ALGEA

ALGEA
BAB 14 (Pengalaman yg menyeramkan )


__ADS_3

Rana Inzyna Logiana (Part 4)



Malam itu, ketika gue menyaksikan mayat yang tergantung di atas atap ruangan tersebut, perasaan benar-benar kacau.


Yang bisa gue lakukan hanyalah berteriak sekencang-kencangnya. Sedangkan seluruh badan gue mematung. Bahkan, kaki gue tidak bisa digerakkan.


Untung saja, saat itu Kak Reinan datang. Kalau saja dia tidak ada, mungkin gue sudah pingsan. Setelah Reinan membawa gue keluar, Ariana tiba-tiba datang menghampiri gue. Setelah itu, Ariana membawa gue ke ruang UKS.


Begitu sampai di dalam ruangan itu, aku langsung menelpon Aldora untuk segera datang di sekolah. Lalu tidak beberapa lama kemudian, dia datang bersama dengan Clarissa. Dan tangis gue pun seketika pecah.


Setelah menceritakan kejadian yang telah gue alami, mereka berdua langsung memeluk dan mencoba menenangkan gue.


Setelah sampai di rumah, gue juga menceritakan semuanya kepada kedua Orangtua  dan Abang. Mereka sangat terkejut mengetahui kejadian apa yang telah gue alami di sekolah tadi. Kedua orangtua gue menyarankan untuk beberapa hari ini beristirahat di rumah. Dan gue menyetujuinya. Gue belum siap untuk kembali menginjakkan kaki di sekolah, terutama ketika gue melihat ruangan yang menjadi tempat kejadian perkara tersebut.


Karena masih trauma, malam itu gue meminta Abang Razky untuk menemani gue tidur. Jujur, ingatan tentang mayat dengan wajah yang menyeramkan, yang tergantung di atas plafon ruangan itu, masih terlihat jelas di kepala gue. Dan hal tersebut membuat gue takut. 


"Bang, temenin aku tidur yah?"


"Duh, nih anak. Gak usah takut, kan kamu udah ada di rumah," ucap Abang gue sambil merapikan buku-bukunya.


"Bang, sekaliiiii ini aja yah, temenin aku. Aku masih trauma, Abang kan tau kalau aku anaknya parno-an,"


Sambil menggaruk-garuk kepalnya, "Okedeh, Abang temenin. Tapi kamu langsung tidur, yah! Jangan main-main handphone lagi. Plus jangan gelisah kalau tidur, apalagi kalau sampai ngorok."


"Yeee ... Bukannya abang yang selalu ngorok kalau tidur?"


"hahaha, kamu ini."


Malam itu, gue berusaha untuk menutup mata tetapi sayangnya bayangan-bayangan mayat itu masih tetap melintas . Gue mencoba membolak-balikkan badan, namun hasilnya tetap sama. Malah, Abang gue merasa terganggu dan menyuruh gue untuk tidak banyak gerak.


Namun, karena kedua mata gue belum bisa tertidur, akhirya gue memutuskan untuk mengambil handphone. Ketika membuka handphone, di layarnya nampak sebuah notifikasi yang memberitahukan bahwa MGMA sedang melakukan siaran langsung di Youtube. Dan yang membuat gue lebih bahagia adalah para Oppa kesayangan gue menang. 


Setelah selesai menonton Show tersebut, akhirnya kadua mata mulai mengantuk dan akhirnya bisa tertidur pulas. 


*_*ALGEA*_*


Pagi ini gue bangun dalam keadaan benar-benar fresh, semua hal yang ku alami tadi malam sudah tidak terlintas lagi dibayangan gue. 


Gue mengecek handphone, waktu menunjukkan pukul 5 pagi. Tiba-tiba  ada pemberitahuan dari website resmi sekolah.


Pengumuman ...


Pada tanggal 2 Agustus 2019, kembali terjadi kasus bunuh diri yang dilakukan oleh dua orang siswi secara bersamaan , yang merupakan pelajar di SMA PATRICKORN INTERNATIONAL. Belum diketahui apa motif kedua korban, mengapa mereka bisa melakukan hal tersebut.


Kepala sekolah sengaja mendatangkan kepolisian untuk mengusut kasus tersebut. Menurut beliau, terjadi sesuatu yang tidak baik yang terjadi di kalangan murid-muridnya. Pasalnya, ini merupakan kasus ke dua yang terjadi di sekolah ini. Beliau beranggapan bahwa, para korban baik yang sekarang maupun yang sebelumnya, mereka semua pasti telah mendapatkan sugesti aneh dari beberapa oknum.


Jadi sehubungan dengan kasus tersebut, pihak sekolah memutuskan untuk sementara meliburkan aktivitas sekolah selama 2 hari. Diharapkan kepada seluruh siswa dan siswi untuk tidak dengan sengaja mendatangi sekolah dengan alasan apa pun. Untuk sementara, sekolah dalam proses penyelidikan. Dimohon kerjasama dari para siswa dan siswi sekalian.

__ADS_1


Sekian informasi dari kami, Terimakasih.


Setelah membaca info tersebut, entah mengapa gue langsung kepikiran untuk menelpon Aldora dan mengajaknya sarapan di rumah Clarissa. Berhubung hari ini sekolah diliburkan, gue ingin jalan-jalan ke rumah Clarissa, sekaligus numpang sarapan. Gue kangen masakannya Daddy.


*_*ALGEA*_*


Meskipun mendapatkan omelan yang panjang dari Aldora, dia tetap mengikuti keinginan gue untuk sarapan di rumah Clarissa.


