Alina Sekretaris Mungil

Alina Sekretaris Mungil
Bab 32


__ADS_3

Kamu tetap disini, saya masih ada urusan denganmu.


Deg... jantung Alina kini berdetak kencang seakan ada yang akan memakannya.


“Kamu duduk di sana, dan lihatlah bagaimana wanita ini memuaskan ku. Kau harus belajar semua itu agar aku tidak usah menyewa wanita.” Ucap Arsen.


“ Apa anda sudah gila tuan? Saya hanya akan bekerja secara profesional sesuai dengan kesepakatan kita.” Tegas Alina.


“ Ia memangnya awalnya seperti itu, tapi setelah saya pikirkan lagi saya akan menggunakan kamu secara maksimal.” Terlihat Arsen mengelilingi tubuh mungil Alina.


“ Anda sendiri yang bilang kepada saya, bahwa saya tidak menarik dan saya bukanlah selera anda.” Terlihat Alina berbicara dengan suara yang parau karena rasa sesak di dadanya.


Entah sejak kapan Arsen memiliki rencana seperti itu. Hari kemarin ia hanya ingin menyelamatkan dirinya dari kakeknya yang memksanya untuk menikah. Tapi kali ini ia sangat egois untuk ingin mengambil keuntungan lebih.


Arsen menyeret tubuh mungil Alina ke arah sofa dan membanting di dekat kasur hotel itu, seakan ia ingin menidurinya. Namun niatnya adalah agar Alina melihat dirinya dilayani oleh wanita lain.


“ Heiii , kamu ayo layanilah saya. Jangan biarkan saya kecewa dengan mu. Kamu tau kan saya ini siapa. “ Ucap Arsen kepada wanita sexy yang ada di kamar itu.


Wanita itu datang mendekati Arsen, terlihat tubuh sexynya dan tangannya mulai menggoda Arsen. Wanita itu mulai melepaskan kemeja yang dikenakan oleh revan dan revan terlihat menikmati itu semua.


Kini Alina terlihat hanya tercengang melihat situasi itu semua, jiwanya meronta-ronta ingin mencabik tubuh Arsen.


“ Gilaaaaa... ini sudah tidak waras.” Lirih Alina.


“Ada apa sayang? Kenapa kamu berbicara sendiri.” Ucap Arsen saat mendengar suara Alina.


“ Kamu itu maunya apa sihhhh...!!!” Bentak Alina.


Namun Arsen tidak menghiraukan apa yang tengah dirasakan oleh Alina, ia hanya akan menikmati pelayanan wanita itu. Terlihat kini Arsen sudah melentangkan tubuhnya di kasur mewah hotel itu. Wanita itu membelai lembut dada Arsen dengan jemari lentiknya. Arsen sesekali melihat kearah Alina untuk melihat Expresi yang ditunjukkannya.


“ Arsennnnnn.... Stop!!!!!” Teriak Alina.


“ Lanjutkan saja “ Tegas Arsen.

__ADS_1


Alina kini pergi mendekati Arsen dan wanita itu. Alina menarik Arsen dari bawah kungkungan wanita itu dengan sangat berani. Arsen tidak menyangka Alina akan melakukan ini.


“ Ayo kita pulang, aku sudah tidak tahan dengan ini semua .” Ucap Alina saat arsen sudah berdiri sempurna.


Alina mengambil pakaian dan sepatu milik Arsen, ia menarik Arsen keluar dari ruangan itu. Namun ditolak oleh Arsen.


“ Udah berani melawan ya kamu, kamu harus tau bagaimana cara untuk melayani bos dengan baik. Semua sekretaris wanita akan melakukan itu semua agar bos mereka bahagia.” Tegas Arsen.


“ Aku tidak perlu belajar bos!!! Aku akan membahagiakan kamu dengan caraku sendiri. Lagian kita pasangan yang sah bukan?”


“ Ohhhh iya, aku lupa sesuatu kalau kamu itu adalah lacurnya Leo. Iya bukan?”


“ Iya, kamu harusnya tidak melupakan itu.” Tegas Alina yang kini di puncak emosinya.


“ Heiii, kamu keluar dari kamar ini, saya yang akan melayani suami saya yang saiko ini.” Ucap Alina kepada wanita yang tengah menyaksikan perdebatan mereka.


Tidak berapa lama wanita itu keluar dengan semua barang-barangnya.


“ Kamu sudah menerima bayaranmu?


