ALGEA

ALGEA
BAB 22 (SELURUH SISWA DALAM BAHAYA)


__ADS_3

Rana Inzyna Logiana (Part 9)


*Chapter sebelumnya


"Ini teman lo yang namanya Clarissa?" ucapnya dengan nada terkejut, lalu memperlihat handphonenya yang di dalamnya terdapat foto Clarissa ke arah gue.


"Iya, Kak. Kakak kenal?"


"Gue kenal," ucapnya kemudian berpaling ke arah Kak Reinan. "Rei, lo ingat kan gue pernah bilang, gue ketemu sama cewek aneh yang terus berdiri di bawah pohon yang menjadi TKP kasus bunuh diri itu?"


Kak Reinan mengangguk, " Trus kenapa?"


"Cewek itu adalah Clarissa," jawab Kak Alfandi.


*_*ALGEA*_*


Kak Alfandi sudah pergi meninggalkan kami berdua. Sejujurnya, gue tidak pernah nyaman berada di dekat Kak Reinan. Gue tidak membencinya, namun tidak menyukainya pula. Intinya, gue tidak mau berurusan dengan Kakak kelas gue satu ini.


Dan lagi, gue tidak mengerti apa yang mereka katakan tadi. Kak Alfandi pernah bertemu dengan Clarissa di bawah pohon tempat Ananda bunuh diri? Yang benar saja. Sebenarnya, gue masih ingin bertanyaan mengenai pertemuannya dengan Clarisaa, namun setelah berbicara dengan Kak Reinan, Kak Alfandi langsung melesat pergi.


Merek berdua punya hubungan apa?


Kok, Clarissa tidak  cerita apa pun kalau dia  pernah bertemu dengan salah satu pangeran sekolah seperti Kak Alfandi?


Gue menggelengkan kepala seraya menghilangkan semua pikiran aneh yang kembali mulai menyerang kepala gue.


"Lo kenapa? Kepala lo sakit?" Tanya Kak Reinan.


"Gak kok, Kak."


"Kalau ada yang sakit, jangan lo simpan. Langsung bilang ke gue, entar lo kenapa-kenapa, gimana?"


"Jadi ceritanya Kak Reinan khawatir?"


Gue bisa melihat perubahan wajah Kak Reinan. Itu karena dia memiliki kulit yang sangat putih, jadi perubahannya sangat nampak.


"Yap! Gue khawatir. Tapi gue bukan khawatir sama lo. Yang gue khawatirkan adalah nasib gue ketika terjadi apa-apa sama lo di sini. Salah-salah gue bakalan dimakan sama temen lo yang galaknya melebih ibu tiri yang hobinya menyiksa anak tirinya," ujarnya.


"HAHAHA ..."


Serius, gue tidak bisa menahan gelinya perut ini setelah mendengar kalimat yang panjang dari Kak Reinan yang secara terang-terangan mengatakan bahwa dia takut sama Aldora.


"Kenapa lo ketawa? Emang tadi gue melawak?" tanyanya jengkel.


"HAHAH ... gue masih belum bisa berhenti tertawa. Aduh – perut gue ... "


Gue melihat wajah Kak Reinan menjadi sangat kesal dan itu membuatnya semakin lucu.


Tiba-tiba gue marasakan lengan kanan gue ditarik. Ternyata yang menarik lengan gue adalah Kak Reinan.


Dia menarik lengan gue, dan itu membuat jarak antara kami berdua menjadi sangat dekat.


Mata kami saling bertatapan.


Entah mengapa, hati gue langsung berdesir, dan jantung gue seketika langsung berdetak sangat cepat.


Sejujurnya, ketika di lihat dari jarak sedekat ini, Kak Reinan terlihat sedikit tampan.


OMG! Apa yang gue pikirkan!


"Kenapa lo berhenti tertawa?" tanyanya.


"Gu—gue ..."


"Gue apa, hah?"


"Bisa gak lo lepasin dulu lengan gue, sakit tau!" setelah mengatakan itu, spontan Kak Reinan langsung melepaskan tangannya.

__ADS_1


Sekilas gue melihat telinga Kak Reinan menjadi sangat merah.


"Kak kenapa telinga lo memerah?"


"Hah? Ini – mungkin karena gue kepanasan," jawabnya sedikit terbata.


"Perasaan di sini tidak panas deh, kan tempat ini ber-AC."


"Ah .. sudahlah lupakan tentang itu. Tadi kenapa lo tertawa sampai segitunya? Emang perkataan gue ada yang lucu?" tanyanya lagi.


"Oh itu -- Itu karena gue merasa Kak Reinan takut sama Aldora. Benerkan?"


"Siapa yang bilang? Gue gak takut sama sekali. Gue hanya menjaga diriku sebagai seorang lelaki yang bermartabat," jawabnya.


"Ih! Lo ngomong apa sih?"


"Maksud gue ---" ucapan Kak Reinan terhenti. Itu karena Kak Alfandi datang menghampiri kami dengan napas yang terengah-engah.


"Lo kenapa Al? Apa Clarissa udah ketemu?"


"I—itu, gue udah menemukan Clarissa," jawabnya.


"Dia ada di mana Kak? Apakah dia baik-baik saja? Dia tidak di culik kan, Kak?"


"Dia baik-baik saja. Dan dia tidak di culik. Tapi saat ini dia tidak sadarkan diri. Sekarang, gue udah bawa dia ke ruangan kesehatan staff di tempat ini," jawabnya.


