Alina Sekretaris Mungil

Alina Sekretaris Mungil
bab 14


__ADS_3

Selamat membaca ❤❤❤


.


.


.


"Heh kamu!!!


Tolong pijat saya yaa..


saya capek banget.. "


Gumam Arsen pada Alina.


"iddiihhh..


Saya tidak bisa..


Kalau pun bisa saya tidak akan mau. "


Alina.


Di luar terdengar suara mobil milik Ezra.


"huhh... "


Gumam Arsen.


Ezra datang bersama Andri pengacara keluarga Arsen.


Andri adalah sahabat dari Ayah Arsen.


Namun Arsen mempercayai Andri untuk mengurus perjanjian pernikahannya dengan Alina.


"Silahkan duduk."


Arsen mempersilahkan mereka untuk duduk.


"Nak Arsen. "


Semua telah selesai seperti yang nak Arsen minta. "


Andri.


"Baik Om, seperti yang saya sampaikan sebelumnya.


Saya minta om merahasiakan semua ini dari keluarga saya."


Arsen.


"Baik nak Arsen.."


Andri, beralih kepada Alina.


"Alina, coba kamu baca surat kontrak pernikahan ini..


Jika kamu tidak mengerti kamu boleh tanyakan. "


Alina menerima kertas yang diberikan oleh Andri.


"Alina saya tau kalau kamu berprestasi dan mampu.


Tanda saya menghargai kamu, saya akan memberikan usaha properti saya untuk kamu olah.


Untung dari perusahaan, sepenuhnya akan saya berikan untuk kamu.Itu berlaku selama kamu menjadi istri saya. "


Arsen.


"Nanti akan saya revisi kembali surat perjanjian ini. "


Ungkap Andri.


Semua yang diminta Alina telah tercatat di surat perjanjian.


Alina dan Arsen akan menjalani kontrak pernikahan selama yang Arsen putuskan.


Mereka akan bercerai jika Arsen yang memintanya.


Menurut Arsen itu sudah impas dengan pemberian Arsen kepada Alina.


"Alina, bagaimana..


Ada yang ingin kamu tanyakan. "


Andri.


Alina hanya tertunduk, sepertinya memang ia sudah pasrah dengan keputusan Arsen.


"Sepertinya kompensasi yang saya berikan sudah sebanding. "


Arsen memberi pernyataannya.


"Ia pak, sepertinya calon suami saya sudah jauh memikirkan ini semua.


Jadi saya kira apa yang sudah diputuskan calon suami saya adalah yang terbaik.


Lagian pula calon suami saya, adalah pengusaha terkenal bukan?..


Tidak perlu saya berfikir , semua pasti sudah yang terbaik"


Alina menyinggung Arsen.


"Bagaimana nak Arsen? "


Andri meminta penjelasan dari Arsen.


"Ya sudah, Kalau calon istri saya sudah oke.


Berarti semua sudah pas. "


Jawab Arsen.


"Ya sudah Nak Arsen saya permisi dulu.


surat kontrak ini akan segera saya revisi.


Setelah nanti pernikahan selesai saya akan datang kembali. "


"Oke baik Om... "


Gumam Arsen.


"Ezra, makasih ya bro.. "


Arsen.


"Iyappp.. "


Ezra berjalan menuju pintu keluar.


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam.


Kini tinggal Alina dan Arsen yang berada di ruang tamu villa.

__ADS_1


"Pak Arsen...


Urusan kan sudah selesai..


apa bisa saya keluar sekarang. "


Pinta Alina.


"Iya udah sana.. "


Arsen


Alina segera mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Tiya.


"Ti, lo jemput gue sekarang yaaa.. "


Alina mengirim pesan WA.


"Ya udah, Sherlock ya.. "


Tiya


Alina mengirim alamat villa Arsen.


***


Arsen kembali ke kamarnya.


Ia duduk di balkon kamarnya.


Terlihat Alina sudah menaiki sebuah mobil.


"Mending gue balik ke apartemen"


Gumamnya.


Diambilnya ponsel miliknya di atas nakas.


Ia menghubungi Alina.


Tutt.....


Tutt...


Terlihat ponsel milik Alina bedering.


"Baru aja ditinggal sebentar...


Udah kayak anak bocah aja... "


Gumam Alina sambil menggeser tombol hijau di aplikasi WAnya.


" Emmmmm...


Alina


" Al, saya balik ke Jakarta sekarang.


Besok saya ada pertemuan penting. "


Arsen berbohong.


Padahal Arsen ingin menghabiskan waktunya bersama sugar baby nya di Apartemen.


" Ohhh..


Baik Pak Arsen "


Alina.


Kenapa Al, ?


