
Maria dan lena sama sekali tidak terbangun dari tidurnya meski Hector sangat berisik malam itu, Hector lalu menghampiri mereka sembari berkata, "Mereka nyenyak sekali!"
Bibirnya tersenyum
memandang ke arah Ibu dan kakaknya yang sedang tidur pulas malam itu.
Sama hal nya dengan alek,
mereka juga pasti kelelahan
Karena kejadian semalam.
Bluggg.... alem mendarat sempurna di atas tempat tidurnya, "Hmmmm nikmat sekali kasur ini."
Perlahan alek kembali menaiki tempat tidur milik lena agar Ibu dan kakaknya tidak terbangun dari mimpi indahnya.
Tempat tidur itu empuk sekali
sampai-sampai tubuh alek
sedikit terpental saat menaikinya.
Tangan alek segera
menarik selimut yang tebal dan berwarna ungu itu.
Dia segera menghangatkan badannya dalam selimut itu.
Merebahkan badannya kembali ke tempat tidur itu.
la berdoa sebelum tidur,
sebuah kebiasaan baik yang selalu
dilakukan alek sebelum tidur.
Ibunya yang mengajarkannya
ia selalu mendidik alek dan lena dengan baik dan penuh kasih sayang.
Bertolak belakang dengan Michael ayah mereka yang sikapnya begitu dingin, acuh, dan kejam.
Michael tidak pernah
memperhatikan anak- anaknya.
Untuk sekedar mengobrol saja
tidak pernah.
Bahkan la juga tidak pernah mangajak anaknya pergi ke suatu tempat untuk bertamasya, Seperti kehidupan anak-anak di lingkungan keluarga lainnya pada umumnya.
Bahagia bersenda gurau, bercengkrama, penuh kasih sayang dan juga penuh cerita.
Michael dia seolah memiliki
kehidupan dan dunianya sendiri.Tidak pernah sedikitpun
memperdulikan Maria beserta kedua anak mereka.
alek tidak pernah melihat mereka berdua akur. Tidak pernah melihat mereka pergi berdua, naik kendaraan bersama, makan bersama, dan bahkan tidur pun di
kamar yang terpisah. Mereka selalu saja
Bertengkar, bila ada omongan sedikit saja Michael selalu berteriak pada Maria.
Sikapnya kasar, seperti
berbicara pada musuhnya.
Sungguh kasian Maria, seperti tidak dicintai oleh suaminya
sendiri. Meski begitu alem begitu
menyayangi Maria dan lena.Mata alek memandangi
Maria sosok ibu yang sangat membuatnya nyaman dan aman.
Tempat ia berkeluh kesah, tempat ia menuangkan segala perasaannya. Dia berjanji dalam hatinya, ia ingin membahagiakan Ibu dan kakaknya kelak.
Setelah puas memandangi Ibu dan kakaknya, alem kemudian memejamkan kedua matanya dan tidur.
Mereka bertiga terlelap dalam
tidurnya.
Keesokan harinya.
Sinar Matahari masuk melalui celah jendela yang terbuka sedikit.
Wajah alek diterpa seberkas cahaya dari sebelah kirinya.
"Silau," katanya sembari
__ADS_1
mengerenyitkan dahinya Cahaya itu membuatnya
terbangun dari tidurnya. Matanya menyipit ia berusaha melebarkan matanya tapi seolah tak bisa.
"Berat sekali mataku!" katanya lalu menghela nafas panjang.
la berusaha lagi untuk membuka kedua matanya agar melebar.
"Ngantuk sekali aku..." katanya lagi kemudian menguap.
alek masih mengantuk,
Matanya masih berat dan
tubuhnya terasa kaku sekali.
"Eeeehmmmmmm." Sambil menggeliat dia berusaha meregangkan otot-otot badannya. Dipanjangkannya tangan dan kakinya agar otot yang tadinya bengkok menjadi lurus.
"Ahhh, pegal sekali badanku." alek mengeluh lagi sembari berusaha mengumpulkan nyawanya.
Melihat ke arah sekitar matanya berkeliling di dalam kamar lena. la melihat jam dinding warna ungu muda.
Sambil nemicingkan matanya Hector terkejut melihat jam dinding menunjukkan pukul sepuluh pagi.
"Oh tidaaak!!!" teriaknya kaget,
"Aku kesiangan."alek melihat ke arah sekitar
ternyata ibu dan kakaknya pun sudah tidak ada di kamar itu.
"Sial aku kesiangan." alek terus mengumpat. "Aku terlambat ke sekolah!"
Dia lupa bahwa ini adalah hari sabtu dan sekolahnya sudah pasti
libur.
Dengan cepat dia membuka selimut tergesa untuk beranjak dari tempat tidur lena, dia
membuka selimut itu dengan tergesa.
alek segera berlari membuka pintu kamar lena dan menuju ke kamarnya lalu membuka lemari pakaian dan mengambil baju seragam sekolah, dasi, topi beserta pakaian dalamnya.
"Aduh aku terlambat dua jam!!" keluhnya lagi, dia masih lupa jika hari ini hari libur.
