
Selamat membaca ❤️❤️❤️
.
Alina sangat terkejut mendengar perkataan Arsen. Alina mengakhiri pembicaraan mereka. Tampaknya ia sedang memikirkan sesuatu.
Diluar terdengar suara mobil ayah Alina sepertinya mereka baru datang.
"Al...
Alina, kamu sudah pulang nak?" Terdengar suara lembut dari luar. Alina hanya terdiam, ia masih memikirkan bagaimana akan memulai pembicaraan dengan orang tuanya.Tentang pernikahannya dengan Arsen.
crekk...
Ibu Alina membuka pintu kamar, terlihat Alina sedang melamunkan sesuatu.
"Hai sayang?
kamu kelelahan ya, abis liburan." Gumam ibunya Alina membuyarkan lamunannya.
"Ehhh ibukk...
Abis dari mana sama ayah?"
Tanya Alina yang terkejut melihat ibunya sudah berada di kamarnya.
"Tadi habis jalan sama ayah, sekalian nyari buku." Gumam ibunya.
"Kamu gimana nak, semuanya baik-baik kan?" Tanya ibunya yang merasa ada yang berbeda dengan anaknya.
"Baik kok buk, Alina sedikit kecapekan aja. Oh iya nanti malam katanya Pak Arsen mau datang." Alina.
"Ya sudah, biar ibu masakin ya. Kebetulan tadi ibu habis belanja keperluan dapur. Kira-kira nak Arsen suka apa ya?" Tanya ibu Alina.
"Ngga tau buk, kayaknya pak Arsen tidak pemilih. Ibuk masak seadanya aja." ujar Alina.
"Yaudah kamu istirahat dulu ya, biar Ibuk aja yang masak." Ibu Alina berjalan keluar kamar Alina.
Kini Alina masih berada di tempatnya semula. Ia masih tidak percaya akan menikah secepat ini, dan bukan dengan Leo.
Alina kini beranjak dari tempat tidur, ia berjalan menuju dapur. Terlihat ibu Alina sedang sibuk membersihkan ikan yang tadi dia beli di pasar.
"Buk, Al bantu ya..."
Gumam Alina sambil berjalan mendekati ibunya.
"Kamu udah ngga capek nak?"
Ibu Alina.
Terlihat Alina hanya menggelengkan kepalanya.
"Ya udah, kamu kupasin bawang aja yaa..." Ibunya Alina.
Alina mengambil perbawangan dan cabe di dalam kulkas.
__ADS_1
"Buk..." ujar Alina.
"Ia nak? Jawab ibu Alina.
"Sebenarnya selama ini Al, deket dengan Pak Arsen." Ujar Alina.
"Dengan nak Leo bagaimana?" Ujar ibunya.
"Sebenarnya Leo sudah menikah buk" Alina.
"Kok, Ibuk nggak tau" Ibu Alina.
"Leo dijodohin buk, sama mamanya." Alina.
Percakapan mereka selesai sampai di situ saja. Tampaknya ibu Alina kecewa dengan Leo, karena ia sudah mengenal Leo dengan baik.
"Buk, ini udah selesai Al kupasin. Bumbu yang lain juga sudah dibersihin." Alina.
Alina memang anak yang sudah terbiasa dengan dapur. Bahkan memasak adalah salah satu hobbynya.
Kini matahari sudah menyembunyikan sinarnya. Alina yang masih sibuk membersihkan dapur tidak sadar dengan langit yang mulai gelap.
" Al, kamu mandi ya. Biar Ibuk aja yang terusin." Ibu Alina.
Alina membuka celemek yang masih menempel ditubuhnya. Ia pergi ke kamarnya.
***
Di kamar, Arsen siap-siap untuk pergi ke rumah Alina. Ia sudah terlihat rapi dengan kemeja berwarna merah muda yang sangat cocok dipadukan dengan jeans.
Ia menyusuri tangga. Terlihat pelayanan sudah sibuk menyiapkan makan malam bagi keluarganya.
" Arsen, kamu mau kemana nak? Ujar Rani.
"Arsen mau kerumahnya Alina maa.." Jawab Arsen.
"Ohhhh..
kamu hati-hati ya, nanti kalo kamu ngga pulang kabari mama ya..." Ujar Rani.
"Oke mam.." jawab Arsen dengan semangat.
***
Dijalanan terlihat ramai karena hari ini adalah hari Minggu. Setelah setengah jam perjalanan barulah Arsen sampai di rumah Alina.
