
Selamat membaca ❤️❤️❤️
jangan lupa untuk meletakkan jejak kalian yaah 🙏🙏
Waktu kantor kini sudah menunjukan jam makan siang. Terlihat para karyawan sedang menikmati waktu istirahatnya. Sedangkan Kakek Yos mengajak Alina dan Arsen untuk makan di restoran favorinya.
Terlihat mereka menikmati makan siang mereka.
"Kalian mau resepsi yang bagaimana? " Tanya kakek Yos.
"Arsen terserah sama Alina aja kek" Ujar Arsen.
" Ini kan pernikahan kalian, hanya sekali seumur hidup." Ucap kakek Yos.
"Kalau Alina mau konsep yang sederhana saja kek, mungkin di ruangan terbuka saja. Tidak usah di besar-besarkan. Menurut Alina resepsi itu bukan menjamin sukses dalam berumah tangga." Alina menjelaskan sedikit kemauannya.
"Ia kek, Arsen juga mau yang seperti itu, ngga perlu lah ada media yang datang." Arsen mencoba menegaskan keinginan mereka. Ia tidak mau banyak orang yang tau tentang pernikahan mereka. Karena pernikahan mereka adalah sekedar pernikahan simbiosis mutualisme. Tidak ada cinta di atas pernikahan mereka nanti.
***
Jam makan siang di kantor Arsen sudah berakhir. Arsen sudah berada di dalam ruangannya. Sedangkan Alina pulang karena nanti malam keluarga besar Arsen akan datang secara resmi untuk melakukan lamaran.
Alina dan Arsen sepakat untuk melakukan semua secara instan. Bahkan ia memesan makanan dari luar untuk makan malam di rumah Alina nanti.
Kini Alina sudah berada di salon, Arsen memintanya untuk dirias karena ini adalah acara resmi.
"Mbak kok sendirian, calon suaminya dimana?" Tanya Mbak yang sedang meriasnya.
"Dia masih sibuk bekerja." Jawab Alina.
Tiga jam lebih Alina menghabiskan waktu di salon. Kini ia sudah terlihat sangat anggun dengan kebaya modern yang tadi sempat ia beli di butik, sebelum dia kesalon.
"Wah .. udah jam lima." Ucapnya seraya merapikan pakaian yang ia kenakan.
Dertttt...
Dertttt...
Ponsel Alina berbunyi, terlihat ibunya melakukan panggilan video lewat aplikasi WhatsApp.
"Hallo Buk, Alina udah rapi belum? "Tanyanya kepada ibunya.
"Ia udah kok, ini kamu dimana? ini udah jam berapa Al, kenapa belum sampai di rumah." Seru ibunya Alina.
"Ia buk, ini Alina OTW ya.." jawab Alina.
__ADS_1
"Ia cepat yaa... bentar lagi keluarga Arsen nyampe sini." Ucap ibunya Alina yang sedikit was-was.
Alina membayar tagihan salon dengan menggunakan kartu yang diberikan Arsen sebelum ia tadi pulang.
Alina kini menancap gas membelah jalanan menuju rumahnya. Tidak sampai setengah jam Alina sampai didepan rumahnya. Alina memang sangat handal bila menyetir. Apalagi yang kali ini dia gunakan adalah mobil mahal milik Arsen.
***
Keluarga Arsen kini telah sampai di rumah Alina. Acara lamaran dilakukan dengan sangat baik. semua tepat pada waktunya. Acara malam itu ditutup dengan acara makan malam.
Telah ditetapkan bahwa Arsen dan Alina akan menikah di Minggu depan.
Acara pernikahan mereka akan dilakukan secara sederhana saja. Tidak banyak yang dipersiapkan karena Arsen sudah menyewa wedding organizer untuk mengurus semuanya.
***
Seminggu kemudian, Acara pernikahan Arsen dan Alina dilaksanakan di halaman belakang rumah megah milik keluarga besar Arsen.
" Terlihat Alina sangat cantik menggunakan kebaya putih. Sangat pas ditubuh mungil miliknya. Arsen juga sangat terlihat gagah dengan menggunakan jas berwarna abu-abu.
Arsen dan Alina kini berjalan menuju pelaminan tempat mereka akan mengucapkan janji sehidup semati. Dengan diiringi musik mereka terlihat sangat serasi.
