
Ayo...
Aku sudah sangat lapar.. "
Gumam Arsen sambil menggenggam tangan Desy.
" Sayang, aku seneng banget kamu ada di sini.
aku udah siapin makanan untuk kamu.
Kamu pasti suka.. "
Desy.
Arsen hanya diam. kali ini moodnya memang tidak baik.
Arsen duduk di meja makan.
Desy menyiapkan piring untuk Arsen.
Mereka makan dengan tenang.
Desy tidak berani berbicara saat makan, karena Arsen tidak suka.
Setelah selesai makan. Arsen duduk di sofa depan TV.
" Sayang, kamu ambil minyak untuk pijat yaa..
Aku pengen di pijit.. "
Arsen.
Desy pergi ke kamarnya untuk mengambil baby oil untuk Arsen.
Memang biasanya Arsen sangat suka dipijit.
Arsen segera membuka pakaiannya dan menggantikan dengan kimono yang Desy bawa.
"Sayang, tolong yaa..
Aku capek banget hari ini. "
Arsen.
"Ia sayang...
nggak papa kok.. "
Desy.
Setelah beberapa lama Desy melakukan pijatan, Arsen tertidur pulas.
***
Matahari telah terbit, memberi kehangatan bagi bumi.
Namun hati Arsen tetap dingin.
Pagi ini Arsen, masih terlihat berbaring di sofa.
" Sayang...
Come on... "
Arsen mencari keberadaan Desy.
Namun tidak ada jawaban.
Arsen pergi mencari Desy ke kamar.
Terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.
"Ternyata kamu di sini sayangku.. "
Arsen masuk ke kamar mandi milik Desy.
Terlihat tubuh Desy masih polos di bawah shower.
Arsen membuka kimono yang membalut dirinya.
Ia memeluk tubuh Desy dari belakang sambil mencium lehernya di bagian belakang.
Desy sangat menikmati perlakuan dari Arsen. Walaupun ia tau Arsen melakukannya tanpa cinta.
Dengan penuh nafsu mereka melakukan hubungan intim di bawah guyuran air.
Setelah puas bermain dengan Desy. Arsen segera pergi ke kamar miliknya.
Di benaknya terlintas wajah mungil Alina.
"Gadis mungil itu "
Gumamnya.
Di ambilnya ponselnya.
Ia membuka aplikasi WA, terlihat Alina memosting sebuah foto miliknya yang sedang berada di alun-alun kota.
"Gadis ini imut yaaa..
Seperti kelinci"
Gumam Arsen sambil memandang storynya Alina.
***
Alina dan Tiya masih berada di villa.
Mereka baru saja selesai menyusun barang yang akan mereka bawa pulang ke Jakarta.
"Al, di meja udah ada sarapan tuh..
Ada susu sama roti bakar..
Gue mau mandi dulu yaa.. "
Tiya.
"Iya Ti..
kita kudu cepat nihhh
besok gue harus ngantor soalnya.... "
Alina.
"Iya iyaa.. "
Gumam Tiya sambil berjalan menuju kamar.
Alina sarapan sendiri di meja makan. Pagi ini hatinya sudah agak tenang.
__ADS_1
Setelah beberapa lama, Tiya terlihat sudah selesai mandi, namun masih menggunakan handuk di kepalanya.
Ia menghampiri Alina yang sedang sarapan.
"Al, lo udah selesai belum?
Mandi gihhh...
Biar gue yang beresin dapur sama meja makan. " Tiya.
Tiya memang tidak memiliki pelayan di villanya.
Hanya sesekali ada orang suruhan orang tuanya, datang untuk membersihkan villa itu.
"Hemmmm...
Iya dehh
Biar cepat, takut ntar macet. "
Alina segera menghabiskan susu yang tadi baru habis setengah.
Setelah semua beres, mereka segera bergegas menuju mobil.
"Gue aja yang nyetir..
Kasian,dari semalam kan elo yang udah nyetir.. "
Gumam Alina.
"Ahhhh...
ngga papa..
Gua aja Al..
biar cepat. "
Tiya.
Tiya menancap gas keluar dari komplek villa.
" Ti, makasih banyak ya..
Udah ngajak gue liburan..
Gue bener-bener senang. "
Alina.
"Iya sayangku...
Lo udah kayak sama siapa...
Gue kan sahabat lo dari kecil.
Gue udah anggap lo kayak saudara gue sendiri Al... "
Ujar Tiya..
Ehhh...
Kayaknya ban mobil gue kempes deh "
Tiba-tiba Tiya menghentikan mobilnya.
