ALGEA

ALGEA
BAB 17 (Bayangan Ariana)


__ADS_3

Clarissa Wiradmadja (part 6)



Saat ini, aku tidak tahu sedang berada di mana. Semua gelap dan aku benar-benar tidak bisa melihat apa pun. Aku tidak pernah menyukai kegelapan. Itu karena, ketika dalam keadaan gelap, semua wujud mahluk-mahluk astral itu semakin jelas dimataku.


Terakhir yang ku ingat ialah, aku mendengar seseorang memanggil namaku di saat Aldora dan Rana sibuk berbincang dengan Ariana. Aku mencoba mencari-cari siapa sebenarnya yang memanggil namaku, setelah mencari ke sana kemari akhirnya aku menemukan sumber suara tersebut. Dan ternyata, arah suara itu berasal dari sebuah cermin besar di depan sebuah cafe, yang terletak tepat di belakang Ariana. Yah, aku bisa berpindah ke alam yang tidak ku kenali ini karena Ariana.


"Clarissa .... tolong aku!" teriaknya lagi.


Karena penasaran, aku mencoba untuk lebih memfokuskan pendengaran dan pengelihatanku ke arah cermin itu. Ketika aku mulai fokus, tiba-tiba muncul sosok yang wajahnya persis dengan Ariana. Namun, ekspresi wajahnya sangat sedih dan murung. Sosok itu sangat berbeda dengan Ariana yang saat ini berada di hadapanku.


"Tolong bantu aku, Clarissa ..."


"Kamu siapa?" tanyaku menggunakan batin.


"Aku Ariana."


"Aku tahu kamu Ariana. Tapi kamu cuman bayangan, apakah kamu yang di namakan jin Qariin? Jin yang sejak lahir selalu berdampingan dengan manusia?"


"Bukan. Aku bukan mahluk yang seperti kamu katakan tadi. Aku benar-benar Ariana. Dan dia, bukan Ariana. Akulah Ariana yang asli."


"Sejujurnya, aku tidak mengerti apa yang kamu katakan. Kamu--" ucapanku terhenti. Mata Ariana yang berada di hadapan kami bertiga, melirik ke arahku. Dan saat itu juga, entah mengapa jiwaku langsung lemas dan ragaku seperti ditarik, lalu dalam sekejab aku sudah berada di alam yang penuh dengan kegelapan ini.


*_*ALGEA*_*


Aku merasa ada yang aneh dengan alam ini. Biasanya, kalau aku berada di tempat yang sangat gelap, seluruh mahluk halus yang berada di tempat itu mulai mendekat dan menampakkan sosoknya yang sangat beraneka ragam. Rata-rata mereka semua penasaran, kenapa ada manusia berada di dalam mereka. Tetapi, alam yang aku pijaki sekarang ini berbeda. Aku tidak melihat satu pun sosok mahluk penghuni alam ini.


"Hello ... permisi ..."


Hening.


Jangankan melihat sosok, suara-suara pun bahkan tidak terdengar sama sekali di telingaku. Yah, kecuali suaraku sendiri.


Tempat ini benar-benar sunyi.

__ADS_1


"Permisi ... aku Clarissa. Aku tidak akan mengganggu. Tapi, bisakah salah satu dari kalian menampakkan diri? Aku bisa kok di ajak berinteraksi."


Masih tetap hening.


"Mohon maaf kalau kedatangan aku membuat kalian bingung, sejujurnya kondisi aku juga sama seperti kalian. Aku tidak tahu tempat ini."


Aku masih saja terus berbicara, walaupun aku sudah tahu bahwa tidak ada yang akan menjawab satu pun pertanyaan atau merespon ucapanku. Aku berpikir, mungkin dengan mulai menyapa, mereka akan tertarik lalu keluar dari tempat persembunyiannnya.


"Clarissa ... apakah kamu Clarissa?" tiba-tiba muncul suara yang entah berasal dari mana. Dan dia mengetahui namaku.


"Benar. Aku Clarissa. Kamu siapa? Apakah kamu penghuni alam ini?"


"Aku Ariana, Clarissa. Saat ini, aku memang penghuni alam ini. Tidak ada lagi yang menetap di alam ini, selain aku."


Mungkinkah dia bayangan Ariana yang di cermin tadi? Kenapa semakin hari, kepalaku semakin tidak bisa menyerap dengan baik. Aku mulai bingung. Sejak tadi, dia selalu saja menyebut dirinya Ariana. Aku tahu kalau dia memang Ariana. Namun anehnya, dia berkata yang tadi berada di hadapan aku dan teman-temanku bukan Ariana yang asli.


Aku berusaha untuk mengingat, apakah ada beberapa fakta yang bisa aku dapatkan kalau sebenarnya Ariana bukan Ariana yang asli. Oke, bahkan sekarang aku tidak mengerti apa yang sedang ku bicarakan.


"Aku tahu kamu Ariana. Kamu bayangan tadi kan?"


"Aku bukan-- kalau aku bilang, yang sekarang berada di dalam tubuhku itu bukan aku, melainkan sesosok mahluk yang menyerupai aku, kamu percaya atau tidak?"


"Sebelum menjawab pertanyaan kamu, bisakah kita bertatap muka dulu? Sejak tadi, aku hanya mendengarkan suara, tanpa melihat sosok mu."


"Tunggu, aku akan mencari cara untuk bisa menemui mu. Kamu diam di situ."


"Baik."


*_*ALGEA*_*


Setelah menunggu, mungkin hampir satu jam. Bayangan itu belum juga menampakkan sosoknya. Jujur, baru kali ini aku nyaman berada di tempat yang benar-benar gelap. Tidak ada mahluk-mahluk sebangsa jin yang mencoba berinteraksi dan membuat aku risih dan tidak betah.


"Clarissa ... apakah kamu masih di situ?"


Aku terkejut mendengar suara bayangan itu.

__ADS_1


"I--iya. Aku masih di sini."


"Maaf, sepertinya aku tidak menemukan cara untuk kita bisa bertemu. Saat ini, aku berada di dalam ruangan yang di sekelilingnya sangat gelap. Hanya ada satu cahaya yang menerangi, cahaya itu berada tepat di atasku. Aku mencoba untuk keluar, namun sayangnya tidak berhasil. Aku selalu saja kembali ke tempat yang sama."


"Bagaimana, kalau aku yang mencoba mencari mu?"


"Sepertinya, akan sulit."


"Hm ... meskipun sulit, aku akan mencobanya. Aku membutuhkan kejelasan mengenai alam ini dan tentu saja alasan mengapa kamu mengatakan kalau Ariana yang saat ini berada di dunia manusia, sebenarnya bukan Ariana yang asli."


Hening.


"Kamu masih di sana?" tanyaku.


"Iya. Oke, aku juga akan mencari cara untuk kita bisa bertemu. Banyak hal yang ingin aku sampaikan dan itu menyangkut keselamatan nyawa seseorang. Jadi, mari kita berjuang menemukan cara untuk bisa saling berjumpa."


Aku terkejut mendengar apa yang dikatakan bayangan Ariana itu.


Apa maksud dari 'menyangkut keselamatan nyawa seseorang'?


Jangan-jangan, Ariana ...


*_*ALGEA*_*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


BERSAMBUNG


__ADS_2