Alex Mafia

Alex Mafia
bab; 24


__ADS_3

"alekk,... lena,.. bangun nak sudah pagi!" panggil Maria sambil menggerakkan perlahan badan kedua anaknya agar bangun dari tidurnya.


Tak lama kemudian lena bangun begitu juga Alek, mereka masih sangat mengantuk seperti susah membuka kedua matanya.D


lena menggeliat menarik kedua tangannya ke atas begitu juga dengan Alek sudah mulai tersadar dari tidurnya. Menarik badan dan kemudian duduk di atas tempat tidur.


"Jam berapa sekarang ibu apakah aku kesiangan?" tanya lena kepada ibunya serasa ingin tahu ia bangun kesiangan atau tidak.


"ini masih jam sembilan pagi anakku masih pagi kok!" jawab Maria sambil melihat menu makanan. lena mengira ia kesiangan, matahari sudah sangat terik tepat berada diatas kepala tanda sudah diatas jam dua belas siang. Ternyata ia salah dan saat ini masih pukul sembilan pagi.


lena memang tidak suka bangun siang, dia selalu rajin bangun pagi dan beraktifitas terlambat bangun lena segera bergegas mengangkat badannya


membantu Maria. Merasa


kemudian huru-buru melangkah menuju ke kamar mandi.


Sementara Alek masih bermalas-malasan di atas kasur, tubuhnya masih terasa lemas dan tidak berdaya. Dia masih ingin merasakan empuknya kasur seperti ada magnet yang menariknya untuk tetap


meletakkan kepalanya di bantal.


"Mau makan apa nak ini ada beberapa menu seperti sup iga, steik iaa. dagina bumbu blackpaper, Spageti, Fetucini, burger, hotdog, kentang keju dan menu lainnya coba kamu baca dan pilih dulu ya, ibu mau mandi dulu.” Tanya Maria sambil menyodorkan daftar menu ke tangan putranya.


Bocah kecil itu mengambil


daftar menu yang diberikan ibunya, sambil berusaha membesarkan kedua matanya yang masih mengantuk ia mulai membaca daftar menu itu. Sambil meraba daftar menu itu menggunakan jari telunjukknya dari arah atas ke bawah menu.


Bibirnya bergerak sepertinya ia sedang membaca perlahan menu itu.


Tidak lama kemudian ia menganggukkan kepalanya jari telunjuknya menunjuk-nunjuk ke salah satu menu di dalam daftar menu itu. Sepertinya dia sudah menemukan pilihan makanan yang ingin ia pesan untuk sarapan.


lena keluar dari kamar mandi, kelihatan segar dengan rambutnya yang basah yang ditutupi dengan handuk dan wajahnya sudah tidak kucel lagi sekarang terlihat bersih bersinar.


Melangkah menuju meja hias tangan kanannya mengambil


sebuah sisir, dilepaskannya


handuk di atas rambutnya

__ADS_1


diletakkannya handuk itu di atas


meja rias kemudian ia mulai menyisir rambutnya perlahan.


Rambut berwarna pirang itu agak rontok karena sudah terlalu panjang sudah waktunya potong rambut.


alek bangun dari tempat tidur, ia berjalan ke arah kakak yang duduk di kursi meja hias kemudian tangan kanannya memberikan daftar menu itu kepada kakaknya.


"ini kak kamu belum pilih mau makan apa?" tanya alek sambil menyodorkan daftar menu itu kepada lena.


Tangan kanan lena menerima daftar menu yang disodorkan alek padanya, sambil menyisir rambut lena meletakkan daftar menu itu di atas meja rias kemudian membacanya perlahan dari atas ke bawah.


Matanya berhenti bergerak dan tertuju pada satu menu, sepertinya lena sudah menemukan menu yang ingin ia makan untuk sarapan pagi ini. Sambil meneruskan menyisir rambut ia menunggu ibunya keluar dari kamar mandi.


"Kakak aku mau sarapan Sup Iga, Burger dan kentang keju kemudian minumnya jus Alpukat ya kak." Kata alek sambil menata tempat tidur.


