
Kedua matanya tertuju pada cermin di hadapannya, ia mulai bercermin melihat wajahnya dengan detail. Sepertinya wajah lena sudah tidak seberapa pucat seperti tadi.
Beberapa saat kemudian lena memutuskan untuk pergi keluar dari kamar mandi itu.
"Pusing sekali kepalaku
leherku juga terasa berat!" seru lena sambil memegang leher dan diusap-usap lehernya dengan tangan kanan begitu juga dengan kepalanya dengan perlahan.
Kepala lena terasa berat kelelahan karena berpikir keras tadi, tidak sadar tubuhnya terasa dingin sampai menusuk ke dalam tulang-tulangnya. Sudah hampir sekitar satu jam ia di dalam kamar
mandi itu sambil merenung.
Helena segera membuka pintu kamar mandi bernuansa klasik itu dengan tangan kanan dengan perlahan agar tidak bersuara. Mata nya berkeliling ia mengintip adik dan ibunya dari dalam kamar mandi.
lena melangkahkan kaki perlahan seperti mengendap - ia keluar dari kamar mandi Sambil menengok melihat
keadaan di luar kamar, ia mengendap-endap melangkahkan kakinya perlahan.
Seperti dugaannya,..
la menemukan ibu dan adiknya ternyata sudah tertidur pulas di atas tempat tidur. Mereka terlihat kelelahan tidurnya sangat nyenyak sampai tak sadarkan diri lagi
Untung saja aman lena selamat dan lolos dari pertanyaan ibunya tadi,...
lena mendekati dan memandangi wajah ibunya, matanya tidak kuat menahan tangis melihat ibunya.
Kedua tangannya serasa ingin memeluk Maria dengan kuat tapi ia tidak berani, dia takut bila membuat ibunya terbangun dari tidur karena pelukannya. Sambil memandangi ibunya penuh kasih sayang, lena seakan masih tidak percaya dengan apa yang terjadi tadi dan ia saksikan dengan kedua matanya sendiri.
Sedih lena sangat sedih, saat ini dunianya seakan runtuh menimpa tubuhnya, dia merasa ayahnya sudah berlaku tidak adil pada ibu, dirinya dan adiknya.
Sungguh kasian sekali ibunya...
lena masih belum bisa menerima kenyataan pahit itu. Pikirannya masih tertuju pada wanita yang tadi bersama ayahnya.
Sambil memandangi wajah cantik ibunya, lena menggelengkan kepalanya seakan tidak percaya dan tidak habis pikir jika ia teringat kejadian tadi. Membayangkan ayahnya bersama
wanita muda itu di dalam kamar,apa yang mereka lakukan di dalam kamar itu berdua saja tanya lena dalam hati...
__ADS_1
Pikiran lena kacau.
lena terus saja bertanya dalam hatinya, seakan ada benang yang ruwet di dalam pikirannya ia tidak dapat lagi berpikir dengan jernih.
Saat ini yang ada di benaknya hanya ibunya la beranjak dari tempat tidur
itu kemudian melangkah ke arah balkon kamar yang masih terbuka.
lena saat ini sedang berdiri diatas balkon kedua tangannya memegang pagar bermotif klasik itu. Diletakkannya kedua tangannya di atas pagar itu sambil menahan tubuhnya yang sedang menatap pemandangan di bawah.
Sekarang badannya sedikit membungkuk, siku kedua tangannya menumpu pada pagar dan kepalanya melhat ke bawah.
Sesaat lena termenung dengan pandangan kosong.
Beberapa saat kemudian dirinya kembali dalam posisi berdiri tegak.
lena Lelah, pikirannya
kacau, tubuhnya lemah terasa
lemas semua ototnya, padahal ia baru saja menyantap makanan yang lumayan banyak dan besar porsinya.
sepertinya nyaman rebahan disitu." Sambil bicara sendiri ia berjalan ke arah kursi malas itu.
