Alex Mafia

Alex Mafia
bab;_14


__ADS_3

Alek ingin makan ayam crispy dan lena ingin makan burger. Mereka sudah sangat kelaparan karena perjalanan jauh yang memakan waktu sekitar dua jam lamanya, tak terasa namun akhirnya harus di akhiri juga dangan acara makan.


"Krucuk,.. krucukk,..." bunyi ke roncongan perut alek


terdengar di telinganya, dia


tersenyum malu pada perutnya


yang tak bisa berkompromi lagi. "Aduh lapar sekali perutku..." keluh nya berharap ibunya tau betapa dia sangat kelaparan.


Mengetahui anak-anaknya kelaparan Maria segera mengantri di kasir yang memang dalam kondisi ramai sekali hari itu. Panjang sekali antrian nya, dalam baris antrian Maria mendapatkan


nomor urutan enam, tak terlalu panjang tapi cukup untuk nya menunggu.


"Sabar dulu ya sayang," Maria menenangkan anaknya anak- anak nya sembari terus memastikan kondisi antrian itu.


"Kalian pilih tempat duduk dulu ya." perintah nya sambil menunjuk ke arah menu.


"Baik bu." Jawab alek dan


lena sambil tersenyum pada


Maria.


lena dan alek


*********


melangkah kan kakinya menu keluar ruangan mereka lebih memilih meja di luar.


Suasana alam sangat disukai mereka berdua, tempatnya lebih luas udara nya bersih dan tidak begitu ramai. Mereka menunggu Maria memesan makanan sambil duduk dan menikmati susana tempat itu.


Sementara itu Maria masih di urutan lima, lama sekali dan dia


mulai bosan. Sambil berdiri menunggu urutannya mata Maria mulai berkeliling. Pandangan matanya terhenti pada satu meja di dalam restoran itu.


"Haaah apa aku tidak salah lihat ya?" gumam nya pelan.


Maria sangat terkejut melihat


sosok pria yang ada di retoran itu, ia seperti mengenal nya dan sangat tidak asing bagi nya.


Dahinya mengerut sambil terus memastikan pria yang dia lihat di salah satu sudut restoran itu...


Mata Maria tiba-tiba melotot, pandangan nya saat ini hanya tertuju pada satu meja dalam restoran itu.


la seperti melihat hantu... sosok pria itu menjadi perhatian Maria saat ini.


Mulut nya bergetar seperti


ingin mengucap kan sesuatu...


"mi... Michael,.. benar kah itu dia?" tanyanya terbata - bata namun tetap berusaha tenang karena merasa itu tak mungkin terjadi.

__ADS_1


Setelah menatap tajam


beberapa menit akhir nya dia bisa memasti kan jika pria yang dia lihat itu ternyata Michael suami Maria, dia duduk di salah satu meja dalam restoran itu.


Dia sedang mengobrol dengan seseorang di meja itu dan makan bersama.


Tapi duduk dengan siapa Michael disitu ? Maria penasaran siapa yang duduk dan makan bersama suaminya.,


Michael tampak tertawa lepas dan begitu Bahagia, hal itu terlihat dari raut wajahnya yang begitu bersinar dan bertolak belakang dengan apa yang ia lihat sehari-hari selama suaminya itu bersama keluarganya di rumah.


Dandanan nya tampak rapi bajunya bagus dan rambut nya di kuncir rapi tidak ada sedikitpun yang terurai.


Wajah yang biasanya tampak


kacau dan lusuh, kini terlihat ganteng dan seperti tidak biasa.


Mata Maria mulai berkeliling, Maria seperti kebingungan menengok kesana kemari.


Orang yang duduk Bersama suaminya tidak terlihat oleh Maria karena tempat yang di dudukinya tepat berada di belakang tembok. Sehingga pandangan Maria terhalang.


Hanya Michael yang terlihat dari posisi Maria saat ini. Maria tidak mau beranjak dari posisinya saat ini dia tetap mengantri di kasir. Maria lebih memilih mencukupi kebutuhan kedua anaknya terlebih dahulu karena mereka sedang kelaparan menunggu datang nya makanan.


