Alina Sekretaris Mungil

Alina Sekretaris Mungil
bab 8


__ADS_3

Selamat membaca❤❤❤


.


.


.


"Apa?


Maksud bapak saya akan menikah dengan bapak, karena di tuntut kakek Yos? "


Alina sangat tekejut mendengar tujuan dari Arsen.


"Bu.. bukan maksud saya seperti itu Al.


Ini tidak serumit yang ada di fikiran kamu. "


Arsen berusaha memberikan penjelasan kepada Alina.


"Memang saya miskin pak, tapi saya bukan wanita yang mau menikah secara sembarangan.


Maaf Pak saya permisi."


Alina pergi meninggalkan ruangan.


"Al...


bukan seperti itu maksud saya.. "


Arsen berusaha menenangkan Alina yang mungkin tersinggung dengan perkataan Arsen.


Namun, Alina tetap pergi meninggalkan Arsen. Ia pergi menuju kantin bermaksud untuk menenangkan pikirannya.


***


Di ruangannya, Arsen masih terlihat duduk di kursi kebesaraan miliknya.


Difikirannya masih terbesit perkataan kakek Yos, yang bermaksud menjodohkannya dengan wanita pilihannya.


"Aduhh...


Ini gimana, ngga mungkin kan gue nikah dengan pilihan kakek."


Arsen begumam sendiri, ia memang tidak memikirkan menikahi wanita lain selain Mutiara.


Meskipun Wanita idamannya itu sudah memiliki anak dengan pria lain. Arsen tetap sangat mendambakan wanita itu.


Mutiara adalah cinta pertama Arsen.


Setelah diputuskan secara sepihak oleh wanita itu, Arsen belum pernah sekalipun membuka hati kepada wanita lain.


Di meja, masih terlihat makanan belum tersentuh.


"Alina.. "


Gumam Arsen sambil melirik makanan tersebut.


Mau tidak mau, Alina harus menerima permintaan gue..


jika Ia tidak mau secara baik-baik gue akan paksa..


Ini demi masa depan gue..


Itulah yang terletak di fikiran Arsen saat ini.


Diliriknya jam dinding di kantornya.


Ternyata masih pukul duabelas siang. Masih ada waktu dua jam sebelum meeting dengan Leo nanti..


tuuttt.... tut...


Arsen menghubungi seseorang, yaitu Desy.


Desy adalah sugar baby milik Arsen. Ia sengaja menyewa Desy untuk memenuhi hasrat biologisnya.


Arsen selalu melampiaskan perasaannya kepada Desy.


Arsen menempatkan Desy di Apartemen pribadi miliknya. Agar semua keluarganya tidak mengetahui dan menuntutnya untuk menikahi wanita bayaran itu. Selain itu Arsen juga memberikan sejumlah uang untuk Desy.


"Hallo sayang...


Jawab Desy dengan manja..


Sayang, kamu di apartemen kan?


Aku mau kamu..


gumam Arsen..


Arsen bermaksud makan bersama Desy. Sekaligus untuk memperbaiki moodnya yang sedikit menurun hari ini.


Arsen membawa makanan yang tidak jadi dimakan Alina. Selain itu ia mengambil wine di kulkas ruangan pribadinya.Ia segera menuju apartemen yang tidak jauh dari kantornya itu.


Arsen memasukkan pin di pintu apartemennya. Didalam terlihat Desy sudah terlihat sangat sexy memakai baju tidur yang terbuka.


" Sayang....


Ini aku bawa makanan..


Kita makan dulu yaa.. "


Arsen berbicara dengan sangat lembut. Berbeda saat berada di kantor.


" Iya udah, aku ambil piring yaa"


Jawabnya sambil berjalan menuju dapur.

__ADS_1


***


Di kantin, Alina mengisi energinya.


Ia memakan malanannya sambil memikirkan sesuatu.


Utang gue memang udah dianggap lunas oleh pak Arsen, tapi gue terikat kontrak dengan perusahaan ini..


Alina teringat dengan telponnya yang terputus tadi...


Saat bimbang seperti ini ia memang selalu mencari Tiya sahabatnya.


Tuttt.. tut... tut...


Alina menelpon sahabatnya itu.


"Halloo Al.. "


Terdengar suara dari ponsel Alina.


"Tii, maaf ya tadi terputus..


soalnya kan tadi pas jam kerja. "


Ucap Alina dengan nada manjanya.


" Iya Al, gue ngerti..


Emang lo kerja dimana sii


perasaan dari kmaren lo ngga cerita. " Tanya Tiya.


"Gue kerja di perusahaan X Ti..." jawab Alina.


"Wahh keren bangett..


lo memang keren yaa..


bisa masuk di perusahaan sebesar itu..."


