Alina Sekretaris Mungil

Alina Sekretaris Mungil
Bab 21


__ADS_3

Selamat membaca ❤️❤️❤️


.


Kini Alina, Arsen dan juga Desy sudah berada di sofa.


"Al, saya ingin memberi tahukan bahwa saya sebenarnya memiliki sugar baby."


Alina terkejut dengan pernyataan Arsen. Awalnya yang ia pikirkan tentang wanita yang dibawanya adalah pegawainya.


"Perkenalkan saya Desy." Ucap Desy sambil mengulurkan tangannya.


"Kita sudah sepakat. Kita tidak akan mengurus urusan pribadi kita masing-masing. Saya memperkenalkan Desy kepada kamu agar kamu tidak salah paham. Desy ini tinggal di apartemen saya yang berdekatan dengan kantor." Tegas Arsen.


" Ohhh tidak masalah, dari awal kita sudah sepakat kalau kita ini adalah sekedar pernikahan simbiosis mutualisme." Alina.


"Baiklah kalau kamu sudah mengerti. Saya minta hubungan saya dan Desy, kamu rahasiakan kepada keluarga saya."


"Ia pak, baik." Ucap Alina.


"Besok pengacara akan menemui kita di kantor. Hari ini kamu nikmati libur kamu. Kamu bisa tidur di hotel ini selama kamu mau." ujar Arsen sambil berdiri ingin meninggalkan Alina.


Arsen pergi menuju kamar yang sebelumnya ia tempati yang diikuti oleh Desy.


***


Keesokan harinya terlihat Alina dan Arsen sudah menunggu di ruangan. Terlihat Andri baru sampai di ruangan Arsen.


"Maaf saya sedikit terlambat." Ucap Andri.


"Ia tidak masalah, silahkan duduk Om." Arsen mempersilahkan Andri untuk duduk.


mereka segera memulai pembicaraan tentang kontrak pernikahan mereka.


"ini saya sudah membuatkan surat kontrak pernikahan, tolong dibaca terlebih dahulu." Ucap Andri sambil memberi sebuah map.

__ADS_1


Alina dan Arsen segera menerima surat tersebut. Mereka terlihat serius membaca surat itu.


"Saya ingin kontrak pernikahan ini hanya berjalan selama 1 tahun." Ucap Alina.


"Tidak bisa seperti itu, di awal sudah pernah kita bahas ini. Saya tidak ingin ada perubahan lagi." Ucap Arsen yang tidak setuju dengan Alina.


"Ya sudah, saya tidak ingin ada wanita lain di Apartemen itu, saya tidak mau tinggal seatap dengan kalian." Alina tidak ingin menjadi penjaga nyamuk disaat mereka sedang berduaan.


Saat ini udara di ruangan Arsen berubah menjadi panas. Padahal ruangan itu dilengkapi dengan AC. Andri hanya bisa terdiam ia bingung harus berbuat apa. Sebelumya ia belum pernah mengurus hal seperti ini.


Arsen mengajak Alina untuk berbicara empat mata di luar ruangan.


"Al, kemarin sudah saya bilang untuk merahasiakan Desy kepada siapapun tolonglah Al. Sedikit saja kamu mau untuk kerjasama." Arsen.


Alina terlihat geram melihat tindakan Arsen. Ia tidak memiliki apapun untuk membuat ia keluar dari masalahnya saat ini. Disisi lain ia masih sangat mengharapkan Leo. Namun kenyataannya sekarang ia sudah menjadi istri sah seorang yang berkuasa di negeri ini.


"Lalu aku bisa dapat apa, saat aku aku menjadi jandamu" Ujar Alina.


"Emangnya kamu mau apa dari saya, bukankah perusahaan ini akan kamu olah." Jawab Arsen.


" Saya mau setelah kita bercerai nanti perusahaan ini menjadi milik saya seutuhnya" Ucap Alina.


"Akan saya fikirkan "Jawab Arsen.Ia kembali keruangannya. Arsen duduk ditempatnya semula.


"Om Andri, saya ingin kontrak pernikahan ini kita selesaikan dalam beberapa hari ke depan, karena ada beberapa hal yang perlu saya fikirkan." Ucap Arsen.


