Alex Mafia

Alex Mafia
bab;12


__ADS_3

"Hahahahahahaha!" lena menertawakan kebodohan adiknya.


Maria berjalan menuju ke ruang keluarga mendekati kalender kecil yang ada di atas meja ruangan itu.


Dipegangnya kalender kecil itu, dia memperhatikan dengan seksama. Mencoba menghitung


tanggal dan memastikan hari apa sekarang. Maria yakin sekarang adalah hari sabtu karena juga ibur kerja hari ini.


"Bukankah sabtu ini tidak ada kelas ekstra, Dek?" tanya Maria sembari memastikan ini hari apa.


alek bingung ia melihat kalender yang dipegang ibunya mencoba menghitung dan mengingat-ingat tanggal dan hari apa sekarang.


"Oh astaga..." alek tertawa sambil menepuk dahinya, "Iya benar ini hari sabtu, kenapa aku bisa sampai salah hari begini ya?" terheran.


Maria dan lena saling memandang kemudian mereka bertiga tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Hector.


Tak mau berlama-lama dalam tawa, mereka melanjutkannya dengan candaan dan gurauan


Yang lain. Bahagia meliputi wajah mereka bertiga, seperti tidak ada kesedihan lagi di raut wajah mereka.


Dalam candaan pagi itu mereka sambil menikmati sarapan yang dibuat oleh lena dan ibunya.


Sarapan kali ini ibu dan kakaknya membuat Roti bakar diisi beberapa potong daging sapi yang ditaburi sedikit lada hitam,


Ditambah dengan beberapa


potong keju dan satu biji telor mata sapl.


Sayurannya menggunakan irisan tomat, mentimun, dan daun selada segar.


Untuk sausnya Maria menggunakan saus mayonaise, saus tomat dan sedikit saus sambal.


Perpaduan yang lengkap


Untuk sebuah roti isi.


Roti isi daging, buah apel dan segelas susu hangat. Menu sarapan orang Amerika pada umumnya.


Maria mendapatkan susu murni itu dari peternakan yang tidak jauh dari rumah milik mereka.


Iya dia berlangganan susu itu sudah cukup lama sudah sekitar


13 tahunan, saat mereka baru pindah ke rumah itu sampai sekarang. Tidak pernah absen hampir setiap hari dia selalu membeli susu di peternakan milik Tuan Eduardo Santoz dan istrinya Rica Santoz.


Peternakan itu berjarak sekitar dua kiloan dari rumah Maria dan Michael Maria cukup mengayuh sepeda untuk membeli susu di peternakan Tuan Eduardo.


Sangat dekat.


Umur Tuan Edoardo sekitar 56 tahunan tidak jauh dengan usia istrinya Rica Santoz terpaut sekitar 2 tahunan. Tuan Eduardo orang yang sangat baik, ia beserta istrinya Rica banyak membantu Maria dan keluarganya.


Tuan edoardo seringkali memberikan bonus untuk tempatnya. Beberapa kali Maria


Membeli susu satu liter tapi oleh tuan Eduardo diberi dua liter. Sungguh baik sekali beliau selalu memberikan susu ekstra pada keluarga Maria.


Maria memang berlangganan susu di peternakan itu. Susu sapi yang masih segar dan bergizi untuk melengkapi kebutuhan anak


-anaknya yang sedang dalam masa pertumbuhan.


Sarapan pagi itu ia hanya


Bersama kedua anaknya saja


tanpa ada Michael suami Maria. Seperti itulah kebiasaan sehari- hari mereka makan tanpa ada sosok bapak dan suami.


Michael selalu sarapan dan makan di luar rumah. Seolah lebih baik kelaparan daripada makan bersama keluarganya. Padahal Maria selalu membuatkan makanan untuknya, tapi tidak pernah disentuhnya makanan itu.


Sungguh aneh sikapnya.


Entah kerasukan jin mana si Michael itu.


Beberapa saat.


Mereka selesai menghabiskan sarapan paginya.

__ADS_1


"Aaah kenyang sekali rasanya perutku kekenyangan."


alek segera menghabiskan dua potong roti isi, segelas susu yang dibuatkan ibunya dengan lahap.


Selesai sarapan bocah kecil itu mencuci piring dan gelas yang sudah ia gunakan.


Bergegas menuju kamar


tidurnya.


Kemudian.


"alek.." ibunya memanggil.


"Iya Bu." Sahut alek dengan


lantang."sebentar lagi ikut ibu belanja


Ke kota ya, ibu haru membeli beberapa kebutuhan!" kata ibunya.