Tiya.


"Ini Ti, Pak Arsen katanya mau balik ke Jakarta duluan.Ada meeting katanya. "


Alina.


"Besok kan minggu, emang ia ada orang kerja.. "


Tiya.


"Entah lahh Ti, gue juga ngga ngerti..


Mungkin sekedar main golf atau apalah yang biasa dilakukan pengusaha kaya"


Alina.


"Tapi Lo beruntung Al, di cintai sama cowok tajir plus kaya kayak Arsen.


Masih kalah jauh lah sama Leo. "


"Emmmmm....


Ya kali kalah jauh..


tapi Leo menurut gue lebih penyayang dari pada dia."


Alina


" Ya iya lah, Arsen kan orangnya super sibuk..


Mana bisa kayak Leo yang bisa antar jemput.


Ehhhh...


tapi ngomong-ngomong lo ketemu dimana sii"


Tiya.


Deg...


Jantung Alina mulai berdetak dengan tidak benar.


"Duh gue harus gimana yaaa... "


Alina tidak tau harus berkata apa kepada sahabatnya.


" Lo ingat ngga?


yang kemaren lo nyuruh gue jemput ke bandara.


Di situ gue ketemu dia. "


Alina.


"Berarti lo jatuh cinta pada pandangan pertama? "


Tiya.


"Ya begitu lah.. "


Gumam Alina.


"Pantesan lo hilang tanpa kabar..

__ADS_1


udah dapet pengganti ya kan.. "


Ujar Tiya sambil terus membelah jalanan yang agak ramai.


"Nggak segampang yang lo pikirin Ti. "


Jawab Alina.


"Ya udah..


ini sekarang kita mau kemana dulu nihhh.. "


Tiya.


"Makan seblak yokk..


Gue tadi belum makan... "


Alina.


"Ya udah kita cari ke alun-alun coba yaa... "


Tiya.


Alina menatap jalanan yang penuh dengan keramaian.


Di benaknya masih terlintas tentang pernikahan kontrak yang akan dijalaninya nanti.


"Al, kita nyari di sini yaa... "


Tiya berhenti di tempat makan di emperan.


Mereka memang suka jajanan di pinggir jalan dari pada di restoran mewah.


***


Di tempat lain terlihat Desy yang sudah tidak sabar menunggu kedatangan Arsen.


Sebelumnya Arsen sudah memberi tau Desy, bahwa dia akan pulang ke Jakarta.


"Duhhhh...


mas Arsen lama banget siii.. "


Gumam Desy.


Di meja terlihat makanan yang sudah tertata.


Sengaja Desy memesan makanan karena Arsen belum makan.


Terlihat, ada seseorang yang membuka pintu apartemen .


Ternyata yang datang adalah Arsen.


"Sayang...


kamu lama.... "


Desy bertingkah manja sambil mencium bibir Arsen.


"Ini juga udah ngebut.. "


Jawab Arsen dengan nada agak marah.


Arsen sebenarnya tidak terima saat ia di tinggalkan sendirian oleh Alina.


Namun ia tidak memiliki hak untuk menahan.


"Sayang...


Kamu mau makan dulu atau mandi.. "


Desy sadar kalau mood Arsen sedang tidak bagus.


"Aku mau mandi dulu..


kamu siapin yaa..


Air panas dan Aroma terapi..


saya agak lelah soalnya.. "


Arsen


"Ia sayang ..."


Jawab Desy sambil pergi menuju kamar utama milik Arsen.


Arsen juga ikut pergi ke kamarnya.


Arsen duduk di pinggir ranjang miliknya.


Terdengar Desy sedang menyiapkan apa yang di minta Arsen.


"Sudah sayang...


Yang kamu inginkan sudah aku siapkan"


Desy.


Tanpa berbicara, Arsen langsung pergi ke kamar mandi.


" Cuek amat..


ngga kayak biasanya.. "


Ujar Desy sambil menyiapkan pakaian untuk Arsen.


Tiga puluh menit berlalu, namun Arsen belum juga selesai dengan ritual mandinya.


"Sayang...


kok lama.. "


Desy yang sudah bosan menunggu mencoba untuk memanggil Arsen.


"Ia bentar... "


Jawab Arsen.


Kali ini Arsen benar-benar menikmati ritual mandinya.


Tidak lama kemudian terlihat Arsen yang sudah keluar dari kamar mandi.


Ia memakai pakaiannya di depan Desy.


Sudah biasa baginya jika telanjang di depan Sugar babynya itu.


"Ayo...


Aku sudah sangat lapar.. "


Gumam Arsen sambil menggenggam tangan Desy.


Terlihat senyum Desy saat Arsen memegang tangannya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2