
Selesai mencuci tangan mereka segera berdoa dan menyantap makanan mereka.
alek makan dua potong ayam crispy nya dengan lahap begitu juga dengan lena ia menyantap kedua burgernya sampai habis dan tidak menyisakannya sedikitpun.
Sementara Maria, tangannya masih belum menyentuh makanannya sedikitpun.
Masih terdiam, ia melamun sambil memegang dan memainkan makanannya.
Pandangan matanya kosong...
Dalam pikirannya apa yang dilakukan suaminya di tempat ini dan sedang bersama siapa dirinya...
Penuh tanda tanya di dalam
pikirannya..
Dia tidak sanggup menahan lagi, rasa ingin tahunya sangat besar.
"Sebentar ya sayang ibu ke toilet dulu." Katanya.
Beranjak dari tempat duduknya, Maria melangkahkan kakinya menuju ke dalam ruangan di restoran itu.
Sesampainya di dalam restoran itu matanya bergerilya, bermaksud untuk mengintip suaminya tadi Sesampainya di meja itu,
Maria tidak menemukan seorang
pun. Mejanya sudah kosong
mereka sudah pergi entah
kemana. Mata Maria seperti
bergerilya lagi, melihat kesana
kemari mencari Michael
suaminya. Maria berlari ke arah
pintu keluar, kemudian kepalanya menengok kesana kemari.
Berharap menemukan sosok yang ia cari..
Langkahnya semakin kencang ia menuju ke parkiran mobil di sebelah restoran itu. Matanya melihat sekeliling, tapi ia tidak berhasil menemukan mobil milik Michael.
Rupanya mereka sudah lama
pergi dari restoran itu mungkin pada saat Maria sibuk membayar pesanannya tadi.
Kemudian Maria berlari masuk dan kembali ke dalam restoran, ia berjalan menuju ke tempat duduk Michael tadi.
la bingung dan matanya
masih berusaha mencari orang yang mirip dengan suaminya itu..
Dalam pikirannya Maria merasa bingung, apakah yang ia
lihat tadi adalah benar-benar
Michael suaminya atau hanya orang lain yang sangat mirip dengan suaminya itu. Maia menjadi ragu, pikirannya kacau, di kepalanya penuh dengan pertanyaan seputar suaminya.
__ADS_1
Maria ingin sekali menelpon suaminya dan menanyakan kabarnya, sedang dimana sekarang, sudah makan atau belum Pertanyaan sepele yang sebenarnya untuk pasangan suami istri adalah hal wajar. Tapi Maria tidak berani melakukan itu karena Michael melarangnya untuk bersikap perhatian padanya.
Sungguh kasian Maria...
Maria memang tidak pernah
berkomunikasi dengan Michael, berbicara atau mengobrol sedikit
saja tidak pernah mereka lakukan. Bahkan untuk sekedar menyapa atau menanyakan sesuatu Maria sangat takut.
Jika ada sedikit saja kata yang keluar dari mulut Maria, langsung tanpa ampun Michael emosi dan menyerang María dengan kata kotor dan tidak pantas. Emosi yang ada malah membuat terjadinya pertengkaran diantara mereka berdua. Karena
itulah Maria lebih memilih diam.
Dalam diamnya Maria menyimpan beribu- ribu pertanyaan, ia juga masih menyimpan perasaan cinta yang teramat dalam pada Michael. Maria masih sangat mencintai suaminya itu, dengan segala keburukannya dan sikap kasarnya. Maria masih sangat berharap bahwa suaminya akan Kembali dalam pelukannya.
Sementara itu Maria masih dalam posisi berdiri..
Dalam diamnya tiba-tiba kepalanya terasa pusing dan kedua matanya menjadi gelap..
Tubuhnya lemas, Maria serasa mau jatuh dan pingsan..
Dan....
Hampir saja terjatuh..
Untung saja tangan Maria masih bisa meraih meja dan berpegangan pada meja itu. Maria perlahan duduk di kursi tempat dimana ia melihat Sebastian mengobrol dengan seseorang.
Maria menghela napas
panjang,....
la berusaha mengatur pola bernapasnya agar detak jantungnya menjadi normal lagi. Kejadian tadi membuat berdetak kencang sekali sehingga aliran oksigen ke otaknya menjadi terhenti
Maria beranjak meninggalkan meja tempat orang mirip suaminya tadi duduk. Sambil berjalan pelan, ia berpegangan dengan benda yang ada di sekelilingnya dan bisa ia gapai karena takut jika tiba-tiba ia terjatuh lagi.