Sedangkan Alina memilih tidak kembali ke ruangan itu. Ia malah pergi ke kantin untuk mengisi energi. Walaupun tadi di hotel ia sempat sarapan tapi energinya sekarang sudah banyak terkuras, karena berdebat dengan Arsen.


***


Kini jam makan siang di kantor sudah tiba. Terlihat beberapa karyawan yang berdatangan ke kantin. Alina yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya memilih untuk kembali ke meja kerjanya. Ia tidak mau terlihat tidak profesional.


Di ruangannya terlihat Arsen yang masih sibuk dengan berbagai berkas. Ia harus menyelesaikan pekerjaannya agar bisa mengantarkan kakeknya pulang ke Pekanbaru.


Sesekali terlihat ia memijit pelipisnya tanda pikirannya sedang tidak enak. Melihat keadaan Arsen hati Alina menjadi tidak enak. Alina mencoba untuk mengajaknya makan siang.

__ADS_1


tokk tokk


"Masukkkk!!!" Arsen.


Alina berjalan menuju Arsen. Mungkin Alina terlihat cerewet dari luar. Namun sangat berbeda jika dilihat dari pribadinya. Ia adalah orang yang sangat penyayang. Ia tidak bisa melihat orang lain kesusahan.


"Pak Arsen, ini sudah jam istirahat." Sapaan Alina membuat Arsen tersadar dari lamunannya.


"Ia, kamu duluan saja. masih banyak pekerjaan yang masih saya urus." Ucapnya.


Alina berfikir sejenak, tidak biasanya Arsen melewatkan jam makan siang seperti ini.


" Saya minta maaf Pak, kalau saya lancang meminta untuk memiliki perusahaan ini." Alina mulai membuka pembicaraan yag agak menegangkan. Arsen terlihat tidak menanggapi perkataan Alina.


"Bukan maksud saya untuk merebut kekayaan bapak. Saya hanya sekedar menjaga diri saya dari kemungkinan yang terjadi." Ujar Alina lagi.


"Ia saya mengerti..." Ucap Arsen.


Arsen terlihat begitu tidak bersemangat sejak tadi. Ia sangat bingung harus menyerahkan perusahaannya atau tidak. Disisi lain kebahagiaan kakeknya adalah yang terpenting untuknya saat ini. Apalagi kakek Yos sekarang sudah menginjak usia tua. Ia tidak mau menyesali perbuatannya dikemudian hari.


Arsen menatap Alina dengan penuh arti. Ia ingin meyakinkan dirinya kembali apakah ia akan menerima permintaan Alina atau tidak.


"Al, saya akan menyerahkan perusahaan ini untuk kamu sepenuhnya. Namun saya minta tiga puluh persen saham perusahaan ini tetap menjadi milik saya. Karena nama saya melekat pada perusahaan ini." Ungkap Arsen.


Alina tertegun mendengar perkataan Arsen. Ia tidak percaya Arsen akan memberikan hak sebesar ini kepadanya. Awalnya ia hanya tidak ingin berlama-lama menjadi istri kontrak Arsen. Namun kini keadaan menjadi berubah. Alina akan bersama dengan Arsen selama kakek Yos masih ada di muka bumi ini.


" Pak Arsen yakin dengan keputusan yang bapak buat???" Alina kembali meminta kepastian dari Arsen.


"Ia saya yakin... Besok setelah kita pulang dari rumah kakek saya akan membuat pengumuman. Kamu akan menjadi direktur utama dan saya akan menjadi direktur kedua." Arsen menegaskan kembali ucapannya.


Alina masih tidak menyangka jika strata sosialnya akan berubah begitu cepat. Masih dalam ingatannya waktu itu Leo menikahi gadis lain, karena perbedaan sosial diantara mereka. Kini mereka sudah sejajar. Bahkan status sosial yang Alina miliki lebih tinggi.


Arsen beranjak dari tempat duduknya. Ia mendekatkan wajahnya kepada Alina.


"Tapi ingat, kamu tidak boleh buka mulut tentang kehidupan pribadi saya. Kalau kamu buka mulut saya tidak segan-segan untuk melenyapkan keluarga kamu, tanpa jejak." Bisikan Arsen membuat Alina merinding.

__ADS_1


Arsen adalah seseorang yang tidak suka dipermainkan. Jika ia sudah serius dengan sesuatu maka akan ia jalani dengan totalitas penuh.


TBC


__ADS_2