Alina Sekretaris Mungil

Alina Sekretaris Mungil
Bab 34


__ADS_3

Terlihat Alina membalikkan pandangannya ke arah samping agar tidak melihat wajah Arsen. “ Mengapa kamu membelakangi aku Al?” Tanya Arsen.


“Bagaimana tidak, pertanyaan itu membuatku sakit hati. Semua orang memiliki masa lalu pak. Saya memberikan itu kepada Andreas karna saya tulus mencintainya, bahkan sampai saat ini aku masih terluka karna itu. Kamu tidak perlu menganggap aku sebagai istri kamu, cukup anggap aku sebagai sekretaris yang serbaguna.” Lirih Alina.


Setelah itu, terlihat Alina bangun dari tidurnya dan mengambil bajunya yang berada di lantai. Ia pergi meninggalkan Arsen, namun langkahnya tertahan saat Arsen tidak mengizinkannya untuk keluar.” Siapa yang suruh kamu keluar, aku tidak mau tidur sendiri. Jadi malam ini temani saya.” Ucap Arsen.


Pagi telah tiba,terlihat Alina masih enggan membuka matanya begitupun dengan Arsen yang masih tertidur sambil memeluk tubuh Alina dari belakang.


Ya, benar.. Mereka baru bisa tertidur ketika subuh, karena sehabis Arsen mengungkit masa lalu Alina mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, dan baru saja tertidur. Sungguh hubungan yang sangat menyakitkan bagi Alina, namun ia tidak memiliki pilihan lain selain menerima walaupun dirinya tidak diterima.


Tokkk ..tokk... tokk


Terdengar suara ketukan pintu dari luar, namun Alina dab Arsen tidak ada yang bangun untuk membangunkannya.


“Bagaimana? Apa Arsen masih tidur?” Tanya seorang wanita cantik nan sexy kepada bibik yang sering membersihkan apartemen Arsen. Wanita itu tidak lain adalah Desy. Ia datang untuk menemui Arsen karena sebelumnya ia sempat dijanjikan akan menemuinya di apartemennya. Namun nyatanya Arsen tidak kunjung datang.


“Iya non, sudah lima belas menit saya mengetuk pintu akan tetapi tidak ada sahutan sama sekali.” Jawab pelayan itu dan langsung pergi untuk melanjutkan pekerjaanya yang belum selesai.


“ Hemmmm, biarin aja deh. Nanti juga dia akan bangun.” Gumam Desy sambil duduk di sofa empuk milik arsen.


Terlihat kini Arsen terbangun dan merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku akibat pertempuran panasnya tadi malam. Bukan hanya itu tadi malam juga sangat menguras emosinya karena sempat berdebat dengan Alina. Tetapi ntah mengapa mengingat kejadian yang tadi malam Arsen tersenyum senang.

__ADS_1


Arsen menatap Alina yang masih tertidur pulas, wajah cantiknya masih terlihat jelas dan polos. Apalagi kini wajahnya dikenai cahaya matahari yang masuk lewat jendela kamar.


“Kau tau Al, seumur hidupku aku baru ini merasakan nikmatnya bercinta dan hanya bersamamu aku tidak menyebut nama wanita lain. Bahkan dirimu ternyata sangat pandai memuaskanku” Gumam Arsen yang masih menatap lekat wajah Alina.


Arsen masih saja memandang wajah Istri mungilnya itu, tapi bayangan Leo tiba-tiba datang menghampiri, sehingga membuat Arsen bangkit dari tidurnya dan duduk di tepi ranjang.


“Tidak, tidak. Dia adalah wanita bekas orang lain. Dia bukan wanita berkelas yang sepadan denganku. Aku tidak akan mau memiliki pendamping wanita biasa seperti dia” Gumam Arsen.


Lalu ia bangkit dan pergi menuju kamar mandi untuk menyegarkan dirinya, namun bayangaan Alina yang tadi malam malah menghantui dirinya. Apalagi saat mereka saling bertatapan satu sama lain, itu sangat mengganggu pikiran Arsen dan membuat Arsen tersenyum sendiri saat membayangkannya.