"Ok nanti aku bilang pada ibu untuk memesan semua makanan yang kau pesan ya!" Sahut lena sambil mengembalikan daftar menu di sebelah telepon.


lena berjalan ke arah balkon yang tadi pagi dibuka oleh ibunya, memandangi keindahan suasana kota Tijuana dari atas balkon. Kedua matanya berbinar - binar memandangi kota itu indah sekali sambil menggelengkan kepalanya sesekali tanda bahwa ia mengagumi setiap jengkal sudut kota itu.


"alek sini kemarilah cepat, Lihatlah ini luar sungguh luar biasa!" Serunya sambil memanggil alek untuk melihat kota dari atas balkon kamar mereka. Bocah kecil itu berlari memenuhi panggilan kakak yang memanggil dari luar balkon kamar. Sambil membawa telepon genggamnya dia masih sibuk memotret objek tadi di dalam kamar.


Kedua anak itu tak henti berdecak kagum di luar balkon sambil mengagumi semua keindahan kota yang mereka lihat saat ini. Sambil mengabadikan keindahan kota dari atas, tangan mereka menunjuk kesana kemari seolah banyak objek yang menunggu giliran untuk dipotret oleh mereka berdua.


Kemudian,.. Langkah kaki sendal hotel


terdengar dari dalam kamar, ternyata Maria telah selesai mandi. Berjalan ke luar balkon menghampiri kedua anaknya dan memeluk mereka dari belakang.


"Sangat indah bukan!" seru Maria pada kedua anaknya sambil memandangi pemandangan yang tak bias itu.


Sejenak la ikut menikmati keindahan kota itu dari atas, terlarut dalam kebahagian kala itu mereka saling tertawa sambil menatap satu sama lain di luar balkon itu.


"Sayang apa kau tidak merasa gerah pagi ini, kau belum mandi kan ayo sana buruan mandi!" seru Maria kepada alek sambil mengelus rambut anaknya ia memerintahkan untuk segera mandi.


alek segera meletakkan telepon genggamnya di meja TV kemudian ia memasuki kamar mandi untuk membersihkan badan dan mandi air hangat.


Hari semakin siang dan mereka masih belum sarapan pagi juga, sudah pukul setengah sepuluh sekarang.

__ADS_1


Dari luar balkon Maria melangkah berjalan kembali ke dalam kamar, tangannya mengangkat gagang telepon antik itu ia akan menghubungi resepsionis untuk memesan makanan.


"Jadi pesan apa kalian berdua ini ibu mau menelpon resepsionis untuk memesan sarapan untuk kita." Tanya Maria pada lena sambil duduk di sebuah kursi dan tangannya memegang gagang telepon.


"Ini bu pesanan alek Sup Iga, Burger, kentang keju kemudian minumnya jus Alpukat, aku pesan Hotdog, Fetucini, kentang keju, dan minuman teh hangat saja bu." Ujar lena sambil memberikan rincian pesanan mereka berdua pada ibunya.


"itu saja sayang?" Tanya Maria pada lena.


"Iya bu itu saja." Jawab


lena dengan singkat.


Tangan kanan Maria memegang gagang telepon dan menempelkannya ke telinga. Jari tangan kirinya mulai menekan


angka untuk menghubungi


resepsionis. Telepon itu mulai


berdering beberapa kali, belum ada yang mengangkat.


Beberapa detik kemudian,.."Hallo selamat pagi, ada yang


bisa saya bantu ibu?" Tanya


resepsionis menyapa dengan


ramah. "Selamat pagi, apa bisa saya


memesan makanan untuk sarapan?" jawab Maria yang ingin memesan sarapan pagi.


"Baik bu mohon tunggu


sebentar saya sambungkan dengan bagian Restoran ya bu." Jawab resepsionis sambil menekan tombol kemudian


menyambungkan dengan bagian


"tuuuut,... tuuuuut,..." suara nada sambungan telepon terdengar di telinga Maria.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian ada


suara laki-laki yang menyahut..


__ADS_2