ALGEA

ALGEA
BAB 13 (Kenapa Dia Ada Di Sini?)


__ADS_3

Clarissa Wiratmadja (Part 5)


Aku memang belum pernah memperkenalkan Arnold sebelumnya kepada kalian. Tetapi, karena saat ini dia sudah menunjukkan aktivitasnya kepada kedua sahabatku, jadi aku akan mengenalkan dia kepada kalian.


Seperti yang sebelumnya ku katakan, Arnold adalah sesosok anak laki-laki berkebangsaan Belanda yang masih  remaja. Kalau di perhatikan lebih jelas, dia terlihat seperti anak SMP. Mata yang bulat dengan lensa berwarna biru terang, berkulit putih pucat, berambut cokelat, dan memakai setelan baju khas anak-anak belanda di zamannya dulu.


Bisa dibilang, Arnold adalah hantu yang tampan, diantara semua hantu-hantu lainnya.


Arnold meninggal karena dibantai oleh para tentara Jepang.  Sewaktu itu, dia dan juga teman-temannya pergi bermain di salah satu taman yang tidak jauh dari rumahnya. Namun sayang, ketika sedang asyik bermain, tiba-tiba sekumpulan orang bermata sipit itu datang dan menembaki mereka semua.


*_*ALGEA*_*


"Maksud lo apa sih, Cla? Jangan nakut-nakuti gue, yah!" Ucap Rana.


"Gue gak nakutin, kok. Aku serius, demi apa pun," balasku.


Tiba-tiba Aldora membungkuk, lalu memungut pecahan kaca itu. "Udah deh, gue gak mau bahas hantu-hantuan. Lebih baik kita beresin ini, habis itu kita pergi main ke TS (Trans Studio).


"Tapi gue serius. Sepertinya, dia mau nyampein sesuatu sama kita. Tapi gitu, dia gak mau share infonya kalau gak di kasi kenalan dulu sama kalian," ucap dengan nada frustasi.


"Gini yah, Cla. Oke, semisal gue setuju mau kenalan sama si Arnold ini, trus cara berkenalannya gimana?" Ujar Aldora. "Apakah gue harus jabat tangan? Lo kan bilang dia hantu, kok hantu bisa jabat tangan?" tambahnya lagi.


"Untuk kali ini, gue setuju dengan apa yang di katakan Aldora." Ucap Rana.


Aku hanya tersenyum, lalu mencoba menjelaskannya secara perlahan. "Sebenarnya, kalau kalian memang benar-benar mau berinteraksi dengan Arnold, aku bisa membuat kalian bisa merasakan kehadirannya. Tapi, untuk saat ini dia hanya ingin kalian tahu kalau dia ada. Yang gue maksud berkenalan sama kalian, bukan dalam arti sentuhan fisik lah, orang dia hantu."


"Syukur deh kalau gitu. Kirain, si Arnold ini bakalan ngikutin kita terus nantinya," ucap Rana.


Kalau mau jujur, sebenarnya Arnold memang selalu mengikuti kami bertiga, dimana pun. Yah, terkecuali ketika kami berada di dalam toilet.


Arnold sangat baik padaku, dan bagiku Arnold sudah seperti keluarga. Dia sudah mengikuti sekaligus menjaga ku sejak kecil, dan sampai sekarang.

__ADS_1


"Oke, hei Arnold atau siapa pun itu. Sekarang gue tahu kalau lo salah satu teman Clarissa, dan teman Clarissa teman kami juga" ucap Aldora tanpa disangka.


Mendengar ucapan Aldora, senyum Arnold terukir di wajahnya. Setelah itu, dia menghilang begitu saja.


"Lo ngomong apaan sih, Dora? Kirain lo gak percaya," tanya Rana keheranan.


"Gak tahu deh, yang gue mau piring ini cepat-cepat beres. Abis itu kita capcus. Kalau kita mau bahas masalah hantu-hantuan sama Clarissa, bakalan gak ada kelar-kelarnya. Jadi, yah mending diikutin aja. Mau nyata, gak nyata mah itu urusan belakang," jawab Aldora santai.


Setelah mendengar jawaban dari Aldora, Rana langsung terdiam. Lalu kemudian, ikut membantunya mengambil beberapa beling yang masih berserakan.


Aku menyentuh bahu Aldora. "Thanks yah, Dora. Waktu lo ngomong kayak gitu, dia seneng banget. Yah, meskipun lo gak percaya, tapi gue tetep berterimakasih."


"Oke Sisy. Sory,  karena gue masih belum bisa percaya sama lo."


"Gak apa-apa kok. Gue ngerti."


"Lo langsung siap-siap aja, Cla. Biar gue dan Dora yang ngurus sisanya," ucap Rana.


*_*ALGEA*_*


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan panjang, kita betiga akhirnya sampai di Mall Trans Studio ini.


Sebenarnya, perjalanan dari rumahku menuju ke Mall TS ini tidak lah membutuhkan waktu yang lama. Namun karena macet, akhirnya kami menempuh perjalan agak panjang untuk sampai ke sini.


"Yuk, kita langsung aja ke bagian wahananya!" Ucap Rana.


Aku dan Aldora mengangguk setuju.


Ketika kami sampai, suasana yang tadinya selalu ramai, kini terasa sangat sepi. Itu karena kami datang disaat jam-jam sekolah dan plus bukan hari weekend.


Bagusnya, kami bertiga bisa bermain sepuasnya tanpa menunggu antrian yang panjang lagi.

__ADS_1


*_*ALGEA*_*


Setelah membeli tiket, akhirnya kami masuk ke dalam area yang penuh dengan beeaneka ragam arena permainan.


"Yuk, kita main wahana petar-petir," ucap Rana, lalu menarik lenganku.


Ketika hendak memasuki kawasan antrian wahana itu, aku sengaja mengedarkan pandangan ke sekeliling untuk memastikan bahwa tidak ada arwah atau pun mahluk sejenisnya yang mencoba berinteraksi denganku.


Namun, entah mengapa sudut mataku menangkap sosok yang tidak asing bagiku. Dia bukan arwah, jin, dan sebangsanya. Namun, belakangan aura yang dipancarkannya sangat menakutkan, hampir sama dengan mahluk-mahluk dari alam gaib.


Yap, dia adalah Ariana.


Kenapa dia bisa ada di sini?


*_*ALGEA*_*


*


*


*


*


*


*


*


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2