Tubuhnya terasa lemas.
lena buru-buru
meletakkan tubuhnya diatas kursi
malas yang terbuat dari bahan kayu rotan berwarna coklat kemerahan. Kedua tangannya meraba pegangan kursi sambil perlahan meletakkan kepalanya di atas bantalan kursi rotan jati itu.
Hampir semua barang di dalam hotel itu terbuat dari kayu jati. Pantas saja semua tampak masih berdiri kokoh dan awet bertahan selama ratusan tahun. Kayu jati memang terkenal kuat dan awet, jenis kayu ini tahan terhadap serangan rayap dan jamur. Usia kayu lebih dari ratusan tahun, selain itu kayu jati memiliki ketahanan yang baik terhadap perubahan cuaca dan perubahan suhu.
Jenis kayu ini banyak digunakan dan banyak diminati oleh semua kalangan, karena ketahanannya terhadap cuaca dan suhu kayu ini bisa di export kemana saja baik daerah tropis maupun daerah dingin.
lena merasa lemah, tubuhnya lelah matanya terasa berat karena menahan tangis dan kepalanya pusing karena berpikir keras. Tak kuat menahan berat badannya lagi, ia sedikit merasa kan gantuk,...
__ADS_1
Diselonjor kan kedua kakinya di atas kursi rotan jati itu. "Aaaah susah sekali menghilang kan kejadian tadi dalam pikiranku ini, Tuhan!" teriak lena merasa jengkel sambil memukul - mukul kepala nya dengan sedikit keras seolah ingin melupakan dan mengeluar kan sosok itu dalam kepala nya.
Kembali dibuka kedua buah matanya, kemudian kedua tangannya menutup muka tanda dia mulai muak dengan apa yang diingat dalam pikirannya hanya ada bayangan kejadian tadi. lena sangat muak dengan kelakuan ayah nya dan perempuan itu.
"Aku ingin berteriak." bisiknya pelan sambil memegang dahi nya mengguna kan kedua tangan nya." Ucap nya pelan sambil berusaha melampias kan kekesalan nya pada ayah nya dan wanita itu.
Kedua tangan nya merengut rambut nya kemudian menjambak dan meremas rambut nya sendiri.
"Astaga,.. aku tidak bisa tidur.." keluhnya sambil menyipitkan mata dan menjambak rambut nya sendiri.
"Kenapa aku harus terus mengingat hal memalukan itu." Keluh nya lagi sambil mengingat kejadian tadi.
Ditarik nya napas panjang dan ia mulai mengatur napasnya agar
kembali teratur.
"Aku harus mencoba lebih tenang!" serunya sambil memejamkan matanya kembali dan mengatur napas nya perlahan.
Kemudian ia mulai memejamkan matanya,..
Kedua matanya kemudian
kembali terpejam, perlahan ia ingin melupakan pikiran jelek tentang ayah nya tadi Siang itu lena ingin tidur di
balkon sambil melihat awan, cuaca siang itu sungguh sejuk tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin dan semilir angin sepoi-sepoi membuat tubuhnya merasa nyaman.
Sambil menenang kan diri nya ia berdoa dalam hati, ingin semua kembali normal seperti masa kecilnya bersama ibu, ayah dan adiknya. Kehidupan mereka yang begitu sempurna kala itu penuh dengan kebahagiaan dan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Tidak kurang suatu hal apapun, Saat ayah nya masih begitu menyayangi mereka....
Beberapa menit kemudian
lena benar-benar tertidur. Dalam keadaan hanya mengguna kan piyama dia tidur diatas kursi rajut dari bahan kayu
rotan jati. Sampai lupa mengambil selimut dan bantal...
Dia hanya tidur beralaskan bantalan kursi yang tidak seberapa tebal, tapi rasa nya nyaman sekali.
la tertidur sangat pulas....
__ADS_1
Lepas melupakan segala ingatan nya tentang kejadian tadi,.. tersenyum dalam tidur nya terasa seperti nyaman sekali. Hawa hangat dari matahari siang menjelang sore yang menerpa tubuh lena saat itu memberi kan rasa tenang baginya. Benar - benar sejuk sekali hawa yang
cocok untuk liburan... bersama keluarga