Mereka keluar untuk melihat keadaan.
"Kan beneran kempes ban"
Sebuah mobil berhenti tepat di belakang mereka.
Ternyata itu adalah mobil Leo.
" Kenapa mobilnya Ti? "
Tanya Leo.
" Ini Leo, ban gue bocor . "
Tiya.
Terlihat wajah Alina memerah saat Leo ada di sampingnya.
" Lo ada serap nggak? "
Leo.
"Yahh....
Itulah yang jadi masalahnya...
Gue ngga ada serap.. "
Tiya.
"Ya harus bongkar terus bawa ke tambal ban "
Leo.
Leo pergi ke mobilnya dan membawa sebuah kotak yang berisikan kunci pembuka ban.
"Ehhhh..
istri lo gmna..
nanti dia kelamaan.. "
Tiya.
"Tenang aja..
Dia masih di villa.
Hari ini gue harus balik ke Jakarta.
Soalnya ada meeting besok pagi. "
Leo.
Leo dan Tiya sedang berusaha membuka ban mobil.
Sedangkan Alina berusaha mencari tambal ban di google maps miliknya.
"Tiya, kayak nya dari sini agak jauh tambal bannya.
Gimana dong.. "
Ujar Alina yang sudah mendapatkan letaknya.
"Ya udah bawa mobil gue aja Ti..
__ADS_1
biar gue yang nungguin disini. "
Gumam Leo.
" Jangan...
Gue naik ojek aja..
Soalnya kalo bawa mobil takutnya ada macet.. "
Tiya.
"Ya udah biar gue pesan ojek online ya.. "
Ujar Alina yang tidak berfikir panjang.
Ia tidak sadar bahwa akan berdua dengan Leo jika Tiya pergi.
Leo melanjutkan membuka ban mobil Tiya.
Setelah menunggu beberapa lama tukang ojek online pun datang.
Pas dengan Leo yang sudah selesai membuka ban mobil.
Tiya langsung pergi dengan ojek.
Kini tinggal Alina dan Leo yang berdua.
Alina duduk di bawah pohon, sedangkan Leo masih berdiri di bawah terik matahari.
Leo menghampiri Alina. Ia merasa masih ada yang belum selesai di antara mereka.
"Al?
Saya dengar kamu dan Arsen akan menikah.
Apa itu benar? "
Arsen.
"Iya.. "
Jawab Alina tanpa melihat ke arah Leo.
"Apa kamu yakin Arsen akan mencintai mu, dengan keadaan mu yang sekarang?
Aku tidak mau kamu akan tersakiti di kemudian hari Al. "
Leo.
"Apa peduli mu haaa?
Bukankah kamu melakukan hal yang sama? "
Alina.
"Alina, jauh di lubuk hatiku..
Aku masih sangat menyayangi kamu.. "
Leo menyatakan perasaannya kepada Alina.
"Terus kamu mau apa kak?
Mau jadikan aku yang kedua...
Begitu? " Alina sudah meneteskan air matanya.
"Bukan maksudku seperti itu Al..
Tolonglah mengerti keadaanku..
Aku sangat terpaksa.. " Leo mencoba mencari celah di hati Alina.
"Terpaksa?
Tapi kamu menikmatinya kan kak?
Keliatan kok kalau kamu bahagia dengannya..
Lagian aku bukan lah apapun di banding dia kak..
Jadi wajar saja jika kamu memilih dia. "
Alina menyeka air matanya di terus menetes.
Walaupun ia sudah berusaha untuk menahannya.
Leo memeluk tubuh mungil Alina.
Alina tertutupi oleh tubuh tinggi Leo. Alina berusaha melepaskan pelukan Leo, namun ia tidak memiliki cukup tenaga.
" Kak, lepaskan ..
Aku akan menikah dengan Arsen..
jika seseorang melihat ini maka kamu akan kena masalah.. "
Tegas Alina.
"Tapi aku masih rindu Al.. "
Leo.
"Lepasin kak... "
Alina.
Leo melepaskan pelukannya.
"Al..
Kamu jangan menikahi Arsen yaa..
Tunggulah aku..
Aku akan menceraikan dia Al.. "
Leo memohon kepada Alina.
"Kak..
seandainya kakak tau apa yang sebenarnya terjadi..
seandainya saja aku tidak bertemu Arsen mungkin aku akan memilih untuk menunggu kamu.
Aku masih sangat mencintaimu. "
Alina hanya dapat berkata di dalam hatinya..
Bersambung...
__ADS_1
Terimakasih ya yang udah mau ikuti kisahnya Alina dan Arsen...
Love you all..