Alina kemudian ikut terbangun karena silau cahaya matahari, padahal matanya pasih sangat perih, bahkan kejadian tadi malam sangat menguras tenanganya sehingga membuatnya lemas.


“Akkk..auuu..” Alina meringis saat bergerak karena bagian intinya sakit.


“ Aaaaaaaaa” teriak Alina saat melihat pemandangan yang baginya sangat horor.


“Alina! Kamu kenapa? Mengapa berteriak seperti itu. Aku kaget mendengar suaramu. Memangnya ada hantu disini? Haaa..” Tanya Arsen yang ikutan kaget saat mendengar teriakan Alina.


“Bisakah bapak keluar dengan menggukan handuk atau apalah itu.” Jawab Alina.


“Kenapa kau masih malu? Yaampun kau ini Al. Sok polos atau memang sudah benar-benar lupa? Tadi malam kau baru saja merayu aku bukan? Kau sudah dua kali menyentuh tubuhku ini. Jadi apalagi yang kau malukan? Ujar Asen.

__ADS_1


“Emmm, ti tidak pak, aku tidak lupa. Aku tau ini semua salahku, dan sekarang aku ingin mandi.” Ucap Alina untuk mempersingkat pertengkaran mereka


Kini Alina sudah bangkit dari kasur Arsen yang super mewah itu, namun tubuhnya masih terasa lemas dan pusing, mengingat tadi malam Alina sangat kelaparan sebelum bercinta dengan Arsen. Jalannya sempoyongan namun Alina tidak patah semangat.


“ Sebaiknya kamu istirahat aja Al, kemarin itu kamu kan baru saja sembuh. Tubuhmu itu pasti kekurangan waktu Istirahat. Kamu disini aja biar aku bawakan sarapan untukmu.” Ucap Arsen yang tiba-tiba perhatian padanya.


Terlihat Arsen sudah memakai pakaian yang tidak formal, pertanda hari ini ia akan libur ke kantor. Arsen pergi keluar dan menemukan Desy sudah menunggunya di luar.” Kamu adaapa kemari.” Tanya Arsen dengan nada datarnya.


“Ya aku kangen kamu lah. Semenjak kamu pulang dari luar kota kita belum ketemu.” Ucap Desy.


Desy kini semakin nekat untuk mendekati Arsen, biar bagaimanapun dirinya telah jatuh terlalu dalam di dalam cinta Arsen. Kini terlihat jari lentik Desy menyentuh wajah Arsen. Terlihat Arsen tidak bergeming sedikitpun, ia hanya sibuk menyiapkan sarapan yang sehat untuk Alina.


Didalam kamar, Alina kembali meringis karena bagian intinya sungguh perih. Itu disebabkan karena Arsen begitu kuat menerjangnya.


“Astaga, apa yang telah aku lakukan tadi malam, sungguh mengundang malapetaka.” Ucap Alina yang sadar bahawa ia sedang mengalami masa subur. “Aku harus cepat-cepat pergi dari sini” Terlihat Alina bangun dari duduknya dan langsung pergi. Ia melilit tubuhnya dengan selimut.


Tak lama kemudian,Alina melewati dapur untuk sampai ke kamarnya dan disana ia melihat Desy memeluk tubuh Arsen .“ Huhhh dasar wanita murahan..” Ucapnya sambil terus pergi ke dalam kamarnya tanpa sepengetahuan Arsen.


Tedengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, kini Alina sangat menikmati ritual mandinya di dalam sana.


Di dapur terlihat Desy sedang berusaha membei tubuh Arsen, namun Arsen menolaknya secara halus. Namun Desy bukan lah wanita yang gampang menyerah ia tetap saja melanjutkan aksinya.” Desy, pulanglah aku sedang tidak ingin.” Ujar Arsen ketika mulai risih dengan kelakuan sugar Babynya itu.

__ADS_1


Desy tidak berani membatah apa yang Arsen inginkan, ia takut akan menyulitkan posisinya. Kini dirinya harus pulang walaupun pagi itu suasannya dingin dan di luar sedang turun hujan deras.


Kini Arsen sudah sampai di dalam kamarnya dan tidak menemukan Istri kontrak nya di dalam. Ia lekas pergi keluar dan pergi mencari Alina.


__ADS_2