ALGEA

ALGEA
BAB 7 (Korban Kedua)


__ADS_3

Autor Pov


SMA Patrickorn International merupakan sekolah swasta terfavorite di kota G. Selain dikenal dengan murid-muridnya yang berbakat, sekolah ini juga terkenal akan peraturannya yang ketat.


Yang semakin mendukung kemajuan sekolah itu adalah para anggota Organisasi Intra Sekolah (OSIS). Anak-anak yang bernaung diorganisasi itu adalah siswa dan siswi yang berbakat dan juga memiliki status keluarga yang kaya raya.


Tidak gampang untuk bisa bergabung di dalam organisasi itu. Dibutuhkan kemampuan yang hebat dan juga kecerdasan di atas rata-rata untuk bisa bergabung di dalamnya.


Disekolah mana pun, menjadi salah satu anggota dari  organisasi intra sekolah (OSIS), pasti akan menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi setiap siswi dan juga siswi.


Selain karena populer, setiap anggota pasti akan mendapatkan keuntungan seperti dikenal oleh semua guru, dan secara otomatis akan mendapatkan nilai tambahan.


*_*ALGEA*_*


Tahun ini anggota Organisasi Intra Sekolah (OSIS)  di SMA Patrickorn itu telah membuka kembali  pendaftaran untuk calon penerus OSIS yang baru. Setiap angkatan, pasti akan dipilih berdasarkan hasil seleksi yang sudah ditetapkan oleh anggota sebelumnya.


Para calon anggota OSIS yang baru, wajib mengikuti tahap seleksi yang sudah ditetapkan oleh sekolah dan juga anggota OSIS sebelumnya.


Untuk tahap pertama, dilakukan seleksi berkas. Berkas yang dimaksud adalah rapor, berbagai sertifikat olimpiade atau pun perlombaan lain yang pernah mengharumkan nama sekolah dan berserta surat lainnya.


Bagi yang lulus seleksi pertama, sudah dipastikan mereka bergabung di dalam organisasi tersebut.


Tahap kedua ialah, pengenalan bakat. Tujuan dari seleksi ini ialah untuk menemukan siapa-siapa saja anggota baru yang nantinya akan masuk ke dalam anggota pengurus inti yang kedepannya akan sangat berperan penting diantara seluruh anggota lainnya.


*_*ALGEA*_*


Setelah melewati seleksi tahap awal, para pendaftar mulai disaring. Yang tadinya anggota yang mendaftar  berjumlah tiga puluh orang, kini yang tersisa hanya lima belas orang saja. Setengah dari itu gugur.


Hari ini, seluruh anggota OSIS yang baru diperintahkan untuk berkumpul setelah pulang sekolah. Mereka semua tidak mengetahui bahwa para anggota inti OSIS akan mengadakan seleksi tahap kedua bagi anggota yang baru.


Bramana Tahaya adalah sang ketua dari  organisasi itu. Cowok yang biasa di sapa Bram tersebut sangat populer. Pesonanya mampu membuat seluruh kaum hawa meleleh dan tak terkecuali, mahluk-mahluk yang tak kasat mata seperti para kuntilanak.


Selain karena tampan, memiliki attitude yang baik, sopan, dan  ramah, dia juga memiliki otak yang encer. Plusnya lagi, dia berstatus tajir.


Dia mempunyai keahlian dalam menghadapi berbagai masalah. Bram memiliki kemapuan berfikir cepat.


Dimana ada Bram di situ ada Reinan Handoko, selaku wakil ketua. Mereka memang bersahabat sejak kecil.


Sama seperti Bram, Reinan juga termasuk salah satu cowok terpopuler disekolah. Wajahnya yang tampan selalu berhasil membuat setiap cewek-cewek yang melihatnya akan tergoda. Namun, sayang tidak seperti wajahnya yang bisa dibilang tanpa noda alias perfect, sikap dan kelakuannya sangat bertolak belakang.


Dia dikenal dengan sebutan Prince Ice.


Setelah mengumumkan permainan serta peraturan permainan  adu bakat yang akan dimainkan oleh para calon pengurus OSIS yang baru, cowok yang biasa disapa Rei ini langsung mempersilahkan kepada para calon pengurus OSIS yang baru, untuk segera berpencar.


Dan setelah mendengar pengumuman itu, seluruh calon anggota OSIS di lapangan itu berhambur dan memilih untuk berpencar.


Selama permainan berlangsung, semua anggota kepanitiaan diturunkan untuk memantau seluruh aktivitas peserta.


*_*ALGEA*_*

__ADS_1


Satu hari sebelumnya ...


Derai langkah kaki terdengar sangat kencang dan tergesah-gesah menuju ke arah toilet sekolah.