“ Be belum mbak,” jawab wanita sexy itu.


“ Oke, saya ataupun suami saya tidak akan membayar kamu sepeser pun. Melihat mukamu saja aku sudah muak. Jangan sampai muncul di hadapan saya lagi.” Tegas Alina.


Wanita itu lalu keluar dengan wajah kecewa, bagaimana tidak kali ini ia berharap bisa melayani lelaki yang tampan dan kaya raya. Namun di batalkan oleh Alina yang sebelumnya ia tidak mengetahui bahwa Alina adalah Istri Arsen.


Terlihat Arsen tercengang dengan perlakuan Alina. Ia sangat tidak menyangka kalau Alina akan melakukan ini semua. “ Kamu bilang kamu akan menggunakan jasaku secara maksimal bukan?” Alina berjalan mendekat kearah Arsen.


Alina segera mendorong tubuh Arsen yang sejak tadi berdiri di dekat ranjang. Setelah tubuh Arsen terlentang dengan sempurna tubuh mungil Alina kini menaiki tubuh Arsen yang sangat Eksotis. Dengan perlahan Alina ******* bibir Arsen walaupun Arsen masih belum membalasnya karena ia terkesan marah dengan Alina.


Alina tidak patah semangat dengan sikap Arsen, ia terus menggoda Arsen dan meletakkan egonya demi Arsen. Sesekali terlihat Alina mengelus dada bidang Arsen, dan sekuat tenanga Arsen menahan gelombang nafsunya.


“ Kamu ngga usa menahan apapun, mengalirlah seperti biasanya.” Bisik Alina.

__ADS_1


Namun Arsen tidak tahan dengan perlakuan Alina, karena selama ini diam-diam arsen sudah menaksir tubuh alina yang mungil namun sangat berisi, apalagi gunung kembar milik Alina yang sangat pas untuknya.


“ Bagaimana... hemmmm...” Bisik Alina yang tengah memimpin permainan itu.


“ Ternyata kamu liar juga ya, saya tidak menyangka di balik wajah polosmu kamu sangatlah pandai merayu.” Bisik Arsen.


“ Iya benar, maka dari itu anda tidak usah repot-repot melakukan hal seperti tadi.” Ucap Alina.


Namun sepertinya Arsen tidak menerima perlakuan Alina. Fikiran yang negatif menghampiri otaknya. Seketika ia mengingat vidio Alina sedang bermesraan dengan laki-laki lain.


“ Sepertinya saya tidak tergoda dengan Anda. Saat melihatmu nafsuku hilang seketika karena kamu telah tidur denga rekan bisnisku,” Ucap Arsen sambil menepiskan tubuh Alina.


Kini Alina dan Arsen sudah chekout dari hotel dan pulang ke apartemen. Terlihat Arsen hanya diam tanpa sepatah katapun, biasanya dirinya sangat cerewet kepada Alina.


“ Ya Udah, kalau bapak tidak selera dengan saya. Jangan lakukan hal seperti tadi, jangan menyepelekan saya, jangan membandingkan saya dengan wanita lain. Saya harap suatu saat nanti bapak akan temukan wanita yang sesuai dengan yang bapak mau.” Ucap Alina


Arsen terlihat hanya diam, tidak menanggapi Alina sedikitpun. Alina kini bingung harus bagaimana dengan sikap dingin Arsen, tidak biasanya Arsen diam seperti ini.


“ Kenapa bapak tidak menanggapi saya, maaf ya pak kalo saya kelewatan. Saya tidak tahan kalau bapak bermain dengan wanita lain di depan saya.”


Namun Arsen tidak menunjukkan bahwa ia akan berbicara, kini suasana menjadi hening seketika.


Alina lagi-lagi mati kutu dibuat Arsen yang kini hanya terdiam. Kalau sudah diam seperti itu Alina sudah tidak berani berkutat sedikitpun.


“ Kamu lapar? “ Tiba-tiba Arsen menghentikan mobilnya di depan tukang martabak.


“Emmmmm......” Ucap Alina.


Terlihat Arsen turun dan membelikan makanan kesukaan Alina. Melihat Arsen dari dalam mobil hati Alina kacau sebagai Istri Arsen. “ Harusya aku dapat menjaganya “ Lirih Alina karena menyadari dirinya sudah tidak suci lagi sebelum menikah.


#TBC


semoga menghibur guys, jangan lupa tinggalkan jejak yaa 😘😘

__ADS_1


__ADS_2