
Autor Pov (2)
Seluruh Dewa Algea sedang menjalankan tugasnya untuk melakukan pengamatan tentang mahluk yang ada di Bumi. Begitupun dengan para Dewa pemula.
Para Dewa pemula yang sudah lulus seleksi, akan diberi izin secara resmi untuk ikut terjun langsung ke Bumi untuk melakukan tugasnya. Tahun ini, turunan Algea mendapatkan lima anggota baru. Dan mereka semua telah resmi menyandang predikat Dewa karena telah lulus dalam beberapa tes yang ada.
"Apa kalian sudah siap, Saudara-saudaraku?" ucap Pemimpin Dewa Algea muda kepada seluruh rekannya.
"Kami siap!" jawab para dewa itu.
"Oke, setelah mendata manusia, kita berkumpul lagi di tempat ini," Perintahnya. Dia ditugaskan oleh Ketua Dewa Algea untuk menjadi pemimpin di tim para Dewa pemula.
Kali ini, para Dewa Algea muda diberi tanggungjawab untuk mengawasi dan mengamati manusia-manusia yang masih dalam usia remaja. Mereka pun berpencar mencari wilayah yang menjadi bagiannya. Setelah menemukan lokasi yang menjadi tujuannya, para Dewa itu harus segera mendata manusia mana yang saat ini memiliki suasana hati yang sedang kacau atau dalam masa kesulitan. Selesai mendata, mereka harus segera naik kembali ke Khayingin untuk mendiskusikan strategi untuk membuat manusia yang menjadi targetnya.
*_*ALGEA*_*
Dewa muda sudah berpencar.
Apakah kalian masih ingat dengan Dewa muda yang memberi pertanyaan kepada Ketua Dewa Algea?
Nah, saat ini Dewa tersebut berada di salah satu sekolah swasta terfavorit, yaitu Sma Patrickorn International. Karena ini merupakan tugas pertamanya, Dewa itu masih merasa gugup.
Dewa muda itu berjalan mengitari sekolah.
"Banyak sekali manusia di sini. Bagaimana cara saya menemukan salah satu diantara mereka yang tidak dalam kondisi baik-baik saja?"
Karena belum mendapatkan target, Dewa Algea muda itu kembali berkeliling mengitari sekolah satu kali lagi.
Ketika sedang mengamati, tiba-tiba Dia mendengar sesuatu yang aneh dari arah gedung yang berbentuk kotak itu. Karena penasaran, dia langsung mendatangi sumber suara tersebut.
"Woi, anj***! Lo gak tau apa, kalau kita udah lama nungguin lo datang? Lo pikir lo siapa, hah?" Ujar cewek berambut ikal berwarna cokelat tersebut.
"Maaf, tadi aku ada ujian jadinya agak terlambat," ucap cewek dihadapannya.
"Sedikit katanya?" Tanya cewek itu kepada rekan-rekannya yang juga ikut berada di dalam ruangan. "Hah? Kita udah nunggu lo udah 5 menit yang lalu!" Ujar salah satu teman dari cewek itu.
Ada sekitar tujuh orang ada di dalam ruangan ini. Enam orang sekawan dan satu orang cupu yang tidak tahu apa-apa.
"Maaf ..."
Cewek berambut cokelat yang juga menjabat sebagai ketua dari geng mereka, berjalan mendekati gadis cupu yang ada di hadapannya.
"Lo pikir maaf aja udah cukup?" ketika mereka sudah saling berhadapan, ketua geng itu menganggakat dagu cewek lugu. "Gue mau Tanya sama lo. Lo punya hubungan apa dengan Bramana Tahaya?"
Mata gadis yang sedang berada dalam kondisi tertindas itu terbelalak.
"Ma- maksud kamu apa? Aku gak kenal sama orang yang kamu sebut tadi," jawab gadis itu.
__ADS_1
Sambil melepaskan tangannya dari wajah gadis itu, "hm ..., jadi lo gak kenal?"
