redup seperti mau mati lalu beberapa detik dan menyala terang kembali. Seperti ada yang mempermainkan saklarnya mematikan dan menghidupkannya kembali.
Aneh,... Kejadian aneh ini membuat bulu kuduk alek merinding, tiba -tiba hidung alek menangkap bau yang tidak biasa seperti Bunga.
Dia seperti mengenali bau itu,
Berpikir sedikit keras sambil mengingat-ingat dimana ia mencium bau bunga itu,..
"Oh iya aku ingat ini bau bunga sedap malam kan, bisiknya perlahan." Sambil berbisik dan merasa ketakutan.
Sambil melangkahkan kedua kakinya ia segera keluar dari kamar mandi dan kembali ke tempat tidur. Mendekati Maria yang masih pulas tertidur kemudian tangan kanannya memegang bahu Maria dan menggoyangkannya perlahan. alek mencoba membangunkan Maria sekali lagi.
Lampu di dalam kamar bernuansa klasik itu memang sedikit redup dan remang - remang. Beberapa lampu kadang terlihat seperti akan mati. Entah itu karena lampunya sudah berusia tua dan sudah waktunya untuk diganti lampu baru atau memang tegangan listrik di dalam kamar itu sedang naik turun.
Maria susah sekali untuk dibangunkan, dirinya seperti tidak bisa sadar dari tidurnya kali ini. alek berusaha keras untuk membangunkannya sekali lagi, kali ini Hector mencoba menggoyangkan dan menepuk tubuh Maria agak keras dan berkali
kali memanggil ibunya.
"Ibu-ibu ayo bangun bu hari sudah malam, perutku sudah lapar dan aku juga tidak dapat menemukan dimana lena berada bu!" Seru alek sambil membangunkan ibunya yang pulas tertidur sambil menggoyangkan badannya agak sering dan keras.
Maria terbangun dia baru sadar dari tidurnya, sambil menyipit matanya begitu berat untuk dibuka. Tubuh maya masih Lemas dia seperti sangat kelelahan, rasa capek yang kemarin masih belum benar- benar selesai.
__ADS_1
Masih tersisa sampai hari ini. "Sakit semua badanku." Katanya sambil meregangkari otot dan mengangkat kedua tangannya ke atas ia menggeliat.
Beberapa menit Maria terdiam sambil melamun dan memandang dengan kosong..