Maria memang tampak bingung tapi akhirnya mencoba untuk lebih tenang karena toh dia


tak terlihat oleh suaminya itu.


Tapi dengan sabar dia menunggu, saat ini antriannya sudah tinggal satu orang lagi.


Dan akhirnya tiba giliran Maria,.. ia mulai berbicara dengan kasir.


"Iya kak saya mau pesan makanannya dua ayam Crispy, tiga kentang besar, dua Burger daging, dua hotdog."


"Minum nya tiga Jus Jeruk."


Maria masih tampak kebingungan, Mata Maria kembali bergerilya mencari tahu siapa yang sedang bersama suami nya di meja itu.


"Ada lagi bu yang mau di pesan?" kata kasir.


"Oh sudah itu saja, ehm sama minta saus tomat ya!" lanjut Maria lalu menunggu kasir itu menghitung pesanan nya.


"Baik bu total semuanya tiga puluh lima dolar."


Tangan Maria merogoh kedalam tasnya mencari dompet, ia mengambil uang di dompet dan tangannya


menyodorkan uang tiga puluh lima dolar itu ke kasir.


"Baik bu saya terima uangnya pas ya tiga puluh lima dolar ya bu." Kata kasir sembari menghitung uang pemberian Maria.


Sambil menunggu


pesanan nya Maria masih ke bingungan dan penasaran, mulai menengok ke arah Michael.


Sesekali dia meninggalkan

__ADS_1


tempat nya berdiri untuk melangkah ke sisi kirinya.


la bermaksud mengintip suaminya itu tapi tetap saja tidak nampak siapa yang sedang bersama nya saat ini.


Pikiran Maria sudah mulai tidak tenang dan ia sudah mulai berpikiran jelek terhadap suaminya.


Maria kembali ke posisinya


semula karena pesanannya tiba..


"Ini pesanan nya ya bu, sudah lengkap semua ya bu?" tanya kasir.


"Terima Kasih mba, iya sudah lengkap kok." Sahut Maria.


"Iya mba terima kasih." sahut Maria.


Selesai mengambil pesanan Maria langsung melangkah cepat menuju ke meja tempat kedua


anaknya duduk. Langkah nya terlihat buru-buru...


Kemudian..


Langkah nya terhenti Ketika ia sampai di depan pintu, Maria kesulitan untuk membukanya.


Kedua tangan nya sibuk memegang baki berisi makanan dan minuman yang mereka pesan tadi.


Sambil kebingungan Maria


menenggok kesana kemari, ia bermaksud meminta bantuan untuk membuka pintu dari orang di sekitar ia berdiri. Tapi tak ada seorang pun yang berada di dekatnya saat ini.


Tiba-tiba,...


"Tap,.. tap,.. tap,.." berlari kecil dengan cepat.


Ada sosok pria yang berlari menghampiri nya, Rupanya ia


adalah petugas keamanan restoran.


Pria itu bergegas menghampiri nya, tangan pria itu menarik gagang pintu dan membuka kan pintu restoran untuk Maria. Untung lah ada orang baik yang membantunya..


"Terima kasih banyak ya pak sudah membantu!" katanya.


Sambil tersenyum Maria


mengucap kan rasa terima kasih pada petugas itu..


Sambil membawa baki berisi makanan itu dia bergegas menghampiri anak-anaknya. Mereka sudah sangat kelaparan di luar..


"Yeaaay ibu datang,.." teriak alek.


"Maaf ibu lama sayang, antrian nya sangat Panjang tadi!" "Tidak apa-apa ibu." sahut anak-anaknya.


alek dan lena mencuci tangan mereka di kran yang berada tepat di sebelah meja mereka.

__ADS_1


Maria pun mencuci kedua tangan nya sebelum makan.


Untung saja posisi tempat cuci tangan itu dekat dengan tempat duduk mereka.


__ADS_2