"Syukurlah ... Ayo, Kak. Kita langsung ke tempat Clarissa!"


Kak Alfandi mengangguk, lalu kami betiga bergegas ke ruangan tempat Clarissa berada.


*_*ALGEA*_*


Panggilan Telepon


"Halo ... Dora, gue udah ketemu sama Clarissa."


"Gue, Kak Alfandi dan juga Kak Reinan sekarang ada di ruangan kesehatan staf. Lo cepetan kesini, Clarissa masih belum sadar."


"Apa?! Apakah keadaannya baik-baik saja? Kenapa dia bisa sampai tidak sadarkan diri seperti itu?" Tanya Aldora dengan nada suara yang cukup tinggi.


"Dia baik-baik saja. Kak Alfandi menelpon seorang dokter, kata dokter itu Clarissa baik-baik saja."


"Syukurlah ... oke Sisy gue sekarang menuju ke sana."


"Oke, gue tutup yah."


"Iya," jawab Aldora.


*_* ALGEA *_*


Setelah beberapa menit, Aldora sudah datang bersama dengan Kak Bram. Sekilas, mereka tampak sangat serasi. Coba saja Dora mau membuka hatinya, gue yakin Kak Bram terlihat sangat cocok dengannya.


"Bagaimana keadaan Clarissa?" Tanya Aldora.


"Dia baik-baik saja. Dia hanya pingsan, sebentar lagi dia akan bangun kok, kalian tenang aja," ucap Kak Alfandi yang saat ini duduk di samping kanan Clarissa.


"Kalian ketemu Clarissa di mana?" Tanya Kak Bram.


"Bukan gue dan Rana yang menemukannya, tapi Al."


"Lo ketemu Clarissa di mana Al?" Tanya Kak Bram lagi.


"Gue menemukannya di dalam sebuah wahana yang bernama 'bayang-bayang'. Di dalam wahana itu, semuanya penuh dengan kaca. Singkatnya sih, itu seperti labirin yang dindingnya di lapisi dengan kaca," jawab Kak Alfandi.


"Emangnya wahana itu masih ber-operasi? Bukannya wahana itu sudah di tutup? Kan ada tanda larang terpasang di depan pintunya," Tanya Kak Reinan.


"Gue gak tahu, apakah wahana itu masih digunakan atau tidak. Yap, benar gue juga melihat tanda larang itu di depan pintunya. Tapi, karena gue penasaran gue mencoba untuk masuk. Gue berpikir, tidak ada salahnya untuk mencoba, bukan? Dan ketika gue masuk, gue langsung menemukan cewek ini tidak sadarkan diri dan tubuhnya bersandar di salah satu dinding, di dalam wahana itu," ucap Kak Alfandi.

__ADS_1


"Oh begitu ... good job, Bro!" ucap Kak Bram.


Setelah Kak Alfandi menjelaskan kronologisnya, kami semua langsung terdiam.


Kami menunggu Clarissa sadar, lalu menjelaskan semuanya pada kami.


"Akkhhhh ..." Clarissa tiba-tiba berteriak dan itu membuat kami terkejut.


"A—Ariana, aku ... akan menolong mu," ucapnya masih dalam keadaan tidak sadar. Dia sepertinya mengigo.


Tapi kenapa dia menyebut nama Ariana?


"Tidaaaak ..." teriak Clarissa lagi.


"Clarissa, lo kenapa?" ucap Dora panik.


Clarissa memberontak, sambil menggoyang-goyangkan kepalanya dan memukul-mukul kasur.


"Cla, lo kenapa, sih?" Gue juga mulai panik.


"Clarissa ... lo harus sadar! Lo jangan membuat kedua sahabat lo ini makin khawatir sama lo! "Ujar Kak Alfandi dengan sedikit nada melengking.


Kami semua sontak terkejut dan menatap penuh arti ke arah Kak Alfandi.


Dan secara ajaib, Clarissa benar-benar sadar.


"Gue ada di mana?" Tanya Clarissa.


Gue dan Dora langsung memeluk Clarissa. Kami bersyukur, tidak terjadi apa-apa dengan sahabat kami ini.


"Ada apa dengan kalian?" Tanya Clarissa.


"Kita khawatir, tau! Karena lo tiba-tiba menghilang. Lo dari mana aja sih?"


Clarissa terdiam. Dia melirik ke arah Kak Alfandi, Kak Bram, dan Kak Reinan.


"Siapa mereka?" Tanyanya lagi.


"Mereka adalah Kakak kelas kita. Lo masih ingat gak dengan geng cowok popular yang tempo hari gue bilang? Nah mereka semua adalah anak 'The Tiger'!" ucap gue.


"Ohh ..." ucap Clarissa dengan wajah datar.


Sambil menatap gue dan Dora lekat-lekat, "gue harus mencegah jatuhnya korban lagi. Bagaimana pun caranya, gue akan membuat mahluk itu pergi dari sekolah kita," ucap Clarissa dengan raut wajah serius yang sebelumnya tidak pernah dia tampakkan.


"Lo ngomong apaan sih, Cla?" Tanya Dora.


Dengan sorot mata yang tajam, "Seluruh siswa di SMA PATRICORN INTERNATIONAL dalam bahaya," ucap Clarissa.


Gue hanya bisa terdiam, begitu pun dengan para Kakak kelas itu mendengar ucapan Clarissa.


*_*ALGEA*_*


*


*


*


*


*


*


*


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2