
Crekkk..
Arsen membuka pintu kamar Alina yang tidak terkunci. Tanpa ada kata Arsen masuk ke dalam kamar Alina. Matanya kini membulat sempurna saat melihat Alina keluar dari kamar mandi hanya di baluka handuk saja.
“ A arsen,..” Alina sangat terkejut dengan keberadaan arsen yang secara tiba-tiba di dalam kamarnya. “ Ada apa? “ Jawab Arsen yang bersikap biasa saja seolah-olah tidak terjadi suatu apapun.
Ternya Arsen memanggil Alina karena kini perutnya meminta agar segera diisi, namun pemandangan itu membuat king kobranya terbangun.
“ Mengapa bapak tiba-tiba berada di sini, bukannya dia sedang ada di dapur?” jawab Alina untuk mengalihkan pandangan Arsen.
“ Aku lapar, belum makan Al. Aku ingin kita makan bersama, aku tidak mau ada bantahan.” Ucap Arsen.
“Kenapa tidak bilang dari tadi,, aku kira karena ada Desy bapak akan makan berdua bersama dia.” Lirih Alina sambil mebuka lemari pakaiannya.
“Tidak, ia sudah pulang.” Jawab Arsen.
“ Ya sudah tunggu saja di luar, aku akan segera ke sana.” Alina. Lalu Arsen pergi dari hadapannya.
Ternya di luar Arsen kini sudah menata sarapan di atas meja makan. Terlihat ada banyak makanan yang ia pesan, mengingat Alina sudah kelaparan dari semalaman.Sebagian makanan itu dia pesan di aplikasi online.
“ wahhhh, banyak sekali pak makanannya bagaimana kita akan menghabiskan ini semua jika yang memakannya hanya kita berdua saja.” Alina terlihat sangat bersemangat melihat makanan yang telah tertata dengan sempurna.
“ Ini bapak kok tumben baik banget sama saya, bapak lagi ulang tahun ya?” Tanya Alina.
“ Nggak kok, saya memang sedang lapar aja.” Ucap Arsen.
__ADS_1
“Kenapa Desy di suruh pulang pak, saya siang ini mau menjenguk orang tua saya. Jadi bapak dan dia bisa bebas.” Ucap Alina.
“ Ohhhhh, saya mau bertemu dengan teman saya siang ini. Jadi saya tidak akan butuh kamu ataupun yang lainnya.”Ucap Arsen dengan datar.
Setelah mereka sarapan, Arsen pergi untuk menemui rekan bisnisnya. Sedangkan Alina sibuk membungkus makanan untuk dibawanya pulang ke rumah orang tuanya. “ Akhirnya semua makannan nya sudah terbungkus dengan sempurna. Jadi tidak akan membuang-buang makanan, ini akan aku bagikan kepada tetangga ayah” Ucap Alina dengan semangat.
Setelahnya Alina mencoba membereskan piring sisa makanan mereka barusan. Tiba tiba Alina kaget saat melihat Arsen sudah ada di hadapannya.” Pak kamu sudah kembali, mengapa secepat itu? Maaf aku sudah bungkus makanan yang kamu beli tadi. Aku berniat untuk memberikannya kepada tetangga ayah.” Ucap Alina.
“Kamu tidak usah minta maaf Al,aku ngga akan sekejam itu. Aku tidak akan marah kalau kamu melakukan hal yang baik, jadi ngga usah menatapku seperti itu.” Ucap Arsen.
“ Ya aku tau kok, kalau kamu adalah orang yang baik. Hanya sedikit gila aja.” Jawab Alina.
“ Sekarang bersiaplah, aku akan mengantarmu ke rumah ayah,” Ucap Arsen.
Ada rasa bahagia di benak Alina ketika Arsen mengajaknya untuk pergi bersama-sama. “ Huh, rasa apa ini.” Ucap Alina sambil berjalan menuju kamarnya.
Di dalam kamar, terlihat Alina sedang memakai makeup di depan meja rias. Terlihat tubuhnya masih berbalutkan handuk kecil. Alina melihat Arsen di belakangnya melalui kaca rias. “ Pak Arsen, “ Terlihat Alina kembali terkejut.
