
“Al...kenapa kau berani melakukan hal yang bodoh seperti tadi.”Ucap yang Alina tiba-tiba membayangkan kembali kejadian di hotel barusan. Kini Alina sangat malu dengan kelakuannya yang sangat posesif.
Terlihat Arsen kini masuk dengan membawa bungkusan martabak.
“ Pak, saya malam ini mau menginap di rumah ibuk ya.” Lirihnya padahal yang sebenarnya dia sedang ingin menghindari Arsen.
“Kamu yakin? Nanti ibu sama bapak akan berfikiran kalau kita sedang bertengkar.” Jawab Arsen sambil menyetir mobil.
“Emmm iya juga sih, kalo menginap di rumah ibu kita kudu nginap sekamar.” Alina
“Ini kamu menghindari saya ya.” Tanya Arsen.
“Ia pak, saya sangat malu dengan kejadian tadi.” Jawab Alina dengan jujur.
“ Lupakan saja. Saya juga sudah tidak mengingat kejadian itu. Mungkin karena saya adalah orang yang termasuk hiperseks. Jadi menurut saya kamu akan sekalian menjadi wanita pemuas nafsu saya.”
“ Maksud bapak, saya akan merangkap gitu?
“Ya benar..”
“ Nanti kalau saya hamil bagaimana pak.”
“ Kan ada pil untuk pencegah kehamilan. Dulu waktu kamu melakukannya dengan Leo bagaimana? Atau kamu sudah sering mengugurkan kandungan ya.?” Tanya Arsen.
Ada rasa perih yang terasa di hati Alina. Kini ia diam seribu bahasa tanpa menanggapi perkataan Arsen.
“Kenapa hanya diam saja? “ Tanya Arsen.
“Saya tidak suka jika bapak mengingatkan saya dengan masa lalu saya, bukankah bapak juga punya masa lalu yang kelam? “ Tanya Alina yang kini sudah menitikkan air mata.
Arsen kini juga mati kata dibuat oleh Alina. Ia juga sangat tidak menyukai jika ada orang yang mengorek-ngorek masa lalunya. Bahkan sampai sekarang ia belum bisa melupakan wanita di masa lalunya itu.
Kini mereka telah sampai di apartemen, terlihat Alina pergi ke dalam kamarnya begitupun Arsen. Mereka berpisah begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun.
__ADS_1
Malam itu terasa begitu panjang bagi Alina, bayangan di hotel itu terngiang-ngiang di pikirannya. Alina pergi ke kamar mandi untuk membasahi tubuhnya agar terasa rileks dan nyaman, ia berharap akan segera dapat tidur dengan nyenyak.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya Alina merasa haus, ia pergi keluar kamar untuk mengambil minum. Terlihat hal yang sama dilakukan oleh Arsen. Arsen sangat kaget saat melihat Alina masih menggunakan kimono dengan rambut yang basah.
“ Al? Kamu habis mandi? Tanyanya.
“ Hemmmm..” Alina menjawab hanya seadanya. Alina merasa sangat terganggu dengan kehadiran Arsen di dapur, mengapa tidak bayangan yang tadi semakin jelas ingatannya.
“ Kamu kenapa keramas malam-malam begini,” Tanya Arsen.
“ Nggak papa.” Jawab alina dengan cuek sambil membelakangi Arsen.
Terlihat Alina sangat sexy di mata Arsen malam itu, bagaimana tidak? Tubuh Alina hanya berbalut kimono yang jelas terlihat Alina tidak menggunakan dalaman. Jantung Arsen berdesir saat mencium bau tubuh Alina.
Arsen mencoba menghindari diri dari Alina dengan langsung pergi meninggalkan Alina. Arsen membawa martabak beserta minuman yang tadi diambilnya. “ Kok makanannya diambil semua?” Tanya alina saat melihat Arsen berlari menuju kamar.
Alina kini pergi untuk menyusul Arsen, karena dirinya pun kini tengah kelaparan. Mengingat di kulkas tidak ada makanan yang dapat diolahnya.
Tokkk.. tokkkk. Terdengar suara ketukan dari luar, namun pada saat itu Arsen sedang berada di dalam kamar mandi. Karena tidak ada sahutan dari dalam Alina masuk ke dalam kamar Arsen.” Pakk .. Pak Arsen..” Panggil Alina.