"Ah ngga kok Ti, biasa aja..


Gue masuk ke sini juga karna kecelakaan.. "


Alina.


"Maksud lo gimana si, kok gue nggak ngerti yaa..


kayaknya panjang nih ceritanya... "


Tiya.


"Iya Ti, memang panjang..


makanya kita harus ketemu nihh.. "


Alina.


Tapi kapan, kan sekarang lo udah kerja.. "


Tiya.


"Malam minggu gimana?


Sekalian tuh kita ngemall dulu..


Atau nongki di tempat biasa.. "


Ujar Alina.


"Bagus juga ide lo...


Iya dehh, tapi nanti lo nginap yaa.. "


Tiya.


"Iya dehh..


udah lama kan kita ngga maraton nonton drakor.. "


Alina.


"Berarti fix yaa..


Sabtu pagi gue jemput."


Tiya.


"Oke..


ehhh ti..


Gue udahin dulu yaa..


jam makan siang udah mau kelar soalnya. "


Alina


"Iya Oke, "


"Bye... " Alina mematikan sabungan panggilannya.


Jam sudah menunjukkan jam satu siang lebih lima belas menit. Tetapi Arsen tidak terlihat di ruangannya. Sedangkan Alina sibuk menyiapkan berkas yang akan dibutuhkan siang ini.


"Gue malas banget lagi ketemu pak Arsen." Gumam Alina


Sejak pembicaraan mereka tadi, Alina memang agak menghindari Arsen.

__ADS_1


***


Di tempat lain terlihat Arsen sedang menikmati kehidupan bersama Desy. Ntah sudah berapa ronde mereka melakukan adegan panas mereka.


Terdengar beberapa kali Arsen memanggil nama Mutiara, saat berada di puncak permainan mereka.


"emhhhh...


ahhh..


Mutia... "


Begitulah Arsen setiap melakukan hubungan intim dengan wanita. Ia selalu melakukannya sambil mabuk.


Arsen sudah kelelahan dengan kegiatannya. Ia mengambil ponsel miliknya, terlihat panggilan tak terjawab dari Ezra.


"Harusnya Ezra sudah sampai di indo hari ini." gumam Arsen sambil mencoba


menghubungi Ezra.


tutttttt....


tutttt...


"Hallo bos.. " jawab Ezra.


"Ezra, kamu sudah dimana."


Arsen.


"Saya sedang menuju kantor bos..


Urusan berkas yang Anda minta sudah selesai. "


Ezra.


" Bagus..


Sekarang kamu temui Alina...


Gantikan saya untuk meeting hari ini yaa..


Saya sedang tidak enak badan.. "


Arsen memerintah asistennya itu.


" Baik bos "


Jawab Arsen..


Arsen memutuskan panggilan mereka. setelah itu Arsen memakai handuk kimono miliknya dan pergi ke kamar pribadinya.


Arsen tidak suka tidur bersama Desy. Walupun mereka melakukan hubungan intim tetapi Arsen selalu tidur di ranjang miliknya.


***


Ezra sampai di kantor tepat sebelum meeting dimulai.


"Alina, kamu sudah siapkan bahannya kan? "


"Sudah pak" jawab Alina.


" Ya sudah..


kita ke ruangan meeting yaa.. "


Mereka berdua berjalan menuju ruangan meeting.


Terlihat Leo yang sudah hadir. Kali ini ia membawa serta istrinya.


Alina sangat tekejut ketika melihat Leo bersama Istrinya.


Ternyata istri Leo lebih cantik dari yang terlihat difoto sosmed. Diam-diam Alina masih sering menstalk sosmed Leo.


Deg..


Jantung Alina berdetak tidak teratur saat bertemu mata dengan Leo. Alina tidak dapat mengatur perasaannya saat ini.


"Saya permisi ke toilet sebentar ya pak"


Bisik Alina kepada Ezra.


Ezra menggangguk, tanda memberi izin kepada Alina.


Alina berlari ke toilet, Air matanya sudah tidak dapat dibendungnya lagi.


Alina tidak dapat berfikir jernih saat ini.


"Gue nggak bisa biarin Leo nginjak harga diri gue kayak gini" Ucap Alina sambil berusaha untuk tegar.


"Gue harus kuatt...


Lo kuat Al..


Jangan menangis.. "


Alina menghapus air matanya.


Tidak lama setelah itu, Alina kembali ke ruangan meeting.


Terdengar Leo sedang menunjukkan desain iklan yang ia miliki.


Leo memilki usaha di bidang jasa membuat iklan. Kebetulan perusahaan Arsen sedang menggunakan jasa Leo.


Itulah sebabnya Leo akan sering bertemu Alina..


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2