Alex Mafia

Alex Mafia
bab;_16


__ADS_3

Selesai memarkir mobilnya, Maria, alek dan lena segera melepaskan sabuk pengaman itu. Serasa tidak sabar lagi untuk memasuki gedung megah itu.


Mereka beranjak dari tempat duduknya untuk keluar dari mobil hitam milik Maria.


Maria mengambil tasnya di


kursi belakang kemudian menutup


kaca dan mengunci pintu mobil.


Mereka bertiga berjalan mencari pintu masuk ke Mall itu. Baru beberapa Langkah dari mobil mata mereka berkeliling di sekitar tempat parkir itu, mereka mencari petunjuk tulisan "pintu masuk".


"aku menemukannya,.. itu disana bu!" tunjuk alek .


Sambil menunjukkan lokasi pintu masuk itu dengan


menggunakan tangan kanannya. alek menunjuk ke arah kiri dari posisi mobil mereka. Ternyata benar pintu masuknya berada tidak jauh di sebelah kiri dari posisi Maria memarkirkan mobilnya.


Langkah mereka semakin bersemangat terlihat dari derap Langkahnya yang menjadi lebih cepat dari sebelumnya. Mereka masuk ke mall itu, gedungnya


begitu megah ruangan di dalamnya sangat luas sekali seperti bisa digunakan untuk bermain sepak bola.


Mall itu menjual segala macam kebutuhan dari kebutuhan Primer, sekunder dan tersier.


lena dan alek tidak berhenti memotret, mereka sungguh tertarik dengan berbagai objek di Mall itu.


Sambil menaiki tangga eskalator mereka menuju ke pusat perbelanjaan yang terletak di lantai sepuluh.


Berarti Tujuh lantai lagi yang harus mereka naiki, Merasa kagum alek sesekali tertawa dan tersenyum.


Anak yang berusia sepuluh tahun itu sangat tertarik dengan hal-hal yang dirasa baru baginya.


Sebelumnya alek juga pernah ke mall ini tapi sudah sekitar tiga bulan lalu.


Sudah lama mereka tidak keluar dari rumah, kegiatan sehari - harinya hanya sekolah dan bermain di sekitaran rumah tinggalnya.


Mereka terus saja berkeliling dan mencari tangga eskalator untuk mencapai lantai sepuluh.


Tiba-tiba Langkah Maria terhenti di lantai Tujuh, ia berhenti di sebuah gerai tas.


"Kenapa berhenti ibu bukankah kita akan ke lantai sepuluh?" tanya alek.


Sambil tersenyum ibunya mengajak alek dan lena masuk ke dalam gerai tas itu.


alek dan lena pun ikut tersenyum sambil melangkah


menuju gerai tas itu, seakan mereka mgengerti kode yang diberikan oleh ibunya itu.


lya benar tas alek dan lena sudah rusak, ada beberapa bagian yang robek di sana sini.


Maria teringat bahwa tas anaknya rusak, maka dari itu ia berniat untuk membelikan tas baru untuk kedua anaknya. Kebetulan Maria baru saja mendapatkan bonus dari Bosnya tempat ia


bekerja. Maria mendapatkan bonus

__ADS_1


karena ia tekun dalam pekerjaannya dan tidak pernah bolos kerja. Maria selalu menjadi karyawan yang baik dan teladan bagi karyawan lainnya di tempat ia bekerja.


"Silahkan pilih tas mana yang kalian suka anakku." Katanya.


"Asiiiik,..." Jawab mereka


berbarengan. alek berlari ke dalam gerai


itu sambil mencari tas dengan gambar tokoh super hero yang ia suka.


Sementara lena sudah pasti memilih tas warna ungu


kesukaannya.


Maria duduk disebuah kursi


tunggu di dalam gerai sambil menunggu anak-anaknya


memilih tas.


la tersenyum melihat


kebahagiaan kedua anaknya. Perasaannya lega mengetahui anak-anaknya tidak murung dan trauma atas kejadian kemarin. Malah sebaliknya mereka bisa tersenyum dan bahagia.


Perjalanan ini membuat mereka lupa akan kejadian kemarin. Maria sungguh bersyukur hal yang terjadi kemarin tidak mengganggu pikiran kedua anaknya


Kedua anak itu selalu dapat memberi Mala semangat untuk hidup, Mereka bisa membuat Maria tertawa dan Bahagia.


