Alex Mafia

Alex Mafia
bab ; 26


__ADS_3

Kedua matanya serasa ingin menangis tidak tahan melihat kejadian yang baru saja ia lihat di depan kamar mereka. lena berusaha sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak berjatuhan...


Wajah lena sangat putih dan pucat, lena berperilaku aneh...


la melihat ibunya yang sedang bersenda gurau dengan adiknya, melihat kebahagian ibu dan adiknya itu


lana tidak tega...


Tidak ingin ibunya tahu bahwa ayahnya sedang bersama wanita lain. lena tidak mau ibunya merasakan hal yang ia rasakan melihat ayahnya sedang asik bersama wanita lain.


Patah hati,..


lena sangat menyayangi Maria, rasa sayangnya melebihi egonya sendiri. Sambil bernapas panjang ia berusaha menenangkan dirinya sendiri dan mengendalikan napasnya agar kembali teratur.


Maria yang sedang bersenda gurau dengan alek di depan TV kemudian terheran melihat perilaku lena yang tidak biasa.


Dahinya mengerut pandangan matanya tertuju pada lena yang sedang diam bersandar di belakang pintu kamar..


lena dan Maria saling bertatapan, mereka saling memandang satu sama lain seolah ingin mengatakan sesuatu tapi terdiam tidak tau harus berbuat apa. lena bingung kedua matanya melirik ke kanan dan kiri sambil berpikir,...


"Helenaaaa!" Sapa ibunya sambil melambaikan tangan kepada lena yang sedang


bengong tidak sadar.


Mendengar suara ibunya, lena kemudian tersadar saat ini ibunya sedang memanggilnya. la memaksa bibir mungilnya untuk tersenyum sambil menyahut panggilan ibunya.


"Apa yang kau lakukan disitu nak, kemarilah duduk dekat ibu kita nonton TV bersama!" seru ibunya sambil memerintahkan anak perempuannya untuk duduk di dekatnya sambil menonton acara TV.


Tangan lena dingin dia bingung, wajahnya masih terlihat pucat seperti sedang mengalami masalah yang sangat berat tapi tidak tau harus berbuat apa. Perlahan ia mulai melangkahkan kedua kakinya menuju ke tempat ibu dan adiknya duduk.


Kakinya bergetar ia tidak kuat berjalan, saat ini ia merasa tidak sanggup bila harus berhadapan dengan ibunya. Lalu lena berbelok ke arah kamar mandi yang ada di sebelah kirinya.


Sambil berpura-pura kedua tangan memegang perutnya....

__ADS_1


"Sebentar ibu aku ke kamar mandi dulu ya bu, perutku tiba tiba


sakit mungkin mau datang bulan." Ujar lena terpaksa berbohong kepada ibunya untuk menutupi kebingungannya.


Dengan sangat terpaksa ia berbohong kepada ibunya, baru kali ini dia membohongi ibunya.


la sungguh tidak mau membuat ibunya bersedih karena tau kebenaran bahwa ayahnya berselingkuh dengan seorang wanita muda yang ia temui tadi. Kenyataan pahit bagi gadis belia berusia tiga belas tahun seperti lena.


lena memasuki kamar mandi dan duduk diatas pinggiran bak mandi.


Di dalam kamar mandi,...


Dia seolah sedang menenangkan diri agar ibunya tidak curiga melihat keanehan yang diperbuatnya tadi. Seperti bukan dirinya, lena tidak pernah begitu sebelumnya karena itulah ibunya merasa ada sesuatu yang aneh dengan anaknya.


Tubuhnya masih bergetar dan wajahnya masih pucat pasi. Kedua tangannya masih terasa dingin dan matanya masih menahan tangisnya agar tidak keluar.


"Aku mohon Tuhan kuatkanlah aku dan berilah aku petunjuk!" doanya dalam hati sambil memohon pada Tuhan agar diberikan kekuatan dan pertolongan untuk menghadapi masalah yang sedang ia hadapi sekarang.


lena baru menginjak usia tiga belas tahun, ia masih sangat muda dan belum tau apa yang harus diperbuat saat menghadapi ini semua. Bingung antara diam menyembunyikan kenyataan atau menceritakan kebenaran pahit itu pada ibunya.