Maria kembali ke meja dimana
kedua anaknya menunggunya.
Maria sampai di mejanya, ia segera meneguk Jus jeruk yang tadi dia beli.
Hmmmmm lega rasanya, rasa hausnya terobati setelah meneguk minuman dingin itu.
Kedua tangan Maria segera meraih makanan yang tadi ia pesan. Bungkusnya segera di buka dan ia langsung menyantap
hotdog itu dengan lahap. Iya maia sangat kelaparan perjalanan panjang tadi membuatnya sangat lapar, haus dan juga kelelahan.
Gara-gara melihat sosok yang mirip Michael dia jadi lupa dengan makanannya. Sampai mew pingsan karena kelelahan dan kelaparan.
Lahap sekali ia makan siang
itu..."Ibu darimana tadi kenapa lama sekali ?" tanya lena.
"ehhm.,..,. tadi ibu ke toilet sebentar nak." Sahutnya.
Maria terpaksa berbohong pada kedua anaknya agar mereka tidak berpikiran yang aneh - aneh tentang ayahnya dan kejadian tadi.
Maria melanjutkan makan siangnya...
__ADS_1
Makanan di meja itu habis
tidak tersisa satu pun, mereka semua lahap sekali memakannya.
Perut mereka saat ini sudah kenyang dan bermaksud untuk melanjutkan perjalanannya berbelanja kebutuhan selama sebulan.
Kemudian,..
Meninggalkan meja tempat mereka duduk tadi, Bergegas mereka membuka pintu mobil dan
masuk kedalamnya.
Memasang sabuk pengaman, Maria mulai menghidupkan mesin mobil.
Tidak lupa mereka berdoa agar diberikan keselamatan selama di perjalanan.
Untung saja kondisi Maria sudah membaik, dia adalah wanita yang Tangguh dan kuat. Kepalanya sudah tidak terasa pusing lagi dan
detak jantungnya sudah normal.
Selama di perjalanan yang ada di kepalanya hanya suaminya, ia merasa heran melihat keberadaan suaminya di restoran itu tadi. hal itu sangat mempengaruhi pikiran Maria. Apa benar itu Michael, dalam pikirannya..
Di tengah perjalanan menuju Mall Tijuana, alek dan lena merasa senang sekali.
"Cekreek,. Cekreek." Sambil mengambil foto.
Tidak henti-hentinya mereka memotret menggunakan kamera telepon genggam mengambil beberapa objek yang bagus untuk difoto. Selain menyukai suasana alam alek dan lena juga menyukai keindahan gedung gedung yang tinggi, Bangunan kuno yang dilestarikan, pusat perbelanjaan, dan semua objek
yang cantik pasti tidak luput dari pengelihatan mereka.
"Ibu, berapa lama lagi kita
sampai di Mall itu?" tanya alek.
"Ehm,.. sekitar lima menit lagi sayang, kenapa? menjelaskan.
"Okay bu, aku sudah tidak sabar, aku pengen beli minuman boba bu." Katanya.
Sambil tersenyum ibunya menengok dan melihat ke arahnya
Dan benar saja tidak berapa lama mobil mereka memasuki area parkir Mall Tijuana itu.
Bangunan megah dan mewah itu sangat besar memiliki Tujuh belas lantai.
"Waw indah sekali,.." kagum lena.
"iya besar sekali gedungnya." Sahut alek.
Maria mencari tempat parkir
yang kosong, di level satu semuanya penuh. Mobil mereka naik lagi ke level dua ternyata penuh juga. Maria menyetir mobilnya menuju menaiki level tiga, sesampainya disana masih penuh juga.
Tiba-tiba ada salah satu mobil yang hendak keluar.
"Syukurlah kita dapat tempat
nak.." katanya.
Maria menunggu dengan sabar
__ADS_1
agar mobil itu keluar terlebih dahulu. Ia menghidupkan lampu tail untuk memberikan tanda kepada mobil di belakangnya agar menunggu.
Mobil itu telah keluar, dan saatnya giliran mobil Maria untuk di parkir.