Setelah selesai mengucapkan janji dan bertukar cincin, para tamu kini memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Tidak banyak yang hadir di acara itu, hanya kerabat terdekat saja. Sesuai dengan keinginan Arsen dan Alina.
***
Alina dan Arsen kini sudah berada di kamar yang telah dipersiapkan untuk pengantin. Kamar Arsenlah yang kini disulap menjadi kamar pengantin.
" Mas, aku atau kamu yang mandi duluan." Ucap Alina yang sudah lelah memaki kebaya seharian.
"Kamu dulu deh, aku masih lelah." Jawabnya.
"Yaudah kamu keluar dulu gih...,panggilin mama Rani untuk bantuin aku buka kebaya ini. Soalnya ini kancingnya dibelakang semua." Seru Alina.
"Ya ampun Al, kok ribet siih!!!" Arsen mengerutu karena lelah harus naik turun tangga.
"Terus gimana ..., kamu pikir aku mau kayak gini?" Alina.
" Sini biar aku aja yang bantuin." Ucap Arsen dengan polosnya.
"Ihhhhh... kamu jangan macam-macam ya mas" Alina sontak mendengar perkataan Arsen.
"Ya ampun Al, aku ngga akan pernah nganggap kamu sebagai wanita. Kamu itu ngga lebih dari partner kerja." Arsen kesal dengan tuduhan Alina.
"Aku tetap ngga percaya mas!!! " Ujar Alina.
__ADS_1
"Heh kamu ini yaaa... bener keterlaluan tau gak!!!. Aku tau kelakuan kamu bersama Leo, jadi gak usa sok suci deh." Ucap Arsen yang semakin kesal.
Deg ....
Hati Alina sangat sakit mendengar perkataan Arsen kali ini.
"Hehhhh Arsen, kamu ya yang mau pernikahan ini terjadi. Kalau aku mau, aku bisa dapat yang lebih baik dari kamu. Kayak yang paling bener aja. Kalau mampu kenapa harus menikahi wanita seperti ku hah...." Alina tidak mau tersudutkan oleh Arsen.
"Kamu ini yaaa!!!" Emosi Arsen pecah saat mendengar perkataan Alina.
"Memang benar kan?" Alina tidak perduli dengan Arsen yang sudah mengepalkan tangannya.
Arsen memilih untuk keluar dari kamarnya. Ia berharap bisa segera keluar dari rumah orangtuanya.
Didalam kamar masih terlihat Alina yang duduk di tepi ranjang. Ia tidak tau harus berbuat apa dengan kebaya yang melekat ditubuhnya.
tokkk tookk..
Terdengar seseorang sedang mengetuk pintu kamar.
"Siapa..."Ucap Alina.
"Saya non.." Terdengar suara pelayan dari luar.
Tadi Arsen sempat menyuruh pelayan untuk membantu Alina untuk membuka kebayanya.
"ohhhh iya non, tadi tuan muda berpesan agar nona menyiapkan air hangat untuk mandinya tuan." Pelayan itu menyampaikan pesan tuannya sambil membatu Alina.
"Iya bikk..." Jawab Alina.
Terlihat kini Alina sudah menggunakan kimono yang ada di lemari Arsen. Entah siapa yang menyiapkan pakaian di lemari. Padahal Alina belum sempat membawa pakaiannya.
Alina sangat menikmati ritual mandinya dikamar mandi mewah milik Arsen. Belum pernah ia menggunakan kamar mandi sebagus ini.
Kamar mandi yang dilengkapi dengan berbagai aroma terapi, berbagai merek shampo dan sabun yang terlihat mahal.
Setelah selesai mandi tidak lupa Alina menyiapkan air hangat di bak mandi sesuai dengan pesanan tuannya.
Arsen terlihat sudah menunggu Alina keluar dari kamar mandi. Tercium aroma khas sabun dan shampo milik Arsen yang keluar dari tubuh Alina.
"Kamu pakai barang-barang aku yaaa.!!!" Arsen membentak Alina. Ia sangat tidak suka barang pribadinya disentuh orang lain.
" Terus aku mandi pake apa boss?!!. Masak pake air doang? " Ucapnya lagi.
" Kamu ini beneran buat saya emosi yaa!!!." Arsen berlalu dari hadapan Alina. Ia pergi menuju kamar mandi.
__ADS_1
TBC.