
Alina dan Arsen tidak menyangka kalau kakek Yos akan menyinggung ke jenjang pernikahan.
" Kek, aku dan Alina baru saja menjalin hubungan. Kami perlu perkenalan lebih lagi kek.. " Jawab Arsen.
Mereka yang ada di meja makan tersebut hanya bisa terdiam. Mereka masih menantikan kedatangan keluarga Rama.
Tidak lama kemudian, terdengar suara sebuah mobil yang masuk ke pekarangan rumah keluarga Arsen.
"Nah, itu mereka baru datang"
Aditia segera menyambut mereka ke pintu depan.
"Haiii Rama, lama sudah tidak bertemu.
kamu apa kabar? "
"Baik,
kamu baik?"
Rama
"Aku baik,
silahkan masuk..."
Aditia mempersilahkan keluarga Rama memasuki rumahnya.
Rama membawa istrinya Nina dan juga Riska, putri tunggalnya.
Riska tampak anggun sekali, ia memakai gaun mode terbaru dari sebuah butik yang terkenal di Jakarta.
Riska memang sudah lama melirik Arsen. Ia berharap Arsen juga meliriknya. Namun Arsen tidak pernah mengagapnya seorang wanita dewasa. Ia melihat Riska tidak lebih dari seorang teman masa kecil.
Setelah semua duduk di meja makan. Aditia mempersilahkan mereka semua untuk mencicipi semua hidangan yang telah disiapkan.
"Silahkan mas, ini adalah makanan dengan bahan yang terbaik dan di masak oleh koki terbaik di rumah ini" Mama arsen mempersilahkan tamu nya itu.
"Al?
kamu mau makan yang mana?"
Arsen menyadarkan Alina yang sedari tadi betah dengan pikirannya sendiri.
Alina sangat kagum dengan kecantikan yang dimiliki Riska.
"emmmm...
saya, mau capcay dan sambal pak..
jawabnya dengan wajah biasa saja."
"Al.... "
Arsen mencoba menyadarkan Alina kembali dengan wajah yang agak sedikit aneh. Ia berusaha untuk memberi kode kepada Alina.
"Ehh..
ia mass..
maaf.. "
Alina tersadar bahwa sekarang posisinya adalah kekasih Arsen.
Makan malam berjalan dengan tenang, terlihat Riska sesekali melirik kearah Arsen.
"Riska, kamu sekarang sudah menjadi dokter ya... "
Aditia mencoba menyapa Riska.
"Ia omm..
Alhamdulillah.. "
"Arsen kamu tau gak, Riska ini lulusan luar negeri lohh.." Aditia
"Ohhh, bagus dong..
Anak dari pemilik rumah sakit sudah sewajarnya kan seperti itu." jawab Arsen.
Aditia, tidak menyangka kalau Arsen akan memberi jawaban seperti itu. Anaknya ini memang sudah sangat berubah semenjak ditinggalkan oleh Mutiara.
Keluarga Arsen sangat berharap, kalau Arsen secepatnya menikah dan melupakan masa lalunya itu.
Terlihat Alina hanya menikmati makan malamnya. Tidak terlihat sedikitpun ada usaha untuk mendekatkan diri kepada keluarga Arsen.
"Ini pacar kamu mas?"
Riska bertanya kepada Arsen.
"Iya. "
__ADS_1
Jawab Arsen dengan ketus.
"Kok pakaiannya seperti ini, padahal kan ini makan malam bersama keluarga." Riska menatap pakaian yang dipakai oleh Alina.
"Iya, soalnya tadi pas pulang Kantor ngga sempat ganti" jawab Alina
"Alina sekretaris aku sekarang, jadi tadi aku langsung bawa dia kerumah." Arsen memperjelas pernyataan Alina.
"Ohhh, jadi kamu sekretaris doang, kok bisa sama Arsen ya..
Kan beda level."
Riska menatap ke arah Alina.
Alina terlihat hanya diam, ia tidak dapat mengelak karena apa yang dikatakan Riska itu adalah benar. Selain itu ia juga tidak memiliki perasaan apapun terhadap Arsen.
"Paa..
Arsen pulang duluan yaa... "
Raut wajah Arsen tiba-tiba berubah saat Riska berusaha memojokkan Alina.
"Lhoh..
Kok gitu, habiskan dulu makanan mu Sen... "
Aditia mulai tidak enak kepada Rama, Namun ia lebih tidak enak kepada Alina karna merasa dihina oleh Riska.