Hari ini Maria libur dari pekerjaannya, dia bermaksud pergi ke kota membawa anak-anaknya untuk berbelanja dan berlibur.


"Asiiik,..oke bu!" sahutnya


senang.


alek dan lena senang


bila ibunya mengajak mereka perg


ke kota Tijuana, seperti melihat


Kehidupan yang mewah disana.


Melihat segala kemewahan yang tidak mereka temukan di tempat yang mereka tinggali sekarang.


Mereka tinggal di daerah pinggiran Tijuana sekitar satu setengah sampai dua jam untuk sampai ke kota. sangat jarang ada mall dan tempat hiburan lainnya.


Bu?" tanyanya.


alek sangat bersemangat dia sudah tidak sabar ingin segera pergi ke kota itu.


"setelah ini ya, Nak.. ibu siap siap dulu" sahut ibunya.


"Gantilah pakaian dulu, jangan lupa bawa baju ganti masukkan ke dalam tas ranselmu!" perintah ibunya.


"Baik bu." Sahutnya.


"Yeaaaay.." teriak alek kegirangan.


Kedua kakak beradik itu kemudian segera bergegas menuju kamarnya, mereka segera bersiap-siap. alek mengganti pakaiannya dengan kemeja motif garis berwarna biru dan celana jins panjang.


Kemudian mengganti sepatu


Kets hitam yang ia gunakan tadi dengan sepatu kets warna putih.


Tampan sekali alek...


Dia kemudian menyemprot parfum di bajunya.


Menyemprotkan parfum ke bajunya agar baunya segar dan wangi. la segera mengganti perban di pelipis matanya dengan perban baru. Tadi perbannya basah terkena air pada saat ia


Mandi pagi dan belum sempat diganti.


Saat ini sudah terlihat bersih, rapi dan tampan.


alek sudah siap pergi.


Begitu juga dengan Helena,


dia sedang bersiap-siap.


Perempuan biasa berhias lebih

__ADS_1


lama daripada


laki-laki. lena mengenakan


kaos ketat warna ungu muda,


celana panjang warna putih.


la mengikat rambutnya yang pirang itu ke atas kemudian mengepangnya dan diikat dibagian bawah.


lena terlihat sangat cantik ia sudah mulai beranjak dewasa tiga belas tahun umurnya sekarang.


Sama seperti alek ia


menggunakan sepatu kets warna putih


lena menempelkan


pelembab di wajahnya kemudian menaburi mukanya dengan bedak bayi, menggunakan sedikit lip balm di bibirnya agar agak keliatan lebih segar.


lena sudah siap.


Mereka berdua berbarengan


keluar dari kamarnya menuju ke ruang keluarga yang berada di


dekat kamar mereka, menunggu


Ibunya bersiap.


Maria sedang mandi di kamarnya, ia bersiap lebih lama daripada kedua anaknya. Karena memang ia belum mandi sejak ia bangun tidur pagi tadi.


Sembari menunggu ibunya


bersiap-siap, lena dan alek


mengobrol di ruang keluarga.Maria buru-buru segera


menuju kamarnya.


Memasuki kamar mandi ia


mulai menyalakan shower membersihkan badannya menggunakan air hangat kemudian menggunakan sabun aroma terapi kesukaannya.


Mandi seperti biasa.


"Hmmmm wangi sekali,"


katanya.


Kemudian membilas badan yang sudah disabun dengan air hangat.


"Segar sekali..." katanya.


Selesai mandi dia segera mengeringkan badannya menggunakan handuk warna merah miliknya.


Maria segera membersihkan luka-luka di wajahnya, ia mengobati luka-luka itu dan mengganti perban baru.


Selesai mengganti perban ia segera memakai pelembab wajah perlahan di bagian wajah yang tidak terluka.


Setelah itu memakai bedak bayi kesukaannya kemudian memakai lipstick warna merah jambu.


Maria mencari pensil alisnya di dalam laci lemari hias tapi tidak berhasil menemukannya.


Rupanya pensil alis itu hilang entah kemana.


Untung saja ia masih mempunyai pensil alis yang baru ia beli kemarin lusa. la segera meraut pensil alis itu dengan menggunakan rautan yang ia miliki. Kemudian mulai dan cantik.


menggambar alisnya dengan rapi


Selesai menggunakan alis. tangannya Kembali ke laci untuk


mengambil pemerah pipi. di hiasnya pipi tembem miliknya itu sehingga tampak merah merona

__ADS_1


__ADS_2