“ Kamu sudah terlihat sempurna” Bisik Arsen sambil mencium aroma tubuh Alina.
Terlihat Alina menghindari Arsen. “ Kenapa? Bukankah tadi malam kamu sudah memberikanku hak?” Ucap Arsen.
“Kurang ajar sekali dia, padahal tadi malam ia sangat menikmatiku. Setelah itu ia menyakitiku dengan sengaja, kali ini ngga akan ku biarkan dia menyentuhku.” Ucap Alina di dalam hatinya.
“ kenapa kamu lama sekali? Saya bosan menunggu di luar” Ujar Arsen.
__ADS_1
“ Ya udah, bapak keluar dulu aja.. biar saya ganti baju dulu” Ucap Alina dengan meninggikan intonasi suaranya. Baru saja ia merasa bahagia saat Arsen ingin mengantarnya pulang. Namun mood nya tiba-tiba hancur ketika Arsen ingin menyentuhnya.
“ kenapa? Saya ini kan bos sekalian suamimu, tidak perlu ditutupi lagi Al. Saya sudah hapal semua bebtuk kamu.” Ucap Arsen yang kini sudah duduk di tepi ranjang milik Alina.
“ Cepatlah pakai pakaianmu, sebelum aku ingin melakukannya lagi.” Ucap Arsen.
Terlihat Alina kini memilih-milih pakaian yang akan di kenakannya. “ pakailah pakaian yang membuat mu terlihat dewasa, jangan pakaian yang membuatmu terlihat seprti anak kecil.” Tegas Arsen.
Terlihat Alina semakin bingung, hendak menggunakan pakaian yang mana lagi. Sementara Arsen datang mendekatinya dari belakang.
“ Pakailah ini, sangat cocok dengan mu. Kamu akan terlihat anggun saat mengenakannya.” Ujar Arsen saat memilihkan sebuah gaun berwarna merah marun kepada Alina.
Alina pun mengambil gaun merah itu, lalu ia masuk ke dalam kamar mandi untuk memakainya. Arsen kembali duduk untuk di pinggir tempat tidur Alina, sambil menunggu Alina selesai dengan gaun itu.
Saat Alina keluar dari kamar mandi, terlihat Arsen tidak dapat berhenti memandang mahluk indah yang sedang berdiri di depan matanya. Alina terlihat sangat Sexy menggunakan gaun yang dipilih oleh Arsen. Bentuk tubuh Alina terlihat sangat sempurna, ingin sekali Arsen menerkamnya tapi ini masih siang hari dan Alina akan menjadi berantakan jika ia melakukan itu kepadanya.
“Ayo kita segera pergi, takutnya ayah akan menunggu kita. Tadi aku sudah berbicara dengan ayah kalau hari ini kita akan mengunjungi mereka.” Ajak Arsen, ia takut tidak dapat menahan libido nya.
Arsen merasakan hal yang aneh di dalam hatinya, ada perasaan senang yang tak terhingga, ia ingin berjanji tidak akan melukai hati wanita yang sedang di gandengnya saat ini.
Mobil Arsen kini sudah terparkir sempurna di halaman rumah orang tua Alina. Kini alina turun dari mobil dan berjalan menuju depan pintu rumah. Dari dalam mobil terlihat Arsen masih mengagumi kecantikan Istri kontraknya itu.
Arsen tidak bisa berhenti menatap ke arah Alina, ada rasa penyesalan telah membuat Alina terluka selama ini. Melihat wajah Alina yang polos Arsen semakin degdegan saat bertatapan dengannya.
“Ada apa sayang, mengapa kau menatapku seperti itu.” Alina kini bersandiwara di depan orang tuanya namun Arsen tidak menyadari itu.
__ADS_1
Terlihat ayah Alina menyambut kedatangan anak tunggalnya itu. Alina merasa sangat bahagia karena dapat bertemu dengan orang tuanya. Alina mengeluarkan semua oleh-oleh yang dibawanya dari luar kota sebelumnya. Makanan yang tadi ia bungkus pun tak lupa ia bagikan kepada para tetangga.
Kini sore telah menjelang, terlihat Alina dan Arsen kini pamit untuk pulang.