"Bilang atau tidak?" tanyanya pada dirinya sendiri dalam hati.


Beberapa kali dia mengulangi pertanyaan ini dalam pikirannya sendiri "Plak,..."


lena tiba-tiba memukul pipinya ternyata ia tidak sedang bermimpi.


"Aduh sakit, ternyata ini nyata." Keluhnya dengan memegang pipi kanannya yang tadi ia pukul dengan keras.


lena kacau,..


lena memukul pipinya sendiri, dia bingung dan takut


mengira ini mimpi. Sayangnya ini bukan mimpi, ternyata ini memang kenyataan dan sungguh terjadi dia tidak sedang bermimpi.

__ADS_1


"Duuuh aku bingung harus bagaimana, ya Tuhan!" Serunya seperti orang stres dan mengusap -usap mukanya dengan kedua tangan sambil sesekali menutup muka dengan kedua tangan.


la beberapa kali menggaruk rambutnya, sampai terlihat acak- acakan.


Sambil duduk di dalam kamar mandi lena sedang berpikir keras, ia mengaitkan semua persoalan yang terjadi pada ayah dan ibunya.


Pikirannya kemana - mana...


"Atau ini yang selama ini disembunyikan oleh ayah dia berlaku kasar dan mabuk karena ingin membuat ibu menggugat cerai,..?" Pikir lena sambil


berandai - andai.


"Bisa jadi ayah sudah tidak mencintai ibu karena tergoda oleh wanita itu." Pikirnya dengan kemungkinan yang lain.


Suara lirih dari bibir lena,.... la tidak ingin ibunya mendengarnya berbicara sendiri di dalam kamar mandi dengan nuansa klasik itu. lena berbicara sendiri sejak dia masuk ke kamar mandi, menyimpulkan dan mengaitkan peristiwa dan kemungkinan yang terjadi pada kedua orang tuanya.


Tiba-tiba terbesit dalam pikirannya,..


"Apa aku harus datang menghampiri dan melabrak ayah dan wanita itu?" tanyanya dalam pikiran jeleknya... Ya Tuhan,....


lena menghidupkan kran dan mengarahkan kran ke arah air hangat. lena menampung air hangat dengan kedua tangan yang ia satukan dan membentuk mangkuk. Setelah terkumpul penuh air itu di basuhkan ke mukanya.


Terasa hangat air yang menerpa wajahnya itu sedikit memberikan rasa hangat sehingga wajahnya agak terasa nyaman dan relaks. lena sudah merasa agak santai denyut jantungnya sudah mulai normal sudah tidak berdetak dengan kencang lagi. Napasnya sudah teratur dan denyut nadinya sudah normal kembali.


Ditariknya napas agak panjang melalui lobang hidungnya kemudian dilepaskannya perlahan lena merasa mulai sedikit lega...


"Sudah kuambil kesimpulan, ibu tidak boleh tahu soal ayah. Dia tidak boleh bersedih karena hal ini." Ujar lena sambil menyimpulkan Langkah apa yang akan ia ambil menghadapi masalah ini.


"Aku harus meyimpan rahasia ini baik-baik, aku tidak boleh bercerita pada Ibu, Shanaz ataupun alek." Katanya dalam hati sambil berpikir keras.


lena memutuskan untuk diam, ia lebih memilih kebahagiaan ibunya ketimbang harus mengatakan kebenaran soal perselingkuhan ayahnya dan membuat ibunya terluka.


"Pantas saja ayah selalu kasar pada ibu dan kami, ternyata dia mencintai wanita lain!" serunya dalam pikirannya teringat dengan kelakuan ayahnya sehari-hari.

__ADS_1


Tidak terasa hampir satu jam lena berada di dalam kamar mandi, pikirannya kacau ia mungkin stress dan tidak siap menerima kenyataan bahwa ayahnya berselingkuh di belakang ibunya.


Suara air menetes, ia kembali menyalakan kran air dan segera mencuci mukanya lagi dengan air hangat. Membasahi mukanya yang masih terlihat pucat pasi agar terlihat segar di hadapan ibunya nanti.


__ADS_2