Sesampainya di dalam toilet, amarah mereka berdua langsung memuncak.


Sambil membalikkan dengan kasar badan gadis yang tengah bercermin dihadapannya. "******* loh, yah! Lo pikir, gue bakalan takut sama ancaman lo?" ujar seorang siswi bernama Riska sambil membawa sebuah surat ditangannya.


"Iya, lo pikir kita bakal takut sama ancaman kayak gini?" kali ini yang berbicara ialah siswi yang bernama Mulan. Dia melemparkan sebuah kertas diwajah gadis itu.


Gadis yang kini berada di hadapannya hanya menatap lurus ke arah depan. Tanpa melihat wajah ke dua orang yang baru saja membentaknya.


"Oh, jadi gini cara lo balas. Hah! Lo terlalu ****," ucap Mulan.


"Bukan **** lagi, dia itu ***** banget!" ucap Riska, lalu mendorong kepala gadis itu. "*****, gue kesel banget," ujarnya lagi.


Gadis itu masih belum bereaksi sama sekali.


Mulan dan Riska saling berpandangan. "Kita beri dia pelajaran."


Ketika kedua siswi itu ingin melakukan tindakan kekerasan kepada gadis yang berada di hadapannya, tiba-tiba tangan mereka tidak bisa digerakkan.


"I--ini kenapa tangan gue?"


"Tangan gue juga. Aw ..."


Sambil menunjukkan seringainya, gadis itu  bersuara.


"Kalian lihat saja nanti. Apa yang ada di dalam surat itu, benar-benar terjadi pada kalian atau tidak."


Kedua gadis itu terkejut melihat reaksi dari gadis itu. Dan ketika melihat seringainya, entah mengapa tubuh mereka berdua mendadak seperti digerogoti rasa takut lalu kaki mereka seketika membeku sampai membuat tubuh mereka pun kaku.


Sebelum keluar, gadis itu membalikkan badannya ke arah dua orang yang tadinya begitu angkuh.


"Gue tidak pernah main-main dengan ancaman gue," ucapnya lalu kemudian pergi begitu saja.


*_*ALGEA*_*


Hari tahap selesksi


Setelah mendengar ucapan Kakak kelasnya, gadis itu menyeringai.


Kesempatan yang bagus, ucapnya dalam hati.


Tanpa melihat surat itu, dia sudah mengetahui siapa yang akan menjadi lawannya nanti.


Namun, bukan itu tujuan dia.


Setelah semua berpencar, gadis itu mengamati kedua targetnya. Dia juga sempat melirik ke arah Rana untuk memastikannya baik-baik saja.

__ADS_1


Karena tidak mau membuang-buang waktu, dia memilih untuk mengejar target pertamanya, yaitu Mulan.


*_*ALGEA*_*


Saat ini Mulan merasakan sesuatu yang tidak baik akan menimpanya. Dia merasakan hal itu, semenjak pertemuan terakhirnya dengan gadis yang selalu menjadi bahan bully-an teman-temannya itu.


Sampai saat ini, Mulan masih merasakan efek getaran hebat yang membuat tubuhnya menjadi kaku. Seperti ada kekuatan magis yang membuat seperti itu.


Ketika melihat surat yang dibagikan oleh pengurus inti, Mulan merasa sedikit lega. Karena, lawannya bukan gadis itu.


Akhirnya, Mulan memilih ruangan klub Dance.


Setelah berhasil mendapatkan ruangan yang bagus, dia akhirnya bisa bernapas lega.


Namun, tiba-tiba suara langkah kaki mendekat ke arah ruangan ini. Dan benar, ternyata seseorang datang menghampirinya. Dengan cepat Mulan bersembunyi. Dari balik tempat persembunyiaannya, Mulan mengamati sosok yang datang diruangan itu.


Mulan seperti mengenali orang yang saat ini mengendap-endap masuk.


"Riska!"


Riska berbalik, "Mulan! Lo kok di sini?"


"Mestinya, gue yang bertanya sama lo. Yang pertama kali masuk ruangan ini kan gue!" ucap Mulan.


"Ini kan ruangan gue, da---" ucapan Riska terhenti.


Lampu ruangan ini tiba-tiba padam.


"Aaaakkk ..." teriak keduanya.


Mereka berdua bukan hanya terkejut karena lampu tiba-tiba saja mati. Melainkan karena lantai yang mereka pijaki saat ini, tiba-tiba terasa sangat licin yang  membuat keduanya  terjatuh. Kepala mereka terbentur ke dasar lantai dan menyebabkan cairan merah kental keluar yang perlahan membasahi lantai.


*_*ALGEA*_*


*


*


*


*


*


*


*


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2