Alex Mafia

Alex Mafia
bab;_22


__ADS_3

Bermaksud membantu ibunya, lena segera mempersiapkan baju yang akan digunakan ibu, dirinya dan adiknya tidur nanti.


Baju piyama warna putih untuk ibunya, Piyama warna ungu untuk dirinya dan piyama warna biru milik adik kesayangannya. Semuanya memiliki warna


kesukaan masing-masing.


Maria mengambil tas yang


berisi peralatan mandi di dalam


koper, berisi sabun mandi, shampoo, pasta gigi beserta sikat gigi. Semuanya lengkap dibawa Maria di dalam koper itu, tidak ada yang tertinggal. Maria benar- benar seorang ibu dan istri yang sempurna.


Sambil membalikkan


badannya Maria kemudian


menengok ke arah kamar mandi.


Tangan kanannya membawa tas berisi peralatan mandi miliknya dan kedua anaknya yang sudah ia persiapkan tadi. Tak lama ia segera berjalan ke arah kamar mandi yang berada di ujung lalu menyalakan lampu kamar mandi itu.


Kedua mata Maria terkejut dan berbinar - binar....


"Wah indah sekali kamar


mandi ini siapa orang yang mendesain kamar ini begitu luar biasa". Bibirnya tidak berhenti memuji keindahan seluruh ruangan termasuk kamar mandi itu.


Kamar itu sengaja tidak di rubah semua barang interiornya masih sama, sejak bangunan itu berdiri dan penataannya masih sama persis dari tahun delapan belasan sampai saat ini.


Sepertinya hanya tempat tidur saja yang dirubah menggunakan Kasur matras modern. "Ibu aku mandi sama ibu ya, aku sudah Lelah sekali!" keluh lena yang sudah tidak sabar ingin mandi karena seharian beraktifitas tubuhnya berkeringat dan ia juga sudah sangat mengantuk.


"Aku pakai shower saja bu." Kata lena sambil buru-buru melepas baju yang melekat pada tubuhnya satu per satu. Kemudian di masukkannya ke dalam keranjang tempat baju kotor yang ada di dalam kamar mandi itu.

__ADS_1


lena menyalakan Shower membasahi rambut dan tubuhnya dengan air hangat dari pancuran itu, tangannya meratakan sabun cair berwarna ungu aroma khas blueberry kesukaan lena ke seluruh permukaan kulit nya.


lena membersihkan setiap inci tubuhnya yang tadi berkeringat dan terkena debu, Kemudian membilasnya dengan air hangat dari pancuran shower itu,


Sementara Maria


menghidupkan kran kamar mandi dan mengisi bak mandi untuk merendam tubuhnya. Diisinya penuh dengan air hangat. Seperti biasa dia memberikan tetesan sabun aroma terapi untuk nya berendam. Wanginya sungguh khas aroma bunga Lilac kesukaan Maria.


Maria mulai merendam badannya ke dalam bak mandi. Tubuhnya Lelah setelah seharian menyetir mobil dan berbelanja berkeliling pusat perbelanjaan di mall Tijuana tadi. Tubuhnya sudah tidak muda lagi, ia mudah Lelah sekarang. Umurnya sudah kepala empat memang sudah bukan usia muda lagi. Tapi wajahnya masih sangat cantik dan masih memancarkan aura yang dapat membuat para pria jatuh hati pada kecantikan wajahnya.


lena sudah selesai mandi,...


"Segar sekali rasanya." Kata lena sambil mengambil handuk dan segera mengeringkan


badannya kemudian dia bergegas memakai piyama warna ungu yang sudah dia siapkan tadi. lena meninggalkan kamar mandi dan kembali ke dalam kamar.


lena segera menaiki tempat tidur klasik berbahan dasar kayu jati di cat dengan warna coklat tua dengan ukiran kayu disana sini, kasurnya ditutupi dengan seprei berwarna putih bersih.


