Alex Mafia

Alex Mafia
bab:3


__ADS_3

"alek berlari menghampiri sambil berteriak, " lepaskan ibu ku! " alek yang tiba tiba berhasil mengumpulkan keberanian nya.


tangan kecil bocah itu bergetar. dia memegang sebilah pisau itu. pisau yang tadi di gunakan ayah nya untuk mengancam ibu nya.


di arahkan nya pada Michael dan alek menatap wajah nya.


"lepaskan ibu ku! , " teriak nya lagi


kaki dan tangan alek bergetar berusaha tetap tegar diatas ketakutan nya melawan ayahnya sendri yang nampak semakin marah.


"hah, " teriak Michael sambil tertawa, "apa kau anak kecil? hahahha.. kau berani menantang aku? " tanyanya kepada alek yang tak sudi melihat ibunya di aniaya dengan ayahnya sendiri dengan muka tampak mengejek, Michael tertawa terbahak-bahak matanya menatap kearah alek penuh dengan api kemarahan


tak lama


tangan pria itu bertumpu di tanah bermaksud untuk berdiri mengangkat tubuhnya yang sedang berada di atas tubuh Maria


pria itu bergegas membungkuk kemudian berdiri sempat kesusahan menahan tubuh besarnya sendiri hampir saja terjatuh karena sempoyongan akibat pengaruh minuman keras yang terlalu banyak ia minum..


tak pernah benar caranya berdiri Michael menghampiri alek, ia mendekati anak kecil itu dengan wajah penuh kemarahan.


tubuh pria kecil itu semakin bergetar, jantung nya berdegup kencang , semua tubuh nya bergetar menandakan ketakutan yang luar biasa malam itu.


^^^pisau itu tetap di todongkan kearah Michael.^^^


..."hahahahahhaa.... "tawa Michael, " ayo bunuh aku anak kecil, "teriak nya...


" apa kau berani melakukan nya? "tanyanya dengan sombong.


alek yang merasa tertantang segera mengayunkan pisau itu kearah perut nya Michael sambil mengancam bahwa dia akan menusuk pisau itu.


" hahahhhaaha... "Michael tertawa lagi

__ADS_1


ia berjalan manusia ke arah alek dengan sempoyongan menghampiri nya seolah tidak ada rasa takutnya jika alek akan bener bener menusuk kan pisau


" jangan maju lagi! "teriak alek ," berhenti disitu! "


rasa penuh ketakutan dan Michael tau itu. seolah sengaja menakuti Michael tidak menghentikan langkah nya


"ayo pengecut. bunuh aku!" teriak Michael cepat ..


"hahahahahha.... " dia tertawa


dasar pengecut"oloknya kepada alek


tentu bocah sepuluh tahun itu tidak tahu harus berbuat apa. dia terdesak merasakan emosi yang teramat sangat kepada pria jahat itu yang merupakan ayahnya sendiri.


kebingungan itu membuat dima dan tertegun alek lengah. matanya menatap iba kepada ibu nya yang terkulai lemah di tanah bersimbah darah dan bagian wajahnya.


bibir tipis itu sobek dan berdarah.


...kedua lobang hidungnya mengeluarkan darah dan tidak berhenti mengucur seperti mimisan pelipis matanya bengkak...


" apa yang harus aku lakukan? "bisiknya dalam hati.


tiga puluh detik berlalu, mereka saling diam dan sama sama menunggu.


alek lengah, sungguh dia sangat kebingungan, melihat pria kecil itu semakin gugup Michael mendorong tubuh nya alek dengan sangat kuat.


" aduh.. "teriak alek, " ah...


seperti terjun bebas , anak kecil itu terjatuh ke tanah pisau nya jatuh dari tangannya


Kepalanya terbentur di sebuah batu besar yang ada di tanah

__ADS_1


"tidaaakkkk.... " teriak maria ibu nya alek.. tidak anak kuu


darah segar keluar dari pelipis nya alek yang terluka karena benturan tadi


maria bergegas berdiri dan berlari menghampiri alek yang saat itu terjatuh.


dia meraih dan memeluk anak laki-laki nya itu dengan segera ia menekan bagian pelipis dekat matanya alek yang berdarah dengan tangannya bermaksud untuk menghentikan pendarahan.


Alek masih sadar, untung saja dia tidak pingsan akibat benturan tadi


" alek kau tidak apa apa nak.. tanya maria


aku baik bu.. hanya sedikit pusing "sahut alek yang masih berusaha membuat ibu nya tak khawatir


bagaimana dengan mu, bu.? "


tanya alek pada maria ibunya


"aku tidak apa apa nah , nak! " jawab maria


"syukur lah bu! " alek nampak tersenyum simpul.


mereka duduk di tanah, saling berpelukan dan saling menguatkan


"pengecut!!" teriak Michael pada putra nya sambil mengejek seperti anak kecil, Michael masih juga belum sadar atas apa yang terjadi


dia mengambil pisau itu dari tanah, kemudian berlenggang pergi dengan gaya jalan sempoyongan khas orang mabuk seperti tidak terjadi apa apa, dia pergi begitu saja kembali ke dalam rumah..


"hahahahhaha.. " sambil tertawa terbahak- bahak menandakan rasa puas selayaknya psikopat


"tap.... tap.... tap..... "

__ADS_1


langkah kaki pelan mendekati ternyata lena dia menghampiri maria dan juga alek


iya nak. ibu tidak apa apa! "jawab maria


__ADS_2