Alex Mafia

Alex Mafia
bab;_18


__ADS_3

Petugas kasir itu telah selesai menjumlah semua belanjaannya. Kemudian memasukkan barang belanjaan ke dalam tas belanjaan.


"Berapa total belanjaan saya semuanya mba ?" tanya Maria.


"Total semua dua ratus lima puluh enam dolar ibu." kata kasir itu.


Kemudian Maria mengeluarkan dompetnya dari tas berwarna merah muda itu.


Maria segera mengeluarkan uang dari dompet kemudian menghitungnya sesuai dengan total belanjaan mereka. menyodorkan uang itu ke petugas


Tangannya kemudian kasir tadi.


"Ini mba dua ratus lima puluh enam dolar ya mba!" kata Maria."Iya bu benar, Terima kasih sudah berbelanja di gerai kami."jawab kasir.


"ini struk belanjanya bu, silahkan ditukarkan hadiah mangkuk dan piringnya bu di bagian informasi."


"Baik terima kasih mba, selamat malam." Jawab Maria.


"Selamat malam ibu hati -


hati di jalan." jawab petugas kasir.alek dan lena membantu


ibunya mereka segera memasukkan tas - tas belanjaan


itu kedalam keranjang belanja, agar mereka tidak perlu membawa barang itu dengan tangan dan bisa mendorongnya sampai di parkiran mobil.


Selesai membayar mereka segera keluar meninggalkan pusat perbelanjaan itu.


Waktu sudah menunjukkan pukul Sembilan malam, dan mereka juga masih belum makan malam.


Dari tadi sebenarnya perut mereka sudah keroncongan tanda lapar dan haus. Tapi mereka belum selesai berbelanja. Maria mengajak kedua anaknya untuk makan di lantai atas tempat dijual banyak makanan. Mereka segera menaiki eskalator menuju ke tempat makan


Beberapa saat kemudian sampailah mereka di gerai makanan, beraneka macam jenis makanan dari lokal sampai luar negeri ada semua disana.


alek dan lena berdecak kagum melihat makanan yang


bermacam -macam.


Mata mereka mulai berkeliling melihat ke arah gerai makanan itu


sambil menengok ke kanan kiri


mengamati makanan apa yang ingin mereka pilih.


"Kalian ingin makan apa anak anak ?" tanya ibunya.


Sambil menengok dan tersenyum melihat ke arah kedua anaknya yang sedang bingung menetapkan pilihannya.

__ADS_1


"Sebentar ibu kami masih


memilih makanannya." Sahut mereka


"aku mau minuman boba ya bu." pinta alek pada ibunya.


"Aku juga mau boba ah,.." kata lena.


"Ya sudah ini uangnya kalian pilih dan beli sendiri apa yang kalian mau ya anak-anak." kata Maria.


"Yeaaaay,.." seru anak- anaknya kegirangan.


lena dan alek segera bergegas menuju ke arah gerai yang menjual minuman boba.


Mereka masih mengantri di gerai itu karena agak rame saat itu. lena mendapat nomor antrian tiga, dia yang mengantri karena alek masih kecil dan tinggi badannya belum bisa menggapai meja kasir.


Beberapa saat kemudian tiba giliran lena memesan minuman


itu. Dia memesan dua minuman boba rasa cokelat dengan boba untuk toppingnya.


minuman itu sedang di siapkan.


Selesai memesan mereka menunggu beberapa saat Sambil duduk di kursi tunggu mereka mengambil beberapa objek foto dengan kamera telepon genggam milik mereka.


Tidak melewatkan


maria masih duduk di meja menunggu lena dan alek memesan makan dan minuman. Sambil melihat telepon genggam miliknya, pikirannya masih tertuju pada Sebastian. Sambil memikirkan suaminya dia


melamun melihat isi pesan di telepon genggam nya.


la sengaja membaca pesan pesan yang pernah dikirim oleh suaminya, melihat tanggal kapan terakhir suaminya mengirimkan pesan singkat itu padanya. Maria begitu sedih, tanpa sadar ia menitikkan air mata di pipinya.


