Alina Sekretaris Mungil

Alina Sekretaris Mungil
bab 11


__ADS_3

Pagi itu terlihat matahari sudah menyinari bumi. Tanda-tanda manusia akan memulai kegiatannya.


"Al...


Kok lo belum bangun sii..


Ayolah... ini udah siang.. "


Tiya mendatangi Alina langsung ke kamar.


"Aduh...


apa sii Tiya..


Sepagi ini lo udah ngajak ribut "


Alina menyembunyikan tubuhnya di balik selimut.


"Ayo dong Al, bangun...


udah jam tujuh..


udah siang ini.. "


Tiya berusaha membangunkan Alina.


Alina Akhirnya berusaha mengumpulkan nyawanya. Ia duduk menghadap ke arah Tiya.


" Lo mau ngajakin gue olahraga Ti?


Pagi bener lo udah ada di rumah gue.. "


Ujar Alina.


" Gue mau ngajakin lo ke Bandung, Villa keluarga gue.


Kan lo baru wisuda, kayaknya perlu refresing. "


Jawab Tiya.


" Ahh gue malas Ti,


kejauhan...


kan janjinya hari ini kita di rumah lo"


ucap Alina.


" Ayolah Al..


lo mau kan.. "


Tiya berusaha agar Alina mau ikut ke Bandung.


"Iya dehhh iaa. .. "


Alina berjalan menuju kamar mandi.


"Ya udah, Gue izin dulu ya sama ibuk.. "


Tiya berlari kecil menemui ibunya Alina yang lagi masak di dapur.


Setelah semuanya siap, Tiya dan Alina pergi dengan menggunakan mobil pribadi milik Tiya.


Mereka memilih sarapan di luar saja nanti.


Tiya menancap gas membelah jalanan menuju Bandung. Tiya sengaja mengajak Alina berlibur ke kota itu, untuk menyejukkan perasaan Alina.


"Tiya...


lo tau kan, selama ini Leo udah di jodohin sama orang tuanya.. "


Alina.


Tiya tidak menjawab pertanyaan Alina. Ia hanya berusaha fokus ke jalanan.


" Lo pasti tau..


Kenapa lo ngga ngomong Ti..


Tujuh tahun lamanya gue pacaran sama dia. Apa semua ga berarti? "


Tanya Alina lagi.


"Al, gue bukannya ngga mau ngasi tau..


Tapi Leo yang ngelarang gue.. "


Jawab Tiya.


"Tapi Ti, gue hancur..


Hancur banget..


Kayaknya Leo emang sengaja buat gue gini.. "


Alina menyeka air matanya yang sudah tidak terbendung lagi.


"Al, lo harus nerusin hidup lo.


Lo gak bisa nangis terus kaya gini"


Ucap Tiya.


"Tapi Tiya, gue sesak...


Gue sayang sama dia..


Gue rindu.. "


Alina mencurahkan isi hatinya.


"Ya udah, sekarang lo ungkapin aja semua sama gue..


lo nangis sepuasnya. "


Tiya memberi kotak tisu yang ada di mobilnya.


***


Di sebuah ruangan terlihat Arsen baru selesai dengan ritual mandinya. Hari ini rencananya ia akan melanjutkan pembicaraannya dengan sekretaris mungilnya itu.


Arsen kini telah berada di parkiran kantor. Terlihat kantor itu sepi. Hanya ada satpam yang berjaga.


Sebelum ke rumah Alina, Ia mampir ke resto untuk sarapan. Dibawanya cake untuk di berikan kepada orang tuanya Alina.


Arsen telah memasuki pekarangan rumah Alina.


Terlihat Ayah Alina sedang menikmati kopi di depan rumah.

__ADS_1


"Nak, Arsen..


bukankah hari ini hari libur? "


Tanya Ayah Alina.


"Ia pak, saya hanya ingin berkunjung saja.


Alina ada? "


ucap Arsen.


Alina sedang liburan ke Bandung nak,


Mari masuk dulu.. "


Ayah Alina mempersilahkan Arsen untuk masuk.


"Oh..


tidak usah repot pak, Saya langsung balik saja.


tadinya ada urusan yang harus saya bicarakan dengan Alina. "


Arsen memutar mobilnya keluar dari pekarangan rumah Alina.


Ia membuka ponselnya untuk menghubungi Alina.


Tutt....


tut....


pangilan WA terlihat tidak berdering, pertanda panggilannya tidak akan masuk ke ponselnya Alina.


Alina memang lupa menghidupkan ponsel miliknya.


Arsen sedikit gelisah karena ia takut rencananya akan gagal untuk menikahi Alina.


