Alina Sekretaris Mungil

Alina Sekretaris Mungil
Bab 27


__ADS_3

Selamat membaca ❤️❤️❤️.


.


Alina terlihat nyaman diperlukan dalam Arsen. Pelan-pelan suhu tubuhnya mulai normal. Arsen kini tertidur sambil memeluk Alina.


Pagi kini menyingsing. Arsen masih enggan untuk membuka matanya, begitupun Alina. Desy terlihat tidak suka dengan posisi Alina yang berada di pelukan Arsen. " Kalo begini ngapain nyuruh gue dateng, buat jaga nyamuk aja?" Gumamnya kesal.


Alina menggeliat, namun ia merasa ada sesuatu yang mengikat tubuhnya. Ia melihat ke sebelahnya, ternyata Arsen.


"Aaaaa... Pak Arsen minggir.." Alina mendorong Arsen sampai jatuh ke bawah.


" Kamu apaan sihhh, sepagi ini udah ribut." Arsen terkejut.


"Bapak ngapain saya haa..." Alina.


"Nggak ngapain-ngapain kok" Arsen.


"Ngga ngapain gimana, ini kenapa kita berdua ngga pake apapun." Alina mencoba untuk menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Tadi malam kamu demam, saya menemukan kamu tidur di mobil, ngapain coba tidur di sana." Arsen.


"Ya abisnya, bapak mau melakukan sama Desy. Takut terganggu." Jawab Alina.


Arsen mencoba untuk menyadarkan dirinya. Ia tidak bisa langsung sadar setelah bangun tidur.


"Kenapa gue bisa nyaman tidur bersama dengan dia, biasanya gue nggak bisa tidur ketika ada orang lain di tempat tidur." Arsen bergumam dengan dirinya sendiri.


"Ya udah, mandi sana .." Ujar Arsen untuk menutupi rasa canggungnya. Terdengar suara gemericik air di kamar mandi, pertanda ada yang sedang menggunakannya.


"Nggak usah mandi!!!. Saya mau langsung pulang saja." Alina mengambil pakaiannya.


"Ehhhh..kok gitu, nggak bisa!!! " Ucap Arsen.


"Kenapa? bapak aja yang jalan sama dia, saya malas!!!.." Ujar Alina.


"Kalo gitu kita pulang ke rumah kakek. Saya tidak nyaman dengan hotel." Ucap Alina.


"Tidak bisa !!!" Ucap Arsen.


"Terus bapak maunya apa, saya jadi penjaga nyamuk kalian, gitu? " Alina.


"Kamu ingat ya, Disni kamu hanya untuk bekerja. Tidak lebih dari itu." Arsen.

__ADS_1


Alina hanya dapat terdiam saat Arsen membentaknya lagi.


"Kamu cukup mengikuti peraturan saya." Ucap Arsen. Lalu ia pergi menuju kamar mandi. Ia menyuruh Desy untuk membuka pintu. Mereka berdua kini sudah berada di dalam. Entah apa yang mereka lakukan di dalam sana, sehingga hampiri dua jam lamanya mereka menghabiskan waktu.


"Ia sihh memang kita tidak memiliki hubungan hanya sekedar pasangan pura-pura. Tapi apa pantas ia memperlakukan gue kayak gini" Lirih Alina sambil menghapus air matanya yang sudah menetes.


Terdengar suara hentakan kaki yang mendekat ke arah Alina.Ya udah sana mandi dulu. Kita akan sarapan di bawah." Ujar Arsen.


Alina melangkahkan kakinya dengan berat menuju kamar mandi. Masih terasa pusing untuk berjalan baginya, namun ia tidak mau bos besarnya itu memarahinya kembali.


Alina membasahi tubuhnya dengan air hangat. Ia merasa lebih segar sekarang. Didalam mandinya ia membayangkan kelakuan Desy dan Arsen di kamar mandi yang sama. Ia merasa jijik ketika membayangkan itu semua.


"Dasar laki-laki bajingan, kenapa tidak menikahi wanita itu saja." Gumam Alina sambil menyelesaikan ritual mandinya.


Setelah selesai, ia keluar dari kamar untuk sarapan. Sesungguhnya Alina tidak memiliki selera makan. Namun ia takut sakit, mengingat tadi malam ia sangat menggigil.


Terlihat Desy dan Arsen sedang menikmati makan di meja restoran hotel itu. Alina lebih memilih untuk tidak berbaur dengan mereka. Ia lebih memilih untuk duduk sendiri.