Meski tanpa sosok suami yang mendampingi hari-harinya, sudah cukup baginya dengan keberadaan anak-anak nya yang begitu dewasa, penurut, baik hati dan sangat menyayanginya.


Maria bersyukur kepada Tuhan atas apa yang sudah pernah ia lalui bersama Sebastian, karena dia telah memberikan kedua anak yang sempurna baginya. Meski kini ia dan Michael berakhir tidak


harmonis,


Setidaknya Maria masih


memiliki anak-anak yang sangat menyayanginya,


Maria terlarut dalam lamunannya, pandangannya kosong sambil bersandar di kursi tempat dia menunggu kedua anaknya.


Tiba-tiba maria terkejut, ada yang memanggilnya..


"Ibu aku mau tas ini saja ya"


katanya.


Ternyata alek yang memanggil ibunya yang sedang terlarut dalam lamunan, ia sudah menetapkan pilihannya. Tas berwarna biru dengan gambar Kapten Amerika di bagian depannya.


"Sudah final ini pilihannya sayang?" tanya ibunya.


"Sudah dong bu, sambil tersenyum bahagia." Jawabnya.


Beberapa saat kemudian lena datang ke tempat duduknya, ia juga sudah menetapkan pilihannya pada sebuah tas warna ungu tua dengan motif garis kotak-kotak.

__ADS_1


"Aku yang ini aja bu, warna ungu kesukaanku sambil tersenyum." Katanya.


"Ok, iya bagus itu sayang." Jawab Maria.


Kemudian Maria segera membawa kedua tas itu ke kasir dan membayarnya. lena dan alek membawa satu-satu tas belanjaan mereka yang berisikan tas sekolah.


Melangkah keluar dari gerai tas itu mereka segera berjalan dengan tersenyum Bahagia, kemudian menaiki eskalator ke


lantai delapan.


Tiga lantai lagi menuju ke tujuan mereka. Beberapa saat kemudian mereka sampai di lantai sepuluh.


Maria segera mengambil satu keranjang dorong untuk menaruh barang belanjaannya.


Tangan alek meraih menarik keranjang dorong itu dengan pelan dari tangan Ibunya, ia tidak mau


Ibunya capek karena harus mendorong keranjang belanjaan mereka. Jadi alek berniat untuk mendorongnya.


"Biar aku saja bu yang mendorongnya, nanti ibu capek." Katanya.D


"Baiklah sayang hati-hati


mendorongnya ya." Sahutnya


Maria.


Mala melepaskan pegangan


tangannya dari keranjang kemudian menyodorkannya pada alek.


Meraih pegangan itu alek kemudian mulai mendorong keranjangnya sambil mengikuti ibunya yang sedang memilih barang belanjaan. Mata Maria mengamati dan berkeliling melihat barang-barang apa saja yang akan ia beli.


"lena ibu lupa apa saja


yang harus dibeli coba keluarkan catatan belanjaannya!" perintah Maria.


"Ini bu sudah aku catat semua yang ibu perintahkan tadi." Jawabnya.


"Anak pintar, sini berikan pada ibu catatan itu!" perintahnya.


lena mengeluarkan catatannya dari saku celananya dan memberikan catatan itu pada ibunya


kurang lebih lima puluh item


Dalam catatan itu ada sekitar barang yang akan dibelinya. Semuanya kebutuhan dapur, isi kulkas, peralatan mandi dan lainya.


Mereka mulai berjalan dan berbelanja, tangan Maria dan lena meraih barang-barang yang ingin mereka beli sesuai catatan.


Mata alek dan lena


tertuju pada makanan kecil


beserta minuman rasa - rasa, beberapa kali mereka mengambil dan memasukkanya ke dalam keranjang belanjaan. Memang menyenangkan melihat banyak makanan dan minuman dengan berbagai jenis dan merk di pusat perbelanjaan itu. Membuat lapar mata apalagi anak kecil seperti mereka yang rumahnya jauh dari

__ADS_1


keramaian dan jarang membeli makanan kecil mereka memborong makanan kesukaan juga minuman


__ADS_2