
Selamat membaca ❤️❤️❤️
.
"Ini dari Leo pak, sepertinya ia sedang dalam masalah." Alina.
"Kok tengah malam? Leo tidak tau kalau kamu sudah menikah?" Arsen.
"Dia tau pak, mungkin karena ia sedang dalam masalah. Makanya ia mencari saya." Alina.
"Dia kan punya istri, ngapain masih ganggu istri orang. Saya peringatkan ke kamu ya, jangan sesekali kamu terlihat tidak menghargai pernikahan ini. Walaupun hanya sekedar kontrak, tapi saya tidak mau terlihat seperti itu." Tegas Arsen.
"Ia baik pak." Alina tidak berani membantah Arsen. Ia terlihat seperti istri sungguhan.
"Ya sudah kita beristirahat di sekitar sini." Arsen kini sudah berada di kota yang mereka tuju.
Tap...tappp
Arsen berjalan menuju meja resepsionis di sebuah hotel.
"Mbak, saya pesan kamar VIP. " Arsen.
"Baik pak, mau berapa kamar?." Ujar Pelayan tersebut.
"Satu kamar." Arsen.
"Baik pak, boleh saya minta KTP?. Ujarnya sambil terus menyelesaikan Administrasi.
Setelah selesai dengan administrasi Arsen menerima kartu untuk memasuki kamar yang dipesannya.
"Ayo!!!" Ujar Arsen sambil menarik tangan Alina.
Terlihat Alina hanya mengikuti Arsen memasuki sebuah lift.
"Hanya satu kamar? "Ujar Alina.
"Emangnya kenapa? " Tanya Arsen.
Alina hanya menunduk, karena ia tidak berani membantah Arsen.
" Saya sangat kelelahan, saya ingin kamu memijit saya. Ini sudah hampir pagi, tidak mungkin ada tukang pijat. Kamu bisa kan?" Tegas Arsen.
__ADS_1
"Harusnya bapak jangan menyuruh Desy untuk pulang, dia lebih telaten dari pada saya. Saya tidak terlalu paham tentang itu." Gumam Alina.
"Kamu tidak perlu banyak bicara, sekarang saya kelelahan.Gimana pun caranya kamu harus bisa." Arsen.
"Ia baik pak..."Alina lagi-lagi tidak berani membantah.
"Ya sudah sekarang saya mau mandi, kamu juga siap-siap untuk mandi." Arsen memasuki kamar mandi.
Tidak lama kemudian, Arsen keluar dari kamar mandi. Ia terlihat sangat tampan dengan rambut yang masih basah. Alina tertegun melihat pemandangan itu.
"Heyy... cepat sana. " Arsen menyadarkan Alina dari lamunannya.
Tidak menunggu lagi, Alina memasuki kamar mandi. Ia tidak ingin berlama-lama di dalam . Ia segera menyudahi ritual mandinya itu dengan waktu yang singkat.
Arsen terlihat sedang menyesap rokok di balkon hotel.
"Pak, saya sudah selesai. Alina terlihat memakai baju tidur miliknya. Alina terlihat seperti anak kecil namun sangat imut dengan tubuh mungilnya.
"Ini!!!!" Arsen melemparkan sebuah botol yang berisi minyak zaitun.
"Bagian mana yang harus saya pijat pak? "Ujar Alina.
"Seluruh bagian." Ujar Arsen sambil membuka bajunya dan melentangkan tubuhnya di kasur.
Setelah beberapa lama kemudian, Arsen terlihat sudah terlelap.
" Pak.." Alina mencoba untuk membangunkannya, namun Arsen tidak ada tanda-tanda akan bangun.
"Mungkin ia sangat kelelahan." Ucap Alina.
Alina mencoba mengambil selimut dan tidur di lantai karena sofa di dalam kamar itu tidak cukup jika digunakan untuk tidur.
"Hehhhh.. kamu tidur di sini saja." Arsen menunjuk ke sebelahnya. Ternyata ia belum sepenuhnya tidur.
"Tapi pak, ..." Ujar Alina.
"Cepat, tidak ada bantahan. Baru kemaren kamu demam, saya tidak mau repot karena mu." Ujar Arsen.
"Baiklah." Alina menaiki kasur itu.
"Disini, mendekatlah... bukankah kamu juga sering melakukan ini dengan Leo? Ujar Arsen.
__ADS_1
"Maaf pak, itu tentang pribadi saya. Bapak tidak berhak mencampuri hidup saya." Alina.