"Siapa nama lo?" Tanya salah satu anggota dari geng itu.
"Nama aku Ariana."
"Kelas?" tanyanya lagi.
"Kelas sebelas IPA1"
Mereka saling melirik. Salah satu dari mereka menghampiri cewek yang ada di depan Ariana saat ini, lalu entah apa yang dia bisikkan tiba-tiba cewek itu tersenyum.
"Lo bisa pergi," ucap cewek berambut ikal.
Setelah menyaksikan hal tersebut, Dewa Algea muda langsung memutuskan bahwa Ariana adalah target pertamanya.
Kenapa?
Karena di dalam hati gadis yang bernama Ariana itu Nampak segumpal awan hitam yang dilihat oleh Dewa Algea Muda tersebut.
*_*ALGEA*_*
Meskipun baru menemukan satu target, Dewa Algea sangat senang. Dia menulis nama Ariana di dalam buku catatannya sebagai bentuk laporan kepada Ketua turunannya.
"Apa yang kamu lakukan di sini?"
"Kamu bisa melihat saya?" Tanya Dewa itu kepada manusia yang ada di hadapannya.
"Bisa!" ucapnya santai.
"Kok bisa?" Tanyanya lagi.
"Yah, bisa aja." Jawab manusia itu lagi.
"Saya tidak mengerti. Kenapa manusia seperti kamu bisa melihat saya?"
"Awalnya, aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa melihat mahluk-mahluk seperti kalian. Tetapi, akhirnya aku mulai paham kalau Tuhan memberi aku dua mata yang spesial."
"Saya masih belum paham," ucap Dewa Algea itu.
"Kamu tidak usah memahaminya. Ngomong-ngomong, kamu arwah dari mana?" Tanya manusia itu.
"Arwah? Dia pikir aku arwah? Apa dia tidak melihat simbol kedewaan dilengan kananku ini?" batin Dewa itu.
"Kenapa kamu melamun?" Tanya manusia itu sambil melambaikan tangannya dihadapan Dewa tersebut.
"Oh- aku tidak melamun. Aku bukan Arwah, aku adalah Dewa," ucapnya.
__ADS_1
Hening. Manusia itu menatap Dewa Algea dengan penuh selidik.
"Hahaha ..., kamu ini ada-ada aja. Mana ada Dewa di dunia ini. Kamu ini kebanyakan nonton film."
"Kenapa kamu tertawa? Aku berkata jujur," ucap Dewa itu jengkel.
"Baiklah-baiklah, aku percaya."
Kriiing ...
"Oh- sepertinya aku harus pergi, bel masuk sudah berbunyi. Aku duluan, yah!" ucap Manusia itu.
Ketika hendak melangkahkan kaki, tiba-tiba Dewa Algea menarik tangan manusia itu.
"Kamu kenapa?" Tanya manusia tersebut.
"Siapa nama kamu?" Tanya Dewa itu.
Manusia itu tersenyum. "Namaku Clarissa Wiratmadja. Teman-temanku memanggilku Clarissa. Sedangkan, mahluk-mahluk seperti kamu memanggil aku Icha. Udah tau kan? Aku pergi yah, aku belum kerjain tugas soalnya," jawab manusia bernama Clarissa itu.
"Baiklah!" lalu melepaskan tangannya.
"Senang bertemu denganmu ..." ucap Clarissa sedikit teriak.
Dewa Algea tersenyum. "Saya juga," ucapnya.
"Jadi, manusia spesial ini bernama Clarissa," ucap Dewa Algea dalam hati.
Setelah tidak melihat punggung Clarissa lagi, Dewa Algea langsung pergi meninggalkan sekolah itu. Dan tanpa Dewa itu sadari sesosok mahluk memperhatikannya dari jauh.
"Aku menemukan satuDewa Algea. Sepertinya ini akan menarik," ucap mahluk itu, lalu kemudian menghilang begitu saja.
*_*ALGEA*_*
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
BERSAMBUNG