ALGEA

ALGEA
BAB 27 (Dewa Algea vs Iblis)


__ADS_3

DIINGATKAN KEMBALI BAHWA CERITA INI BERGENDRE FANTASI.


Autor Pov



Disuatu tempat di alam Khayangin, terdapat sekumpulan Dewa yang bernama Algea. Para Dewa ini melambangkan rasa sakit dan penderitaan. Tugas Dewa Algea di bumi terkhusus di dunia manusia ialah untuk menghilangkan rasa sakit dan penderitaan. Yang dimaksud 'rasa sakit' disini ialah memotivasi manusia dengan bisikan-bisikan positif agar tidak menyerah melawan penyakit yang dideritanya, tidak peduli berat-ringannya penyakit itu.


Sedangkan, yang dimaksud dari 'penderitaan' ialah memberi dorongan positif kepada manusia yang hendak berjalan ke jalur yang sesat karena terlalu banyak menanggung penderitaan. Semisal, manusia yang tadinya berniat mengakhiri dirinya karena putus cinta atau menanggung hutang yang banyak, karena berkat bantuan para Dewa Algea mereka langsung mengurungkan niatnya untuk melakukan hal tersebut.


Dewa Algea merupakan Dewa penting yang ikut andil dalam melindungi Bumi dan beserta mahluk di dalamnya.


Selain membantu manusia, Dewa Algea juga bertugas membantu bangsa Jin. Seperti yang kita ketahui, manusia dilahirkan ke dunia tidak sendirian. Ada mahluk bernama Jin Qarin yang juga ikut terlahir. Namun, ketika manusia sudah meninggal, Jin itu tidak akan ikut meninggal juga karena umur Jin memiliki batas waktu yang sangat panjang. Dalam bangsa Jin, Dewa Algea membantu para Jin Qarin untuk tidak berada di jalan yang tidak benar. Seperti bersekutu dengan para Iblis yang akhirnya membuat Jin itu menjadi negatif dan akhirnya sering mengganggu manusia.


Rajin, memiliki kerjasama tim yang bagus, pandai, dan sangat santun kepada sesama Dewa itulah para Dewa Algea. Intinya, Dewa Algea memiliki reputasi yang sangat baik di dalam dunia Khayangin.


*_*ALGEA*_*


Hari ini telah tiba. Hari dimana jadwal para Dewa Algea untuk turun ke bumi mengamati seluruh mahluk di dalamnya. Tetapi, sebelum melakukan tugasnya mereka semua berkumpul terlebih dahulu.


"Salam Persaudaraan ...," ucap pimpinan Dewa Algea.


"Salam persaudaraan ...," jawab Para Dewa tersebut.


"Hari ini, seperti biasa kita akan turun ke bumi untuk menjalankan tugas. Saya berharap, Saudara sekalian selalu tetap waspada. Kaum iblis sangat banyak berkeliaran di dunia manusia, jangan pernah Saudara sekalian berniat untuk berinteraksi dengan mereka. Kaum iblis sangat berbahaya," terang Ketua Dewa Alega itu.


"Baik!" ucap seluruh Dewa itu.

__ADS_1


"Apa ada yang ingin ditanyakan sebelum kita mulai turun ke Bumi?"


Hening.


"Bagaimana dengan beberapa anggota baru kita?" Tanya Ketua itu.


Masing-masing turunan Dewa yang berada di dalam Khayangin akan memiliki tambahan anggota setiap tahunnya. Para Dewa muda itu akan diajari tentang apa-apa saja tugas yang akan dijalankannya nanti. Setelah mendapat pelajaran, mereka juga akan mengerjakan sebuah ujian. Ketika mereka lulus, maka para Dewa muda itu bisa ikut terjun langsung ke dunia manusia.


Salah-satu dari Dewa Algea muda itu mengangkat tangannya.


Sang ketua langsung melirik ke arah Dewa muda itu. "Yah, silahkahkan!"


"Terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan oleh saya. Mohon maaf kalau pertanyaan saya sedikit lancang. Saya penasaran, kenapa turunan kita dilarang berdekatan dengan para Iblis?" Tanya Dewa muda itu.


Mendengar pertanyaan itu, para Dewa Algea langsung mendadak khawatir. Pasalnya, belum pernah ada yang berani bertanya seperti itu kepada Ketua mereka, apalagi ini menyangkut para kaum Iblis.


"Turunan kita melambangkan rasa sakit dan penderitaan. Dulunya, para Iblis diberi tanggungjawab untuk menjaga simbol penderitaan. Namun, karena Iblis melakukan hal menyimpang, yaitu memakai simbol itu untuk menjerumuskan manusia ke arah yang tidak benar. Hal itu membuat 'sang pencipta' menjadi marah. Dan akhirnya, wewenang atas lambang penderitaan dipindah alihkan. Pada masa itu, turunan Dewa Algea hanya memiliki satu lambang, yaitu rasa sakit saja. Tetapi karena para Iblis tidak melakukan tanggungjawabnya dengan baik, akhirnya 'sang pencipta' memberi tanggungjawab untuk mengambil symbol penderitaan kepada turunan Dewa Algea," ucap Pemimpin Dewa itu.


Seluruh Dewa terdiam mendengar penjelasan itu. Ada yang terkejut karena pada saat Ketua Dewa Algea menjelaskan dulu, mereka tidak terlalu menyimaknya. Ada juga yang mengangguk, pertanda mereka sudah mengetahui akan informasi itu. Dan untuk Dewa yang masih pemula pastinya merasa ini adalah ilmu dan juga informasi yang sangat penting untuk mereka.


Ketua dari turunan tersebut berjalan pelan menuju ke arah Dewa yang memberi pertanyaan tadi. "Hal itu membuat para Iblis menjadi murka. Sebabnya, yah mereka merasa lebih berhak atas simbol itu dibandingkan turunan Algea. Bahkan, kaum Iblis sempat protes, namun sayangnya 'sang pencipta' tidak menanggapinya sama sekali. Karena itulah para Iblis sangat membenci kaum kita. Mereka akan melakukan segala cara agar turunan Algea berada dijalan yang sesat dan membuatnya berakhir di dalam lembah 'hukuman Dewa'. Kalian pastinya sudah tau tempat itu, bukan?"


Para Dewa itu mengangguk ngeri.


Sambil menepuk pundak salah satu dari Dewa pemula itu, "jadi, apakah kalian sudah paham mengapa sampai kita tidak boleh berdekatan dengan para Iblis? Kalau kalian berpapasan dengan salah satu dari kaum mereka, maka hiraukan saja. Apa pun yang mereka katakan, kalian tidak usah mendengarnya.


Para Dewa Pemula tersebut mengangguk.

__ADS_1


Dewa itu kembali berjalan ke tempatnya semula. "Baiklah! Sebaiknya, kita segera turun ke Bumi. Apakah kalian sudah siap?" Tanya Ketua Algea itu kepada seluruh Dewa yang ada di depannya.


"Kami siap!" ucap seluruh Dewa Algea itu.


Dan akhirnya mereka semua turun ke bumi untuk melaksanakan tugasnya.


*_*ALGEA*_*


*


*


*


*


*


*


*


BERSAMBUNG


Halo sahabat bintang🙋🙋❤


Happy Reading❤

__ADS_1


__ADS_2