"Ia Arsen, Riska memang suka bercanda..
Dia tidak serius kok.."
Mama Riska berusaha untuk mencairkan suasana.
Namun Arsen tetap lah Arsen yang tegas. Jika ia sudah merasa tidak dihargai maka ia akan sangat marah.
"Al..
Ayo sayang, kita makan di restoran saja. Disana ngga bakal ada yang menghina kamu. " Arsen menarik tangan Alina.
"iyaa mass... "
Alina mengikuti perintah Arsen.
Alina dan Arsen sudah berada di mobil.
" Nihh
saya lelah. " Arsen menyuruh Alina yang nyetir sambil memberi kunci mobilnya.
Arsen dan Alina bertukar tempat kembali.
" Ini kita kemana pak? Alina
Antar saya ke apartemen XXX saja, saya mau beristirahat." Arsen
Alina langsung menancap gas menuju alamat yang di beri Arsen.
****
" Pak, ini kita udah nyampe nih.. " Alina
"Ya sudah, saya turun disini..
besok kamu jemput saya lagi di apartemen ini yaa..
Soal perjanjian kita sebelumnya kita bicara besok di kantor.." Arsen
Tepat pukul sembilan malam, Alina sampai di rumah.
Terlihat Ayah Alina menunggunya di depan sambil memakan cemilan.
Ayah, Alina pulang...
"Kamu udah pulang nak?
kok malem sii... sesibuk itu, apa di kantor yang baru..
loh?? itu mobil siapa yang kamu bawa nak? "
Ayah Alina heran dengan mobil yang di bawa Alina.
"Iya yahh..
Alina sibuk banget, karna anak baru jadi Alina harus kerja extra...
Ini mobil Bos Alin yahh, soalnya bos Alin minta di antar jemput..
kan Alina sekretaris."
Alina menyembunyikan apa yang sebenarnya sudah terjadi.
__ADS_1
Ia tidak mau membebani Ayahnya itu.
"Ya sudah, itu ibu kamu udah nungguin di dalem." Ayah Alina
"Iya yah.. "
Jawab Alina sambil berjalan menuju ruang dapur untuk meneruskan makan malamnya yang tertunda tadi.
Di dapur, Alina mendapati ibunya yang sedang membersihkan meja makan.
"Sayang, kamu udah pulang nak? "
Ibu Alina senang melihat anaknya pulang.
"Udah buk, ini kan udah di depan ibuk.. "
Jawab Alina sambil mencium tangan ibunya.
"Kamu sudah makan nak? " Ibu Alina
" Belum buk, Alina laper banget.. "
ungkap Alina dengan wajah yang memelas, padahal tadi dia sudah makan sedikit di rumah Arsen.
"Ya sudah kamu mau makan dulu atau mau mandi dulu" Ibu Alina.
"Emmm..
Mandi aja dehh."
Jawabnya..
***
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Alina bangun. karena hari ini ia harus menjemput bosnya terlebih dahulu.
Tepat pukul setengah tujuh, Alina sudah siap berangkat ke kantor.
"Buk, Alina sarapan di kantor aja yaa... "
Alina pamit kepada orang tuanya.
"lohh kok pagi bener.. " Tanya ibu Alina heran..
"iya buk, soalnya mau jemput bos juga.. "
jawab Alina, sambil berlari kecil menuju pintu karna takut kesiangan.
"Ya sudah, kamu hati-hati ya nak.. "
***
Di tempat lain, Arsen sedang sarapan di dapur apartemennya. Arsen memang sangat disiplin dalam menggunakan waktu.
dreetttt...
posel Arsen berdering, tanda sebuah pesan masuk
"Pak, saya sudah di parkiran basement apartemen bapak yaa.. "
Alina.
"Iya, kamu tunggu di situ. Arsen
Setelah membuka pesan dan membalasnya, Arsen meneruskan kegiatan sarapannya.
Selang berapa menit ia pun selesai dan menemui sekretaris mungilnya itu.
***
Di kantor, sudah ada beberapa karyawan yang datang.
"Selamat pagi pak Arsen" Sapa mereka saat melihat bosnya itu datang.
"Pagi... "
Jawab Arsen dengan nada datarnya.
Setelah sampai di depan ruangan Arsen, Alina langsung duduk di meja kerjanya.
"Ehh..
kamu ikut saya ke ruangan saya..
saya mau bicara dengan kamu." Arsen
" Baik Pak.. "
Alina mengekor di belakang Arsen..
Bersambung...
__ADS_1