"Tapi kamu terlihat munafik, dasar wanita murahan." Ucap Arsen.
" Bapak boleh menganggap saya seperti itu, lalu bagaimana dengan bapak sendiri? bukankah bapak tidur dengan wanita seperti itu juga. Aku melakukan itu dengan orang yang aku cintai dan mencintaiku. Lalu bapak bagaimana?." Alina.
" Diam kau. Aku membeli itu dengan mahal. Tapi kau memberikan kepadanya secara gratis." Arsen sudah mulai emosi.
"Karena saya mencintainya dengan tulus. Itu bukti bahwa saya tidak menginginkan uangnya saja. Saya melakukan itu dengan cinta, lalu bagaimana dengan wanita yang selama ini denganmu?" Alina.
"Berani sekali. Kau tidak tau sekarang berurusan dengan siapa." Arsen melemparkan tubuh Alina ke atas kasur dan mulai menguncinya di bawah kungkungannya.
Namun terlihat Alina tidak sama sekali ketakutan. Ia malah memberikan tatapan menantang kepada Arsen.
"Bukankah Leo melakukan ini juga." Arsen terlihat begitu emosi.
"Huhhhh.. sudah saya bilang. Dia melakukan itu dengan cinta. Bukan seperti bapak yang melakukan dengan siapapun dan dimanapun. Anda memang memiliki uang tapi tidak ada yang mencintai bapak dengan tulus!!!" Ucap Alina. Rasa segan yang dimilikinya selama ini sudah hilang.
"Apa katamu? kamu akan menyesal mengatakan ini semua. Akan saya pastikan kamu akan memohon untuk saya cintai. "Arsen kini sudah hilang kendali. Ia menelusuri seluruh tubuh Alina. Namun Alina tidak memberikan respon sedikitpun. Air matanya kini sudah keluar saat Arsen menyesap benda kenyal miliknya.
"Al, bukankah kamu menyukai ini." Ucap Arsen.
"Dasar Anjing..."Ucap Alina.
"Baiklah kalau kamu mau aku melakukannya. Bukankah aku membeli ini juga dari mu. Anggap saja ini bonus untuk ku.Oh iya kalaupun kita melakukan ini tidak akan menjadi dosa. Seperti yang kamu lakukan dengannya." Arsen mencoba untuk berbicara dengan Alina.
"Pak Arsen, sudahlah..ini sudah hampir pagi. " Ucap Alina mencoba untuk mengerti keadaan Arsen yang sedang kelelahan.
Arsen menjatuhkan tubuhnya tepat di samping Alina. "Tidurlah pak, mungkin bapak sangat kelelahan" ucap Alina sambil membawa Arsen kedalam dekapannya. Alina adalah sosok wanita yang sangat lembut ia tidak ingin membuat Arsen semakin pusing. Alina meletakkan egonya untuk tidak berdebat lagi dengan Arsen.
Deg ...
Kini jantung Arsen berdegup dengan tidak normal. " Kenapa tiba-tiba dia berubah manis seperti ini, bukankah barusan ia begitu marah. Dekapannya sangat lembut dan nyaman." Arsen berbicara kepada hatinya sendiri.
Alina mendekapnya dengan begitu tulus. "Harusnya bapak tidak menyuruh Desy untuk pulang. Beginilah jadinya... Bapak jadi hilang kendali. Saya sangat mengerti perasaan bapak saat ini. "Ujar Alina sambil mengelus rambut Arsen.
Tidak lama kemudian Arsen tertidur pulas di dalam dekapan Alina. Begitupun Alina yang terlihat tertidur karena ia juga sangat lelah.
Didalam kamar itu, terlihat sepasang manusia yang tidur dengan posisi saling berpelukan. Terlihat Arsen tidak sedikitpun bergeser dari posisinya. Ia merasa sangat nyaman dengan posisi seperti itu. Sudah lama tidurnya tidak senyenyak seperti itu.
Kini matahari telah menunjukkan sinarnya. Namun dua sejoli itu masih terlihat di dalam dunia mimpinya.
__ADS_1
"Al, bangun..ini sudah siang.." Arsen membangun Alina. Namun Alina hanya menggeliat tanpa mengenakan pakaian atasnya. Membuat Arsen mulai kehilangan kesadarannya. "Ini sudah jam berapa pak, saya masih sangat mengantuk." Ujar Alina membuat Arsen kembali sadar dengan hubungan antara mereka berdua.
TBC.