"Mbak, mau pesan apa? " Seorang pelayan menghampiri Alina.


"Nasi goreng dan jahe anget ya Mbak..." Ucap Alina.


"Baik.." Pelayan tersebut pergi meninggal Alina.


"Kenapa tadi gue tidak mencoba menu favorit disini ya." Ucap Alina, ketika menyadari bahwa dirinya sedang berada di dalam restoran mewah.


Alina memang sangat menyukai wisata kuliner. Setiap akhir pekan biasanya ia pergi bersama dengan Tiya atau kedua orangtuanya.


Tidak lama kemudian makanan yang dipesan Alina datang.


"Mbak makanan favorit di sini apa?" Tanya Alina.


"Cake durian, Ayam saus tiram, ikan gulai dan bebek goreng." Ucap pelayan itu.


"Ya udah saya pesan cakenya satu lagi ya.." Ucap Alina.


"Baik mbak..." Pelayanan tersebut pergi meninggalkan Alina.


"Ehmmmm..Kayaknya ini enak." Alina mencoba menyicipi makanan yang telah di pesannya.


"Ada untungnya juga gue ikut Bos killer itu, bisa keliling buat wisata kuliner." Gumam Alina sambil menyantap makanan di hadapannya.


Di meja lain, terlihat Arsen sedang memperhatikan Alina. "Kalau ia lahap seperti itu, aku ngga perlu khawatir" Ucapnya.

__ADS_1


"Emangnya dia kenapa sayang, kok tadi malam kamu ngeloni dia kayak anak bayi." Ucap Desy yang bingung dengan kelakuan Arsen yang mulai menaruh perhatian pada Alina.


"Kamu jangan salah paham, aku cuma ngga mau terkena masalah. Kamu kan tau kalo Kakek Yos sangat menyayangi Alina." Ujar Arsen.


"Ya kalaupun kamu jatuh hati sama dia, itu hak kamu kok" Ucap Desy.


"Ia aku tau... Tapi dia itu bukan wanita yang aku inginkan. Kamu tau sendirilah seleraku seperti apa." Arsen.


Selama ini Arsen memiliki banyak sekali pengemar. Kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang kalangan atas dan banyak diantara mereka yang sudah berusaha untuk menjadi istri Arsen.


Arsen belum sama sekali membuka hatinya untuk orang lain. Masih ada nama seseorang di hatinya dan belum tergantikan. Mungkin cintanya terlalu jauh untuk Mutiara yang kini sudah sah,menjadi istri orang lain.


***


Terlihat Alina sangat menikmati hidupnya. Kini ia merasa sejenak dapat melepaskan masalahnya.


"Emmmmm... ini baru namanya cake. Kayaknya makanan di sini enak-enak deh. Mumpung gue udah di pulau Sumatera mending, gue sekalian ke Padang. Buat nyobain rendang, mungkin kalo disana rasanya original." Ungkapnya.


"Hehhhh... cewek mungil!!!. Udah makannya?" Arsen tiba-tiba sudah berada di sampingnya.


"Ihhhhh... Pak Arsen, buat kaget aja" Alina sangat terkejut dengan kedatangan Arsen yang tidak ia sadari.


"Cepetan makannya, kita buru-buru nih." Arsen.


"Ohhh Pak Arsen mau jalan? " Ujar Alina.


"Hemm.." Arsen.


"Gimana kalo kita jalannya masing-masing aja, nanti pas udah seminggu kita ketemuan di Bandara. Gimana? "Alina mencoba memberikan Argumentasi.


"Saya juga maunya seperti itu. Kalo bisa langsung balik ke Jakarta, tapi masalahnya kakek nungguin kita di villa di Samosir." Ujar Arsen.


"Kok gitu, kemaren kakek ngga bilang gitu kok, pasti Pak Arsen bohong ya..." Ucap Alina, untuk memastikan pernyataan Arsen.


"Kamu pikir saya ini ABG, suka main-main dengan perkataan saya." Arsen.


"Ya bukan gitu maksud saya Pak" Alina.


" Ya sudah ayo kita berangkat sekarang, saya sudah bayar tagihan makanan kamu." Arsen pergi meninggalkan Alina yang diikuti oleh Desy.


Terlihat Alina berlari kecil untuk mengejar Arsen yang kini sudah berada di luar restoran hotel.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2