“Pak, boleh saya minta makanan yang bapak beli tadi?” Tanya Alina dengan wajah yang memelas.
Tidak dapat dibohongi kini Alina ikut terpesona saat melihat tubuh kekar milik Arsen. Tubuh Arsen membuat libidonya naik. Beberapa kali ia bertemu pandang dengan Arsen, namun mereka sama-sama malu.
Terlihat kini sesuatu mengeras di balik handuk milik Arsen. Kini Arsen tidak dapat menyembunyikan dari Alina karena terlihat begitu jelas.
“ Bapak nafsu sama saya? “ Tanya Alina.
“ Tidak, ini sudah menjadi kebiasaan bos kecil saya ini ketika saya menggunakan pakaian yang longgar. Ini tidak masalah, saya akan pergi ke apartemen Desy untuk menyelesaikan ini. Saya mandi dulu.” Jawab Arsen.
Terlihat Arsen sangat kikuk melihat Alina malam itu, ia bagaikan sudah melakukan sesuatu yang salah, padahal biasanya dirinya sangat garang bagaikan ibu tiri untuk Alina. Alina tidak menanggapi Arsen terlalu jauh, namun ada rasa cemburu saat Arsen menyebut nama wanita lain.
Alina mengambil makanan di atas meja di samping ranjang Arsen, terlihat Arsen hanya diam di tempat saat Alina mendekatinya.” Kenapa bapak jadi ketakutan seperti ini saat melihat saya.” Tanya Alina.
__ADS_1
Tiba-tiba Arsen menarik tangan Alina dan menggendongnya ke dalam kamar mandi. “ Pak, saya sudah mandi” Teriak Alina. Namun Teriakan itu sangat sexy di telinga Arsen.
“ Saya sebenarnya tidak sudi menyicipi tubuhmu ini, namun kalau kamu terus merayu saya apa boleh buat.” Terlihat senyum licik di wajah Arsen.
“Yakin... bagaimana kalau anda kecanduan?” Bisik Alina.
“ Terserah, bebaskan dulu bos kecil ku ini. Ia sangat menginginkanmu.” Jawab Arsen.
“ Aku tidak suka kasar pak, jadi perlakukan aku dengan lembut.”
Kini Arsen sudah membuka mengikat pinggang Alina dengan kedua tangannya. Arsen memeluknya sambil merasakan kehangatan Alina. Terlihat tubuh Arsen jauh lebih tinggi dari tubuh Alina. Arsen membungkuk sedikit untuk menyamakan tingginya dengan Alina.
"Al, kenapa tubuhmu bisa sependek ini. Aku kesulitan." Bisik Arsen.
"Kamu sendiri yang salah, kenapa kamu memilih tempat seperti ini, bukankah ranjangmu begitu nyaman untuk ditiduri."Gumam Alina.
"Belum ada wanita yang tidur di ranjang hangat ku itu, kalaupun ada itu adalah istri ku nanti."Tegas Arsen.
"Bukankah aku ini istrimu pak? walaupun di atas perjanjian, tapi Dimata Tuhan kita adalah pasangan yang sah."Gumam Alina.
“Al, jangan panggil aku dengan panggilan itu lagi, aku tidak suka.” Arsen kini sudah sangat panas.
Alina menatap dalam mata Arsen.” Sayang....” Lirihnya.
Arsen kini membawa Alina ke luar dari kamar mandi dan mendaratkan tubuhnya di kasur empuk miliknya. Tadi awalnya Arsen tidak mau melakukan hubungan intim dengan wanita manapun di atas kasurnya itu. Namun kali ini ia berubah pikiran saat menatap manik Alina.
Arsen terus saja memandangi wajah cantik Alina. Kini Arsen sudah tidak dapat menahan nafsu birahinya. Terlihat Irene menerima semua perlakuan yang Arsen lakukan, bahkan dirinya sendiri ikut menikmatinya.
Pertempuran panas itu mereka lakukan berkali-kali sampai Arsen kini menjatuhkan tubuhnya di samping Alina.
"Al, apakah dulu kamu dan Leo seperti ini juga? ".Gumam Arsen.
Selamat menikmati guyssss
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak yaa 😘😘