Setelah kami membangunkan Clarissa dan plus menyantap menu Breakfash buatan Daddy. Akhirnya kami memutuskan untuk  pergi jalan-jalan ke Trans Studio setelah sarapan.  Sempat terjadi hal yang aneh di rumah Clarissa, Piring yang berada di dapur tiba-tiba terjatuh dan pecah berkeping-keping. 


Clarissa berkata bahwa piring itu bisa terjatuh karena ada mahluk halus  bernama Arnold yang menjatuhkannya. Hantu bernama Arnold ini ingin berkenalan dengan gue dan jug Alodra. Jujur, gue selalu takut ketika Clarissa tiba-tiba membahas tentang hantu dan sebangsanya. 


"Plis, Clarissa. Lo jangan bahas hantu-hantuan lagi, yah? Gue takut, tau!"


"Iya deh, iya. Kalau gitu, gue siap-siap dulu deh. Yuk, langsung ke kamar gue."


Gue dan Aldora mengangguk setuju.


*_*ALGEA*_*


Akhirnya, kami sampai di Mall Trans Studio. Karena kami datang bukan hari weekend, jadi tidak banyak orang yang datang. Dan itu tandanya, kami bisa bermain sepuasnya.


"Yuk, kita main wahana petar-petir," ucap gue, lalu menarik lengan Clarissa.


Saat kami pergi mengantri, gue menyadari ada sesuatu yang salah dengan Clarissa. Wajahnya tiba-tiba berubah menjadi pucat. Matanya melihat ke satu arah, karena penasaran gue sengaja mengikuti arah pandangannya. 


Karena gue menyubut nama Ariana lumayan kencang, dia seketika berbalik dan langsung tersenyum ketika mengetahui siapa yang barusan memanggil namanya. 


Ariana berjalan menuju ke arah kami betiga.


Clarissa berbalik ke arah gue. "Apa yang dia lakukan di sini?" tanya Clarissa pada gue.


"Kenapa lo tanya kayak gitu? Kan ini tempat bermain, ya pastinya dia datang untuk bermain," jawab gue.


"Gue gak suka dia ada di sini?" ucap Clarissa lagi.


Aldora yang tadinya tidak terlalu memperhatikan keadaan, kini langsung ikut nimbrung karena melihat wajah pucat Clarissa. "Lo kenapa pucat gitu,Cla? Bukannya lo udah sarapan tadi?" tanyanya.


Belum sempat Clarissa menjawab, tiba-tiba Ariana sudah berada di hadapan kami.


"Hai, guys," sapanya sambil tersenyum manis.


"Lo-- kenapa lo bisa ada di sini?" tanya Aldora dengan wajah tidak senang.


"Ya bisa-bisa aja dong. Kenapa gak bisa? ini kan tempat umum," jawabnya santai.


Karena takut suasannya akan berubah menjadi tidak baik, gue mencoba mengalihkan percakapan  mereka berdua.


"Lo bareng sama siapa ke sini?" tanya gue ke Ariana.

__ADS_1


"Gue sendirian sih ke sini. Cuman tadi pas masuk ke bagian wahana, gue gak sengaja ketemu sama Kak Bram, Kak Reinan, dan Kak Alfandi. Mereka mengajak gue untuk ikutan main, akhirnya gue gabung aja sama mereka."


"Oh gitu, yaudah cari sana teman-teman  yang ngajak lo main. Gue gak sudi yah lo ikutan main sama kita!"


"Lo kenapa sih, Dora? Lo tiap ketemu Ariana pasti selalu kayak gini. Salah dia apa sih sebenarnya?"


Aldora melipat kedua tangannya ddi depan dada. "Dia mau ada salah atau tidak gue gak peduli. Yang pastinya gue gak suka sama dia. Kalau lo mau main sama dia, main aja sana! Gue sama Clarissa gak ikutan."


"Ih, apaan sih Dora!"


"Guys, gak usah berantem. Gue emang gak niat kok buat main sama kalian. Gue cuman mau nyapa kalian kok."


"Maaf yah, Ariana. Lagi-lagi Aldora ngomong kasar," ucap gue


"Gak usah minta maaf. Gue laagi-lagi ngerti kok. Yaudah, gue cabut dulu yah?"


"Iya, bye sekali lagi sorry yah,"


Ariana mengangguk, sambil tersenyum lalu kemudian pergi.


"Akhirnya parasit pergi juga," ucap Aldora.


"Dora, lo bisa gak sih tahan-tahan ucapan lo? Oke, gue tahu lo segitu gak sukanya dengan Ariana. Tapi lo gak mesti terang-terangan kasi liat ke dia kalau lo gak suka, bahkan lo gak segan buat ngatain dia. Coba bayangin kalau lo ada di posisi dia, pasti rasanya akan sangat menyakitkan."


"Gue gak mau bayangin diri gue menjadi Ariana. Gue gak sudi, meski pun itu hanya untuk membayangkannya. Mau dia sakit hati kek, mau dia apa kek, itu urusan dia. Siapa suruh dia Fake."


"Lo tuh yah! ---"


"Gak usah bahas dia lagi deh, mendingan kita main, Yuk!" ucap Aldora.


"Yuk! Eh? Mana Clarissa? Bukannya dia tadi ada di samping kita?" tanya gue.


"Iya, tadi dia masih ada di sini kok!" ucapDora.


"Trus Clarissa kemana?"


*_*ALGEA*_*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2