Tokkkk... tokk tokk
"Al, kayaknya itu nak Arsen sudah sudah didepan."Ujar Ibunya Alina.
"Ia buk, biar Alina bukain ya.." Alina pergi menuju pintu.
"Pak Arsen silahkan masuk." Ujar Alina kepada Arsen yang sudah berdiri di depan pintu.
" Al, kalo bisa ngga usa panggil Pak, ya" Ujar Arsen yang tidak nyaman di panggil secara formal oleh Alina.
__ADS_1
"Baik mas Arsen..." ucap Alina dengan agak gugup.
Arsen masuk menuju ruang tamu yang sederhana, milik keluarga Alina.
"Silahkan duduk Mas..." Alina mempersilahkan Arsen untuk duduk.
Alina pergi ke belakang untuk memanggil ayahnya untuk menemani Arsen.
"Ayah, itu pak Arsen ada didepan. Katanya ingin bertemu dengan Ayah" Ucap Alina.
Setelah memastikan Ayahnya menemui Arsen Alina kembali ke belakang untuk menyiapkan makan malam.
Terlihat Alina hanya menggunakan pakaian rumahan. Tubuhnya terlihat sangat mungil dibalik daster yang dia kenakan. Alina memang sangat suka menggunakan daster bila sedang berada di rumah.
Kini makanan telah terhidang di meja makan.
" Ibuk aja ya yang panggil mereka. Alina sebentar kekamar mau mengambil ponsel.
Alina bergegas ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya. Ia segan memaki daster bila didepan bos besarnya itu.
Kini ia sudah memakai baju kaos dan celana jeans kuncup. Alina terlihat lebih pantas menjadi anak SMA dibandingkan pekerjaa kantoran.
Semua sudah terlihat di meja makan, kini mereka mulai menaruh makanan di piring mereka.
"Mas, Arsen suka ikan gulai kan?" Tanya Alina kepada Arsen.
"Iya suka kok" Jawabnya.
"Nak Arsen seadanya aja ya " soalnya tadi Alina bilangnya setelah ibu pulang dari pasar. Kalo misalnya nggak terburu-buru ibu bisa masak banyak." Ujar ibunya Alina.
"Ia Bu, segini juga udah lebih dari cukup." Ungkap Arsen.
" Iyaudah, selamat makan semua." ujar ibunya Alina.
Arsen terlihat menikmati makanannya. Ia bahkan menambah nasi.
Setelah selesai makan malam, Ayahnya Alina mengajak Arsen kembali keruang tamu. Ia belum mengetahui maksud Arsen untuk menemuinya.
" Nak Arsen, kata Alina .. nak Arsen ingin menemui saya.. Ada perlu apa ya? Ayah Alina.
" Begini Pak, kedatangan saya kemari bermaksud untuk melamar Alina untuk menjadi istri saya." Ucap Arsen.
" Tapi yang bapak tau, Alina sudah memiliki calon suami. Tapi sebentar ya bapak panggilkan orangnya dulu." Ayah Alina pergi menemui anaknya.
"Al... sini nak ada yang ayah ingin bicarakan dengan kamu." Ayah Alina menghentikan kegiatan Alina yang sedang menyusun makanan ke dalam kulkas.
Alina bejalan menemui ayahnya yang duduk di meja makan.
" Alina, ini maksudnya bagaimana. Kok ayah nggak mengerti ya. Tolong kamu jelaskan."
" Begini Ayah, sebenarnya Arsen dan Alina sudah dekat beberapa bulan ini. Kini Arsen ingin serius dengan hubungan kami berdua." Ucap Alina dengan sedikit menunduk.
" Bukannya selama ini kamu dengan Leo. Bahkan ia ingin menikahi kamu setelah kamu selesai kuliah. Alina... kamu jangan menyakiti hati orang lain. Dikarenakan Arsen jauh lebih segalanya, kamu malah meninggalkan nak Leo." Ucap ayah Alina memperingati anak tunggalnya itu.
"Bukan seperti itu ayah, Alina memang sudah berpisah dengan Leo. Sekarang tidak usah membahasnya lagi ya." Tegas ibu Alina.
__ADS_1
" Ayah takut anak kita salah jalan buk…" jawab Ayah Alina.
"Tidak akan salah jalan pak, mungkin memang bukan jodoh. Ayo kita ke ruang tamu, nanti nak Arsen menunggu. " Ucap ibunya Alina sembari membawa cemilan di tangannya.