Alina Sekretaris Mungil

Alina Sekretaris Mungil
Bab 25


__ADS_3

Selamat membaca ❤️❤️❤️


.


Terlihat mereka kini memasuki gerbang rumah yang terkesan unik. Tampilan rumah tersebut seperti rumah Belanda zaman dulu, yang terbuat dari kayu.


Supir pribadi kakek Yos mempersilahkan tuannya untuk keluar dari mobil BMW milik kakek Yos.


"Al, selamat datang di rumah. Anggap ini rumah sendiri ya. Kamu jangan sungkan kalo perlu sesuatu." Ucap Yos.


"Ia kek, terimakasih. " Ucap Alina yang ternyata kagum dengan desain rumah milik kakek Yos.


"Disinilah Arsen menghabiskan waktu kalau sedang liburan." Yos.


Para pembantu di rumah kakek Yos terlihat sudah menunggu kedatangan mereka. Banyak yang telah mereka persiapkan untuk menyambut kedatangan tuan mudanya itu. Temasuk menyiapkan makanan kesukaan Arsen.


***


Arsen kini sudah berada di dalam kamarnya. Terlihat Alina sedang menata pakaiannya di dalam lemari milik Arsen. Mereka berdua tidak dapat mengelak lagi untuk satu kamar dengan Arsen. "Pak Arsen saya sangat lelah hari ini, bagaimana kita akan tidur di ranjang yang sama? " Alina melihat di sekeliling, ia tidak melihat adanya sofa.


"Kamu istirahat saja dulu disini. Nanti aku bangunin untuk makan malam. "Ucap Arsen sambil memikirkan bagaimana cara agar bisa tidur di hotel.


***


Ditempat lain, terlihat seorang wanita yang sedang gelisah. Wanita itu tak lain adalah Desy. Ia begitu gelisah saat tidak menemukan Arsen di apartemen. Beberapa kali ia mencoba menghubunginya, namun tidak ada jawaban.


Tidak lama kemudian Arsen menghubungi Desy lewat aplikasi WhatsApp. "Hallo Sayang?" Terdengar suara lembut milik Desy di balik benda pipih milik Arsen. " Maaf tadi tidak sempat untuk pamit sama kamu, soalnya kakek Yos datang ke apartemen." Ucap Arsen pelan, ia takut suaranya terdengar dari dalam kamar.


"Sekarang kamu dimana sayang?" Desy.


"Sekarang aku udah di rumah kakek." Ucap Arsen.


"Ya udah kalo gitu." Desy kesal dengan kelakuan Arsen karena pergi meninggalkan dirinya begitu saja. Entah mengapa semenjak Arsen menikahi Alina, perasaannya menjadi tidak tenang. Walaupun mereka hanya menikah kontrak.


Desy mengakui kecantikan yang dimiliki Alina begitu khas. Alina adalah wanita yang pintar dan berbakat. Tidak seperti dirinya yang tidak memiliki pendidikan seperti Alina. Secara tidak langsung ia mulai memiliki rasa cemburu kepada Alina.


Kini matahari mulai menyembunyikan sinarnya di ufuk barat. Namun Alina terlihat masih di alam mimpi. Arsen yang sedari tadi sibuk dengan laptopnya kini sudah beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

__ADS_1


Setelah selesai mandi ia masih melihat Alina yang sangat nyenyak. Dipandanginya wajah imutnya." Begitu tenang..."Gumamnya.


"Al... Bangun." Arsen mencoba membangunkan Alina. Namun tidak ada pertanda bahwa Alina akan bangun. Sekali lagi Arsen mencoba untuk membangunkannya.


Alina terlihat sudah duduk di tepi ranjang. Dipandanginya ponselnya, "Aku rindu suasana rumah " Gumamnya.


Tidak sengaja Alina melihat ada foto yang terletak di bawah tempat tidur. Diambilnya foto tersebut. "Ini siapa? kok ada di bawah sini.." Ucap Alina sambil memperhatikan foto itu. Tiba-tiba Arsen mengambil foto itu dari tangan Alina. "Heh.. kmu jangan sentuh apapun di kamar ini. " Ucap Arsen.


Terlihat Alina hanya terdiam saat dibentak oleh Arsen.


"Mandi sana, sebentar lagi kita akan makan malam." Ucap Arsen. Alina bergegas ke kamar mandi. Ia meninggalkan Arsen yang masih memegang foto itu.


"Emangnya wanita itu siapa? Bukankah pak Arsen sudah memiliki Desy." Ucapnya sambil mengisi Air hangat di bathtub.