Sudah beberapa tahun lalu pesan itu dikirim kan oleh alek . Isi dari pesan itu


mengatakan bahwa Michael sangat merindukan Maria, ia ingin Maria cepat kembali pulang dari tempatnya bekerja.


Maria merasakan kesedihan yang teramat sangat setelah membaca pesan singkat itu. Pesan itu memang sengaja tidak pernah dihapus dari memori telepon genggamnya. Hanya pesan singkat itulah kenangan yang ia miliki saat ini, tentang


perasaan Michael saat sikapnya masih belum berubah seperti


sekarang.


Sungguh sakit perasaan Maria mengingat kemesraan mereka dulu. Hampir tidak pernah terbesit di pikirannya bahwa Sebastian hidupnya hancur berantakan


akan membuat perasaannya dan


seperti sekarang.

__ADS_1


Air matanya semakin deras,


serasa hatinya di hujam dengan panan bila mengingat hubungannya dengan suami yang sangat ia cintai itu.


Tiba-tiba Maria tersadar bahwa saat ini dia sedang bersama kedua anaknya, dia tidak ingin kedua anaknya melihatnya menangis. Sadar akan hal itu tangannya segera merogoh tisu yang berada di dalam tas merah muda miliknya, kemudian diambilnya beberapa lembar tisu


kemudian segera menghapus air matanya.


Setelah air matanya kering ia segera memasukkan telepon genggam itu ke dalam tas.


Teringat kedua anaknya belum kembali ke meja kemudian dengan cepat tubuhnya beranjak dari kursi tempat ia duduk dan kemudian berdiri....


Matanya kemudian berkeliling mengamati dimana kedua anaknya memesan makanan dan minuman.


Nah itu mereka, mata Maria melihat kedua anaknya di salah satu gerai minuman boba di sebelah kanan meja tempat mereka duduk. Setelah menemukan mereka Maria pun merasa lega kemudian kembali duduk dan menunggu mereka selesai memesan. Sementara di gerai boba,..


"Pesanan atas nama lena,.." teriak pelayan gerai


minuman boba. "Iya mas..." jawab lena.


Tangan lena segera meraih tas belanja yang berisi minuman boba itu dan membawa nya dengan tangan kirinya. Beranjak pergi dari gerai minuman mereka berdua menuju ke gerai makanan steik


lya mereka berdua sudah memutuskan ingin makan daging steik. Sesampai nya di gerai steik mereka segera memesan. Mata mereka tertuju pada daftar menu yang berada di atas papan menu.


"Selamat malam, mau pesan kak?" tanya pelayan. apa


Tangan kanan pelayan itu sambil menyodorkan daftar menu


pada lena dan alem. "Malam kak, saya mau pesan tiga porsi steik daging lulur dalam ya kak."


"Kemudian kentang ukuran besar tiga porsi." Pesan lena kepada pelayan.


Sambil melihat menu Helena


memesan makanan untuk mereka berdua dan juga ibunya.


"Baik, mau pesan pakai saus apa kak?" tanya pelayan.


Tangannya sambil menunjukkan letak menu saus di daftar menu kepada lena.


"Saus ayam jamur saja ketiganya kak." Sahutnya.


"Baik mohon ditunggu lima belas menit ya kak, ini nomor pesanannya nanti makanannya saya antar ke tempat duduk." Katanya. "Baik kak terima kasih, saya duduk di sebelah sana ya." Kata lena sambil menunjuk ke arah meja tempat mereka duduk.


"Terima kasih dan selamat malam kak." Jawab pelayan itu.


Selesai memesan dan membayar pesanan itu mereka berdua segera berjalan ke tempat cuci tangan. Membersihkan kedua tangannya setelah memegang barang belanjaan dan benda lain nya

__ADS_1


Selesai mencuci tangan mereka kembali ke meja tempat duduk tadi dimana Maria sudah menunggu mereka berdua kembali.


__ADS_2