Alina Sekretaris Mungil

Alina Sekretaris Mungil
bab 31


__ADS_3

Terlihat mobil yang telah di parkir kini sudah berada di pintu gate bandara. Tanpa menunggu lama Alina menyerah kan mobil itu kepada supir kakek Yos.


" ini kuncinya pak, jangan lupa titipkan salam kami kepada kakek Yos" Gumam Alina sambil menahan lelah dan lapar.


Terlihat Arsen sudah menunggu Alina dengan wajahnya yang masih sama.


" Cepetan, kamu mau saya tinggalin disini? hah?!! "Arsen sedikit membentak.


Alina kini terlihat hanya menunduk kepada bosnya itu.


Terdengar kini panggilan kepada penumpang sudah dikumandangkan.


Kini Alina dan Arsen sudah berada di dalam pesawat. “ Bagaimana keadaan kamu ?” Tanya Arsen saat melihat wajah Alina yang agak pucat.


“ Saya baik pak” Ucapnya.


“ Baguslah kalau begitu, saya harap malam ini kamu tidak merepotkan saya lagi. “


Alina terlihat hanya diam saat mendengarkan perkataan Arsen, ada setitik rasa sakit di hatinya. Namun semua itu ia kubur dalam-dalam saat mengingat wajah orang tuanya. Kini Alina harus sadar dengan keadaan dirinya saat ini yang hanyalah butiran debu di depan suami kontraknya itu. Jika ia tidak taat kepada Arsen maka nyawa keluarganya adalah taruhannya.


Kini Arsen dan Alina sudah berada di bandara Soekarno jakarta. Terlihat Alina sibuk dengan semua koper namun Arsen terlihat hanya santai saja dengan ponselnya.


“ Sudah semua?” Tanyanya saat Alina sudah berada di depannya.


“Sudah pak.” Jawabnya.


“ Saya tidak mau ada yang ketinggalan, pastikan semunya beres. Saya mau pakaian saya semua di antar kelondry tempat biasa, habis itu kamu rapikan apartement. Saya ada pertemuan dengan teman saya. Nanti kita ketemu di hotel XX untuk meeting. “ Jelas Arsen dengan wajah arogannya.


“ Baik pak.” Terlihat Alina sedikit bahagia karena akan ditinggalkan oleh Arsen.


Kini Alina dan Arsen berpisah di bandara itu. Arsen pergi dengan taxi sedangkan alina ikut dengan Ezra karena mereka akan mengatur meeting malam ini. Setelah beberapa saat Alina telah tiba di apartemen. “ Kamu sudah paham kan dengan apa yang diminta Arsen, saya tidak mau kalau nanti dia marah kepada saya. Ingat ya, dia ingin wanita yang berkelas malam ini. Berapapun bayarannya jangan di tolak.” Ucap Alina.


“ Oke baik” Jawab Ezra asisten pribadi Arsen.

__ADS_1


Alina keluar dari mobil itu dan pergi menuju apartemen, sedangkan Ezra pergi menjalankan tugas yang telah diberikan Arsen. “ hufttttt................. akhirnya sampai juga .” Ucap Alina saat menjatuhkan dirinya diatas sofa. Terlihat kini jam sudah menunjukkan pukul satu siang, terdengar perut Alina yang keroncongan. Ia membuka kulkas dan hanya susu dan telur yang ada di dalamnya. Kini Alina berfikir akan memesan makanan online saja.


Tidak menunggu lama makanan online yang dipesannya sudah datang. Alina menikmati makanannya dengan lahap, mengingat tadi pagi ia makan hanya sedikit dan tidak tenang. Ia menghabiskan dua porsi makanan sekaligus.


“ Huffftttt kenyang banget gue, gue butuh asupan gizi lebih sih ini. Karena untuk berpura-pura bahagia itu, perlu tenaga lebih juga” Ucap Alina sambil mengelus-elus perutnya yang sudah kenyang. Tidak lupa Alina mengonsumsi obat untuk demamnya sekaligus vitamin agar nanti malam ia bekerja secara maksimal.


Tidak menunggu waktu lama, Alina kini sudah terlelap di atas sofa. Terlihat tubuhnya sangat kelelahan dan sangat membutuhkan asupan istirahat yang banyak. Kini waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, namun Alina masih terlelap dalam tidurnya.


Di belahan dunia lain, terlihat Arsen menunggu seseorang sambil memegang benda pipih milikinya itu.


