
Selamat membaca❤❤❤
.
.
.
Terlihat Alina memasuki ruangan itu. Ia duduk tepat di samping Ezra.
"Al, kok pucat..
kamu sakit? "
Ezra sedikit memperhatikan wajah Alina.
" Enggak kok pak.. "
Jawab Alina.
Meetingpun akhirnya selesai dengan penandatanganan kontrak antar dua perusahaan.
***
Di kamar terlihat Arsen sudah siap untuk ke kantor. Walaupun sebentar lagi jam kantor selesai. Tapi Arsen belum bertemu dengan Ezra.
Setelah sampai di kantor.
Arsen langsung menuju ruangan Ezra.
"Ezra..
ada yang ingin saya bicarakan. "
Arsen datang dengan nada agak tegas.
"Ada apa bos.. "
Jawab Ezra..
" Saya mau Alina menjadi Istri kontrak saya bagaimanapun caranya.
Gumamnya lagi.
" Apa?
Bos bercanda yaa.. "
Jawab Ezra.
" Pokoknya lakukan saja apa yang saya perintahkan.
Cari kelemahannya supaya dia mau menerima tawaran saya"
Saya kasih waktu seminggu. "
Arsen berjalan keluar ruangan Ezra.
Arsen tidak sedikit pun suka kalau perintahnya ditolak oleh siapapun. Ia selalu melakukan berbagai cara untuk mencapai keinginannya.
Di depan ruangannya terlihat Alina sedang sibuk mematikan laptopnya karena jam pulang sebentar lagi akan tiba.
"Alina, habis ini kamu ikut saya ya..
Tadi kakek Yos mengundang kamu makan malam.
Besok ia akan kembali ke Pekanbaru."
"Ia baik Pak..
Saya izin ke rumah dulu yaa.. "
Jawab Alina.
"Ia baiklah kita ke rumah kamu dulu, baru ke rumah saya.. " Arsen.
"Tapi pakk.... "
Alina.
"Tidak ada bantahan "
Arsen menarik tangan Alina menuju lift.
Setelah sampai di parkiran.
"Nih...
Kamu yang nyetir.. "
Arsen melemparkan sebuah kunci ke arah Alina.
Alina pun menancapkan gas menuju ke rumahnya.
Tidak ada pembicaraan di antara keduanya. Mereka sama-sama sibuk dengan pikiran masing-masing.
Sebenarnya Alina ingin menanyakan perihal perjanjian kontrak kerjanya dengan Arsen. Tapi Alina sampai saat ini tidak berani berbicara sepatah katapun dengan Arsen.
Tidak berapa lama Arsen dan Alina sampai di depan sebuah rumah yang sederhana.
Sudah tampak ayahnya Alina sedang duduk di depan rumah. Sepertinya ia juga baru pulang dari kantor.
Ayah Alina bekerja sebagai kariawan biasa di perusahaan makanan instan milik Ayah Arsen.
Jadi Ayah Alina sedikit mengenal Arsen dan keluarganya.
Arsen dan Alina turun dari mobil.
"Asalamualaikum Ayah... "
Sapa Alina dengan lembut.
"Walaikumsalam.... "
__ADS_1
Jawab Ayah Alina.
"Ehhh...
Nak Arsen...
Kok bisa nak Arsen sama anak saya ada di sini.. "
Ayah Alina heran mengapa Arsen ikut pulang dengan Alina.
"Ia Pak, ini bos Alina di kantor..
kok bapak kenal Arsen? "
Jawab Alina
"Ia Al, Arsen ini adalah anak dari pemilik perusahaan bapak bekerja.
Sudah puluhan tahun bapak bekerja di sana, jadi bapak sedikit tau. "
Jawab Ayah Alina.
Arsen hanya bisa terdiam di samping Alina. Karena Arsen tidak begitu mengenal Ayah Alina.
"Mari nak, masuk dulu kita ngeteh.. "
Ayah Alina mempersilahkan Arsen untuk masuk.
"Eh iya pak..
Saya jadi merepotkan saja.. "
Jawab Arsen.
" Pak, saya siap-siap dulu ya..
Saya tidak akan lama.. "
Alina permisi pergi ke kamar.
Setelah Alina pergi Arsen pun mencoba membuka percakapan dengan Ayah Alina.
"Begini Pak..
Saya bermaksud untuk mengajak Alina keluar sebentar. Apa bapak mengijinkannya? "
"Ia boleh nak Arsen. Asal pulangnya jangan terlalu malam yaa..
tapi saya rasa nak Arsen jangan berharap terlalu banyak kepada Alina ya"
Ungkap Ayah Alina, kerena yang dia tau Alina masih berhubungan dengan Leo.