"Gue susul aja sekalian...


sekalian berkunjung ke villa.. "


Gumam Arsen.


Tanpa berfikir panjang Arsen menancap gas menuju kota Bandung.


***


Alina dan Tiya telah sampai di tempat tujuan mereka.


"hufttt...


Akhirnya..


Setelah sekian lama yaa Ti. "


Gumam Alina sembari menikmati udara segar di sekitar villa.


Di villa lain, terlihat sepasang manusia yang sedang duduk di balkon menikmati makan siang.


Villa tersebut bersebelahan dengan villa milik keluarga Tiya.


"All...


Lo belum lapar?


makan dulu yukk.. "


"Bentar lagi Ti..


Gue masih begah banget ini.. "


Alina masih melihat ke sekelilingnya.


Tiba-tiba Alina teringat dengan Ayahnya, ia belum mengabarkan kalau sudah sampai di Bandung.


Alina mengambil ponsel miliknya di tas selempang yang di bawanya.


Terlihat notifikasi WA, beberapa panggilan tak terjawab dari Arsen.


" Kenapa sihh..


ini bos teror gue mulu.. "


Alina terlihat kesal saat melihat ponsel.


Tutttt...


tutttt......


Alina menghubungi Ayahnya melalui aplikasi WA.


"Ayahh...


ini Al, sudah nyampe yaa.. "


Alina


"Iya nak, ..


Tadi nak Arsen datang nanyain kamu."


Ayah.


"Terus Ayah bilang apa.. "


Alina


"Ayah, bilang kamu sedang di Bandung"


Ayah


"ihhhhh...


kok gitu..


Harusnya, Ayah jangan bilang. "


Ucap Alina dengan agak kesal.


"Ya kan Ayah ngga tau.. "


Ayah


"Ya udah deh yah..


Alina tutup yakk"


Alina

__ADS_1


"Ia nak...


kamu hati-hati ya di sana.. "


Ayah


"Em Mm... "


Alina menutup panggilan.


" Yah kan..


Gara-gara Ayah ini.. "


Gumamnya kesal.


***


Di jalan tol menuju Bandung, Arsen mengemudi dengan kecepatan agak tinggi.


Ia melirik ponsel miliknya.


"Ternyata dia sudah aktif "


Gumam Arsen.


Arsen kembali menghubungi Alina.


tutttt...


tutttt..


Panggilan tersebut sudah berdering.


Tidak lama kemudian Alina menjawab panggilan WA Arsen.


"Halo Pak..


Selamat siang..


Ada apa yaa.. "


Tanya Alina.


"Kamu sekarang dimana?


Sekarang kamu Sherlock ke saya ya.. "


Arsen berbicara dengan nada tegas.


"Baik pakk.. "


Jawab Alina.


Arsen segera menyudahi panggilan nya. Sedangkan Alina mengirim apa yang diminta Arsen.


Setelah selesai dengan Arsen, Alina bergegas ingin menuju dalam villa.


Tanpa sengaja Alina melirik ke arah dua orang yang sedang bermesraan di balkon villa.


"Kak Leo... "


Gumam Alina sangat terkejut.


Namun dua sejoli itu belum menyadari ada orang yang melihat kelakuan mereka.


Alina yang tidak tahan melihat itu segera masuk ke dalam villa.


Didalam terlihat Tiya sedang memanaskan makanan yang sempat mereka beli tadi.


"Ti..


Kok lo ngga kasi tau gue..


Leo sama istrinya ada di villa sebelah.. "


Alina duduk di meja makan dengan muka merah padam.


"Gue ngga tau Al..


lagian biarin aja..


biar lo terbiasa.. "


Jawab Tiya sambil meneruskan pekerjaannya.


"Ahhh..


mood Gue rusak jadinya.. "


Alina pergi meninggalkan Tiya.


"Al..


Makan dulu..


ini udah siap.. "


Tiya.


"Nanti gue mau mandi dulu. "


Alina berlari menuju sebuah kamar yang dulu pernah di pakainya sewaktu berkunjung ke villa keluarga Tiya.


Arsen terlihat sedang terburu-buru menuju villa. Ia harus meyakinkan Alina agar mau melakukan kesepakatan dengannya.


***


Waktu sudah menunjukkan pukul satu siang. Alina sudah berada di meja makan sedang menikmati makan siangnya sendirian. Sedangkan Tiya berada di kamar sedang menyimpan baju ke lemari.


Tokkk...


tokk...


"Sepertinya ada tamu Ti.. "


Alina memanggil.


"Ya udah Al...


Lo bukain aja dulu...


Gue masih mau beresin baju... "


Tiya.


Alina membuka pintu ternyata memang benar ada tamu...


"Alina? ..."

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2