“ Hello, dimana dia.” Arsen bertanya kepada asisten pribadinya lewat ponsel, yang tadi siang mengantar Alina pulang.


“ Tadi saya mengantarnya sampai ke apartemen bos.” Jawan Ezra melalui seluler miliknya.


Terlihat Arsen mematikan ponsel dengan wajah yang kesal.” Bagaimana bisa, sampai saat ini ponselnya tidak bisa dihubungi.” Arsen terlihat sangat kesal sekaligus was-was, karena ia sadar bahwa Alina dalam keadaan yang kurang fit.


Tidak menunggu lama Ezra kini sudah sampai di lobby hotel XX untuk menemui bosnya. “ Bos, ada yang bisa saya bantu?”


“ Kamu persiapkan berkas meeting ya, saya akan menghubungi klien kita.”


Setelah semua siap Ezra kini kembali untuk menemui bosnya itu “Semua sudah siap pak” Tegasnya.


“ Baik, saya akan masuk sebentar lagi. Klien yang kita tunggu juga akan segera tiba.”


Terlihat Arsen terburu-buru memasuki hotel itu dan diikuti oleh asistennya dari belakang. “ Ohhh iya pak, wanita yang dipesan oleh bapak sudah saya siapkan.” Ujar Ezra.


“ Bagus, saya tidak mau klien kita kecewa malam ini.”


Terlihat malam ini Arsen memimpin rapat dengan sangat baik, ia memaparkan semuanya dengan sempurna. Seperti itulah Arsen, ia sangat profesional jika dalam bekerja. Walaupun hari ini sangat melelahkan ia tetap bertanggung jawab dalam menjalankan proyek besar yang sedang ia kerjakan.


Arsen melirik ke arah jam dinding yang kini sudah menunjukkan pukul delapan malam, namun istri bayarannya itu belum juga datang.


“ Demikianlah diskusi malam ini saya sampaikan kepada tuan semua, semoga kalian dapat memahaminya dengan sempurna. Disini saya juga sudah memesan beberapa kamar untuk kalian, dan sesuai dengan permintaan kalian semua saya sudah menyiapkan pelayanan yang terbaik dari kota ini.” Ucap Arsen saat mengakhiri meeting yang di pimpin olehnya.

__ADS_1


Terlihat satu persatu peserta kini keluar dari ruangan meeting, ada beberapa yang langsung pergi ke kamar untuk menikmati fasilitas yang telah disediakan dan juga ada yang berbincang dengan Arsen.


Setelah Arsen selesai dengan semua kliennya ia langsung mencari asisten pribadinya itu.


“ Ezra, kamu sudah menghubungi Alina?” Tanya Arsen saat menemukan Ezra sedang duduk di taman hotel.


“ Sudah bos, katanya dia ketiduran dan akan segera tiba disini. “ Jelasnya.


“ Ohhhhhhh....” Terbesit rasa syukur di dalam hati Arsen karna mendapat kabar bahwa Alina akan datang ke hotel itu.


Tidak menunggu lama Allina muncul di lobby hotel. Matanya kini sedang mencari seseorang yang sangat ia takuti, tidak lain adalah Arsen.


Kini Arsen berada tepat didepan Alina. “Baguss...” Terlihat Arsen sedang mencoba untuk menghakimi Alina sambil menepuk tangan. “ Disini yang menjadi bos siapa ya, saya atau kamu ?” Tanya Arsen sambil mendekatkan wajahnya kepada wajah Alina.


“ Maaf pak, tadi saya sangat kelelahan dan tertidur.” Jawab Alina dengan suara yang agak gemetar.


“Ohhhh, sudah berani ya sekarang. “


“Maafkan saya pak....” Lirih alina yang semakin takut.


Namun Arsen tidak menanggapi kata maaf dari istri mungilnya itu, ia pergi menemui asistennya.


“Ezra, kamu sudah siapkan yang terbaik untuk saya bukan?”


“Sudah bos.. mari saya antar” Jawabnya.


Didalam kamar terlihat seorang wanita dengan pakaian yang sangat minim.wanita itu hanya menggunakan lingerie yang menutup bagian intinya saja. Terlihat Alina tercengang dengan wanita itu yang mencoba mendekati Arsen.


“ Ezra, kamu boleh pergi dan tinggalkan kami disini.” Ucap Arsen.


“ Lalu, bagaimana dengan saya pak?” Tanya Alina.


TBC.

__ADS_1


guys jangan lupa tinggalkan jejak yaa😘😘😘


__ADS_2