"Kenapa bapak bicara seperti itu?"
Arsen bingung karena yang dia tau Alina baru saja putus dengan Leo.
"Alina sepertinya menjalin hubungan yang serius dengan nak Leo.
Sudah beberapa kali Leo datang ke sini. Katanya ia akan melamar Alina. "
iya Pak
saya dan Alina akan bicarakan ini nanti."
Jawab Arsen.
" Ini tehnya mas..
Silahkan.. "
Ibu Alina membawa napan berisi teh dan juga cemilan.
"Buk, ini bos nya Alina di kantor "
Ayah Alina mengenalkan Arsen kepada Ibu Alina.
"Ohhh..
Ia pak.. "
Arsen, kenalkan ini Istri saya..
"Ia Pak..
Buk kenalkan saya atasan baru Alina..."Arsen
"Ohh...
Alina sekarang punya bos seganteng ini ternyata..
kok Alina ngga pernah cerita"
Ibu Alina sedikit memuji paras Arsen yang tampan.
Alina memang sengaja menutupi kalau Leo sudah bersanding dengan wanita lain. Ia tidak mau Ayah dan ibunya menjadi sedih.
Tidak berapa lama Alina keluar dari kamarnya. Ia terlihat sangat cantik dengan dengan dress merah muda yang pas di tubuh mungilnya.
"Pak, ayo berangkat..
Nanti kemalaman pulangnya. "
Ajak Alina
"Habisin dulu teh nya nak...
Jangan terburu-buru, ini masih jam enam " Jawab Ayah Alina.
"Iya pak... "
Jawab Arsen sambil meneguk habis teh nya.
"Pak, Alina berangkat ya...
__ADS_1
nanti Alina bawain martabak kesukaan bapak "
Alina pamit sambil menyalami tangan Ayahnya.
"Ia nak, kalian hati-hati ya.. "
Ayah Alina.
"Iya Ayah..
nanti Ayah ya yang bilang ke ibu, soalnya ibu lagi mandi"
Alina.
"Iya..
nanti Ayah bilang.
jangan kemalaman pulangnya ya nak"
Ujar Ayah Alina.
Alina masuk ke kursi kemudi mobil.
Eitsss...
Sini biar aku aja..
biar cepat.. "
Arsen mendahului Alina masuk ke mobil, sambil merampas kunci yang di pegang Alina.
"Iya udah"
Cetus Alina sambil memutar arah nya.
Arsen segera menancap mobilnya.
"Alina, kalau nanti kakek Yos meminta kamu segera menikah dengan saya, kamu jawab ia ya. "
Arsen mulai membuka pembicaraan.
"Kok gitu pak, saya kan hanya pacar pura-pura. "
Jawab Alina agak menahan emosinya.
"Kamu pikir uang seratus lima puluh juta itu sedikit? "
Arsen mulai mengungkit utang Alina kepada perusahaannya.
"Tapi Pak...
ini nggak sesuai perjanjian... "
jawab Alina
Arsen segera meminggirkan mobilnya di sebuah parkiran pom bensin.
Hujan pun sudah mulai turun dengan derasnya sehingga sulit untuk mereka turun.
"Kita bicara di sini saja...
Alina....
Saya mohon bantu saya kali ini aja.. "
Arsen.
"Tapi pak, kalau sudah menyangkut pernikahan saya tidak akan mau... "
Jawab Alina..
Al, kamu juga kan udah putus sama Leo..
Tolonglah bantu saya..
Oke..
Gini, saya akan bantu kamu untuk menghancurkan dia..
saya tau kok kamu sudah tidak virgin lagi kan?"
Deg..
Alina sedikit tersentak.
"Itu bukan urusan bapak"
Jawab Alina yang berusaha menahan air matanya keluar.
"Oke baik..
saya minta kamu pertimbangkan permintaan saya..
karena saya bisa melakukan apapun kalau kamu menolak saya.. "
Arsen kembali memajukan mobilnya ke jalanan menuju rumahnya.
***
Di tempat lain terlihat Ezra sedang berusaha mencari informasi tentang Alina.
" Jadi Alina sudah lama menjalin hubungan dengan Leo " Gumamnya.
Ezra berusaha membuka sebuah sosmed milik Alina. kebetulan laptop milik Alina tertinggal di Kantor. Dari situ Ezra dapat membuka semua berkas pribadi milik Alina.
Ezra berhasil mendapatkan foto yang menunjukkan Alina sedang berciuman dengan Leo. Selain itu ia juga mendapat video pribadi milik Alina yang menunjukkan ia sedang melakukan hubungan mesra dengan Leo.
"Yes..
Berhasil... "
Gumam Ezra
__ADS_1
Bersambung...