Alex Mafia

Alex Mafia
bab. _17


__ADS_3

Tidak terasa keranjang belanjaan mereka sudah mulai penuh, hampir tidak cukup lagi. Padahal belum semua belanjaan yang mereka catat itu terbeli. Ada Beberapa barang dalam catatan yang ternyata stocknya di gerai juga sudah habis jadi mereka harus menggantinya dengan membeli merk lain.


Mereka masih berputar - putar di pusat perbelanjaan yang sangat luas itu. Berusaha menemukan barang keperluannya untuk bekal kebutuhan selama sebulan di rumah mereka. Maria masih memerlukan beberapa item barang lagi kurang lebih sekitar dua puluh barang lagi yang belum mereka dapat.


"Jam berapa ini sayang ?" tanya Maria.


alek segera memeriksa jam tangan warna biru yang ia gunakan di tangan kirinya.


"Sekarang sudah pukul tujuh malam ibu." jawabnya.


Sungguh tidak terasa waktu pada hari itu berjalan begitu cepat, padahal mereka belum sepenuhnya puas berkeliling di seluruh bagian mall itu.


"Bu bolehkah kita menginap alek.


berjalan-jalan di mall ini bu, aku


"Iya bu, kami belum puas juga masih ingin mencari peralatan sekolah."


lena memerlukan beberapa buku dan alat tulis untuk keperluan sekolahnya.


Mendengar anaknya meminta agar menginap Maria pun berpikir


keras. Bingung karena harus alek.


berjalan-jalan di mall ini bu, aku


"Iya bu, kami belum puas juga masih ingin mencari peralatan sekolah."


lena memerlukan beberapa buku dan alat tulis untuk keperluan sekolahnya.


Mendengar anaknya meminta agar menginap Maria pun berpikir


keras. Bingung karena harus.


ditempuh pun sekitar dua jam, bisa-bisa sampai rumah tengah malam. Bahaya juga bagi mereka bila menempuh perjalanan di tengah malam, kalau misal mobil mogok atau ban kempes tidak ada yang dapat membantu.


Karena rute yang mereka tempuh merupakan daerah persawahan dan peternakan sudah pasti akan sepi bila dilewati


pada malam hari.


Maria sudah memutuskan untuk tinggal bermalam di kota ini dan menghabiskan waktu malam ini untuk berbelanja sisanya baru menginap di hotel. Kebahagiaan anak-anak adalaah kebahagiaan Maria juga, Maria lebih mengikuti kemauan kedua anaknya. Karena memang usul mereka ada benarnya juga.


"Baiklah anak-anak ibu


sudah memutuskan bahwa kita akan menginap saja malam ini."

__ADS_1


Mendengar ibunya mengatakan kalimat itu mereka tersenyum dan bersorak penuh kegembiraan.


"Yeaaaay,... kita masih punya banyak waktu sampai besok disini... " teriak alek


Helena pun tersenyum dan mengerlingkan matanya ke alek,


tanda bahwa dia juga sangat menyukai rencana ibunya.


Melihat mata kedua anaknya yang berbinar - binar, Maria ikut senang seperti ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh kedua anaknya. Iya memang benar keadaan di rumah mereka seperti di dalam neraka. Mungkin kedua anaknya sudah lama memendam perasaan penat dan ketakutan melihat ayah dan ibunya selalu


bertengkar dan berselisih pendapat.


Sehari-harinya adegan itu saja yang mereka lihat dan dengar. Pasti mempengaruhi kondisi psikis kedua anaknya.


Mereka pun segera berkeliling di beberapa lorong pusat perbelanjaan mencari barang - barang yang masih belum terbell.


Setelah beberapa saat


kemudian mereka berhenti karena sudah cukup Lelah. Tempat itu begitu luas sampai membuat mereka kelelahan malam itu.


"Apalagi yang belum terbeli lena ?" tanya ibunya.


Maria bertanya memastikan kepada putrinya itu, apa saja yang belum mereka dapatkan.


"Ehm sebentar bu aku cek dulu catatannya, tadi sudah aku


Sambil menghitung kekurangan yang belum terbeli.