Jam masuk sekolahnya
memang pukul delapan tepat, sedangkan sekarang sudah pukul sepuluh.
Sambil melucuti pakaiannya
satu persatu, ia terus bicara menggumam seperti kebingungan,
alek memasuki kamar mandi ia
segera menghidupkan shower.
Air hangat itu mengenai tubuh kecil alek, rasanya hangat sekali. Sambil membersihkan badannya kemudian dia membasahi wajahnya,
"Aduh...." keluhnya.
alek teringat akan
kesakitan yang dia dapat semalam di kakinya.
Bahkan dia lupa tidak
membuka perban yang sudah dibalut oleh ibunya semalam dan
Malah langsung membasahinya.
Saking lelap tidurnya tadi sungguh membuat ia lupa segalanya.
Tangan kanannya meraih sabun cair di rak yang menempel di dinding kamar mandi
itu.
alek menekan pencetan sabun itu dan meneteskannya beberapa kali ke tangannya.
Kemudian tangannya mulai bergerilya ke seluruh tubuh kecil itu, disabuni nya badan kecil itu dengan merata. Ia bersihkan setiap bagian tubuhnya terutama di bagian lekukan tubuhnya.
Selesai menyabuni tubuh itu sampai rata, dia menghidupkan air hangat itu Kemball.
Membilas tubuhnya yang penuh sabun dengan air hangat sampai bersih dan keset.
Setelah itu tangan kanannya mengarah ke rak yang menempel di dinding dan mengambil shampoo.
la menuangkannya di tangan kiri kemudian meletakkannya diatas rambut pirangnya.
Rambutnya agak gatal, ia menggaruknya agak keras dan kencang.
Selesai menggosok
rambutnya ia kemudian membilasnya dengan air hangat.
__ADS_1
Mukanya tersenyum, seperti menikmati air hangat itu.
"Segarrrrr!!" katanya.
ia segera mematikan air showernya lalu melangkahkan kakinya di lantai yang agak basah.
Kakinya berjalan perlahan melangkah ke arah wastafel
kemudian tangan kanannya
Mengambil sikat gigi warna biru.
Tangan kirinya mengambil pasta gigi, kemudian membuka tutupnya dan memencet pasta gigi itu ke atas sikat giginya.
alek menggosok semua bagian giginya menggunakan tangan kanannya, tidak terlewat satu bagian pun.
Selesai menggosok gigi dia menghidupkan air kran dan
mengambil air dengan kedua tangannya lalu berkumur sampai bersih.
Kemudian diletakkannya sikat dan pasta gigi itu ke tempatnya semula.
Tangannya meraih handuk
biru di gantungan dinding.Dengan cepat dia
mengeringkan tubuh kecilnya.Setelah semua telah selesai,
Dia segera Kembali ke kamarnya, dan mengeringkan badannya sekali lagi.
Tangannya mengambil pakaian dalam dan bajunya. Satu persatu digunakannya dengan teliti agar rapi.
alek seorang anak yang
suka rapi dan bersih.
Selesai berpakaian ia segera mengambil minyak rambut
Kemudian merapikan rambutnya agar rapi.
Menyisir nya perlahan sehingga tertata sesuai seperti yang ia mau.
Potongan rambut gaya anak laki-laki jaman sekarang. Rambutnya diberdirikan ke atas.
alek terlihat sangat ganteng dan rapi lalu berjalan menuju meja belajarnya dia
membuka tasnya dan mengambil buku yang ia perlukan sesuai jadwal pelajarannya.
Dia masih mengira ini adalah hari Jumat. Selesai merapikan buku dan tas dia kemudian ia bergegas mengambil kaos kaki dan sepatu kets warna hitamnya.
Digunakannya satu per satu dengan rapi. Tangannya meraih tas dan segera menggunakannya di punggung.
alek menuju keluar kamar, kemudian dia mencari ibu dan kakaknya untuk berpamitan.
Matanya berkeliling mencari mereka kesegala penjuru rumah itu.
"Ibu,... kau dimana ?"
teriaknya.
"Kakak,.. kau dimana ?"
teriaknya.Sambil mencari ibu dan
Kakaknya di kamar mereka masing -masing.
Lalu ia mendengar suara
ibunya menyahut.
"Ibu di dapur, Nak.."
Terlalu bersemangat alek berlari ke arah dapur menghampiri ibu dan kakaknya yang sedang memasak.
alek lupa kaki kirinya terkilir karena terjatuh di ruang tamu
semalam, ia tersandung kaki
Michael ayahnya.
Sepertinya sudah tidak terasa sakit lagi. Tidur nya sangat nyenyak sehingga kakinya sembuh dengan sendirinya.
"Selamat pagi Ibu... Pagi
lena..."sapanya.
Setelah mencium pipi kedua wanita itu alek kemudian berpamitan.
Melihat anak laki-lakinya memakai seragam sekolah lena heran sambil menggaruk kepalanya.
"Tunggu nak ini hari sabtu kan?" tanya lena.
"Hah? Sungguh?"
__ADS_1