"Hmmmm empuk sekali Kasur ini." Sambil meggoyangkan badannya ke Kasur empuk itu.


badan menenggelamkan


lena sudah sangat mengantuk, Kasur empuk itu seperti magnet membuatnya tidak mau beranjak dari situ. Kemudian kedua tangannya menarik selimut berwarna putih itu perlahan menutupi seluruh tubuhnya yang sangat kedinginan selessai mandi tadi.


"Hoaaaam,... aduh aku sudah tidak dapat menahan kantukku." gumamnya pelan sambil menguap dan menata posisi tidurnya.


alek masih saja sibuk menghabiskan malamnya dengan memotret semua objek di ruangan kamar tidur mereka. Dia yang rencananya akan mandi malah sudah lupa dan asik bermain memotret objek kesana kemari. Seperti tidak punya lelah alek terus saja menentukan objek untuk dipotret.


"alek ayo buruan mandi ini sudah pagi loh, kamu mau mandi jam berapa?" Teriak lena mengingatkan alek yang keasikan memotret sampai lupa waktu.


Kemudian alek tersadar dan segera melihat jam tangan warna biru yang sudah menunjukkan pukul setengah satu pagi. Dilihatnya jam nya berulang kali sambil memicingkan kedua matanya seolah tidak percaya bahwa ini sudah jam setengah satu pagi. Anak kecil itu kemudian menepuk jidatnya,...

__ADS_1


"Astaga aku sampai lupa mandi kak, kenapa tidak kau ingatkan aku dari tadi kakak?" sesalnya karena kelewatan bermain.


"Aku kan sibuk juga tadi bantu ibu!" sahutnya menanggapi alek yang menyalahkannya karena tidak mengingatkan untuk segera bergegas mandi. Karena sudah lelah lena bersikap masa bodoh dengan pertanyaan adiknya dan segera menarik selimutnya setinggi leher.


"Aduh berat sekali mataku!" seru lena yang sudah makin mengantuk sambil memejamkan kedua matanya ia berangkat tidur.


Tak lupa lena berdoa di dalam hati meminta perlindungan Tuhan agar melindunginya serta keluarganya dalam tidurnya malam ini dan membangunkannya besok dalam keadaan sehat tanpa kekurangan suatu apapun.


Setelah berdoa lena langsung tak sadarkan diri, dia terlelap dalam tidurnya malam itu. Cuaca yang sangat dingin membuatnya tenggelam di dalam selimut tebal diatas Kasur itu.


Sementara Maria sudah selesai berendam dan membersihkan badannya. Menggunakan piyama warna putih yang sudah dipersiapkan lena tadi kemudian dia segera meninggalkan kamar mandi dan bergegas menuju ke tempat tidur.


Maria berjalan ke arah meja di depan TV dan mengambil air mineral yang disediakan pihak hotel di setiap kamar. lya dia sangat kehausan, ditegukknya beberapa kali air mineral dalam kemasan botol itu. Lega rasanya,...


Melihat alek yang


kebingungan mengambil piyama di lemari yang sudah dipersiapkan kakaknya lena, Maria segera menyuruh putranya untuk segera mandi karena hari sudah larut.


"Hampir Pagi ini nak kenapa masih belum bergegas mandi?" Serunya pada alek agar ia segera mandi membersihkan


badan. "Iya bu ini lagi siap-siap mandi." Jawabnya dengan terburu buru sambil berlari ke kamar mandi.


Sambil membawa handuk dan piyama alek bergegas masuk ke kamar mandi.


Didalam kamar mandi ia menghidupkan air hangat dan membasahi tubuhnya, memberikan sabun mandi di setiap jengkal kulitnya. Kemudian membilasnya dengan air hangat.


Anak kecil itu lalu mandi dengan terburu-buru karena dia sadar ini sudah larut sekali.


"Mandi bebek aja lah aku." Bicara sendiri di dalam kamar mandi sambil mengeringkan badannya setelah selesai membersihkan badan.


Sambil melangkah kembali ke dalam kamar ia mematikan lampu kamar mandinya.

__ADS_1


Saat memasuki kamar tidur ternyata ibunya belum tidur, ia menghidupkan TV dan menonton acara di televisi sambil menunggu anaknya selesai mandi.


__ADS_2