"Berarti tinggal lima item barang yang belum kita temukan ya bu." Sahutnya.


"Oke apa saja dari lima


barang itu sayang coba sebutkan?"


"Atau sini coba ibu lihat saja sendiri catatannya." Ibunya


meminta.Sepertinya kekurangan yang belum terbeli hanya tinggal peralatan mandi seperti sabun mandi, pasta gigi, shampoo, spoon mandi, sikat gigi, sabun cuci baju, pewangi pakaian dan pembersih lantai.


"Setelah ibu hitung ternyata ada delapan item barang yang belum terbeli ya lena." Kata


ibunya.


"oh iya bu maaf aku tadi salah


hitung, aku lupa malah aku coret yang belum terbeli." Jawabnya.

__ADS_1


"Maaf ya bu, hampir saja terlewat yang belum terbeli itu." Sambil meminta maaf.


"Iya nak tidak apa 1 apa kok kan masih bisa kita beli sekarang." Jawabnya.


Sambil menunggu Ibu dan kakaknya memeriksa kekurangan barang itu alek melihat ke arah


jam tangan biru yang ia pakai di tangan kanannya. Jam itu sekarang menunjukkan pukul setengah sembilan.


"yah hari sudah malam, aku membeli boba." Keluhnya.


masih ingin jalan-jalan dan


"Waktu benar-benar cepat sekali, padahal aku masih belum puas mengelilingi mall ini." Keluh alek.


Matanya sambil berkeliling memandang seluruh isi mall itu. alem masih penasaran dengan Mall itu dia masih ingin berputar dan naik ke lantai yang lebih tinggi lagi.


Merasakan hal yang sama mereka bertiga masih belum puas mengelilingi mall itu. Tadi berangkat dari rumah memang kesiangan sehingga waktu sampai di mall sudah sore. Waktu jadi


sangat sedikit sekali untu mengelilingi mall sebesar itu. Tidak cukup waktu sehari untuk berjalan-jalan di mall itu.


Rasa ingin tahu mereka bertiga terhadap mall itu belum terpuaskan. Masih banyak tempat yang ingin mereka singgahi malan itu.


Peralatan mandi berada di Lorong sebelah, mereka segera menuju ke Lorong itu untuk mencari barang-barang yang masih kurang. Sambil mendorong keranjang belanjaan itu alek mengikuti ibunya dari belakang dan membantu mengambil barang yang masih belum terbeli.


Tidak lama kemudian mereka sudah selesai, barang-barang yang tadinya belum terbeli sekarang sudah lengkap semua. Keranjang itu menjadi makin berat dorongannya, alek merasa tidak


kuat jika harus mendorong nya sendiri.


Dia kemudian meminta


bantuan lena untuk menarik keranjang itu dari depan sembari dia mendorong nya dari belakang. Ditariknya keranjang belanjaan itu dengan perlahan oleh lena.


Mereka segera berjalan ke arah kasir dan buru-buru membayar belanjaan itu. Sesampainya di kasir mereka


segera membongkar isi dari keranjang itu satu demi persatu. Dikeluarkan nya semua barang - barang itu dengan hati-hati.


"Selamat malam sudah selesai belanja nya bu." Sapa kasir.


"Malam, iya sudah selesai mba ini saja yang saya beli semoga sudah lengkap semua." Jawab nya.


"Baik ibu mohon tunggu


sebentar ya bu." Sahut kasir itu.


Sambil menunggu petugas kasir itu menjumlah belanjaan mereka. alek dan lena menggunakan pembersih tangan karena tadi mereka memegang banyak barang juga keranjang belanja. Iya mereka sangat suka kebersihan, seolah tangan nya tidak mau kotor mereka kemudian mengambil tisu basah di dalam tas Maria."Ibu apa boleh kami minta tisu basah?" tanya lena.

__ADS_1


Tangan kanan nya Maria segera merogoh ke dalam tas warna merah mudanya dan mengambil menyodorkannya ke lena.


Tisu basah kemudian menyodor kan ke lena


__ADS_2