Alina menikmati waktunya di dalam kamar mandi, sedangkan Arsen masih menatap foto Mutiara di tangannya. "Mut, seandainya saja kamu yang ada di sini... Mungkin aku adalah orang yang paling bahagia di dunia ini." Ucap Arsen. Dahulu waktu ia bersama dengan Mutiara, Arsen menjatuhkan cintanya begitu dalam kepada wanita itu. Seumur hidupnya ia baru sekali mencintai wanita sedalam itu. Sejak itulah ia sudah mati rasa kepada wanita manapun.


***


Dimeja makan terlihat Kakek sudah menunggu. "Bik, tolong panggil cucu dan cuci mantu saya ya." Ujarnya kepada seorang pembantu di rumahnya.


Terlihat Arsen dan Alina sudah keluar dari kamar. Terlihat sepintas mereka sangat cocok. Arsen yang terlihat begitu gagah dan Alina sangat manis.


"Tidak apa nak, kakek mengerti kalau kalian pengantin baru. Ayo duduk, kakek sudah lapar." Ujar Yos.


"Harusnya tadi kakek tidak usah menunggu seperti ini." Ujar Arsen.


"Tidak apalah, kakek senang kalian ada disini. Rumah ini terasa hangat. Jika tidak keberatan, berikan kakek cicit yang banyak yaa." Ujar Yos.


Alina terlihat hanya menyendok makanan ke piring Arsen. Ia tidak menanggapi pembicaraan mereka.


"Iya kek, makanya malam ini Arsen dan Alina malam ini mau berangkat." Ujar Arsen.


"Berangkat kemana? Kalian baru nyampe kok mau pergi."Ucap Yos.


"Bukan begitu maksud kami kami kek. Cuti Arsen dan Alina sudah tidak lama lagi, sedangkan kita mau berkeliling ke danau Toba Samosir. Takut agak terburu-buru." Jelas Arsen.


"Kalian mau mengunakan apa? " Tanya Yos.

__ADS_1


"Kita pinjam mobil kakek aja ya. Yasudah sekarang kita makan malam aja dulu, nanti setelah makan kita bicarakan lagi." Ucap Arsen.


Dimeja makan itu, terlihat mereka begitu menikmati santapan mereka. Tidak seorangpun yang berani berbicara di saat makan malam sedang berlangsung.


***


Arsen dan Alina kini sudah berada di dalam kamarnya. "Ini saya harus membawa apa pak. kalau tau tadi seperti ini saya tidak usah repot-repot menyimpan pakaian saya di dalam sini."Ucap Alina.


" Tidak usah bawa apapun. Di Medan nanti kita akan shoping agar kamu senang." Ucap Arsen yang mengetahui jika wanita sangat suka dengan kegiatan berbelanja.


"Tidak usah pak, ini pakaian saya masih bagus semua kok. Sayang uangnya kalo dipake buat yang tidak penting." Ucap Alina.


"Ia tapi saya lihat pakaian kamu modelnya seperti ini, saya bisa melihatnya." Ucap Arsen.


"Ya sudah, saya bawa beberapa ya pak." Ucap Alina.


"Terserahlah....pokoknya nanti kalau sedang bersama saya kamu harus terlihat elegan. Jangan kucel seperti anak kuliahan yang sedang stres dengan skripsi. Ingat kamu ini istri saya." Jelas Arsen.


"Baik pak Arsen" Alina.


"Satu lagi, kalo bukan di kantor. Jangan panggil saya dengan sebutan pak." Arsen.


"Ia mas... "Ucap Alina.


Mereka berdua kini sudah siap untuk berangkat. Terlihat Kakek Yos sudah menunggu mereka berdua. " Kamu yakin nak, akan berangkat malam? " Ujar Yos.


"Yakinlah kek, kami ingin menghirup udara segar di luar sana." Ucap Arsen.


"Ya sudah, kamu pakai mobil kakek sekalian supirnya saja ya." Ucap Yos.


"Ohhh... Tidak usah kek, nanti kakek susah kalo kemanapun" Ujar Arsen.


"Tidak mengapa, nanti kakek bisa pake taksi online saja." Ucap Yos.


"Kalau ke kebun, kan tidak bisa pake taksi online? " Arsen.


"Tidak usah dipikirkan, nanti kakek yang akan pikirkan." Ucap Yos.

__ADS_1


Setelah begitu panjang perdebatan mereka. Arsen memutuskan untuk tidak usah menggunakan supir pribadi kakeknya. Toh juga mereka berdua sama-sama bisa menyetir.


TBC.


__ADS_2