Alina Sekretaris Mungil

Alina Sekretaris Mungil
Bab 22


__ADS_3

Selamat membaca ❤️❤️❤️


.


Arsen kini kembali ke kursi kebesarannya. Alina terlihat hanya terdiam saja. Ia merasa didalam posisi yang tidak aman sekarang.


Terlihat Kakek Yos sudah berada di parkiran. Ia ingin menemui cucunya dan juga cucu mantunya. Sejak mereka berdua pergi sore itu, Yos belum bisa bertemu kembali.


" Ehemmmmm... " Kakek Yos memecahkan suasana menegangkan diantara mereka berdua.


"Kakek.." Alina terkejut dengan kedatangan kakek Yos dibalik pintu ruangan Arsen.


"Kenapa kakek tidak kasih tau dulu kalau mau datang" Ujar Arsen.


"Emang kalau mau datang harus ijin dulu ??? " Jawab Yos.


"Kan bisa Arsen jemput. Ini kita udah selesai kek, mau pulang.." Jawab Arsen santai.


"Ahhhhhh ... tidak perlu kakek bisa datang sendiri. Toh juga ada supir." Ujar kakek Yos.


"Kakek udah makan siang?? " Ucap Arsen.


"Belum. Kita makan di sini saja ya, Alina tolong pesankan makanan dari luar saja." Ujar Yos.


"Baik kek" Alina mengambil ponselnya untuk menghubungi OB yang akan mengantarkan makanan untuk mereka.


"Jadi bagaimana rencana kalian setelah ini" Tanya kakek Yos.


"Arsen berfikir untuk mengurus perusahaan kakek yang di Pekanbaru. Perusahaan Arsen yang disini akan diurus Alina." Jawab Arsen.


" Jadi kalian berencana untuk melakukan hubungan jarak jauh?? seperti itu? " Yos.


" Mungkin seperti itu kek, toh juga kita belum ingin memiliki anak" Jawab Alina.


"Tapi kalian tidak boleh berlama-lama seperti itu, tidak baik untuk pernikahan." Yos.


"Nanti akan kami atur kek, jangan terlalu khawatir dengan itu. "Jawab Arsen. Sedangkan Alina hanya mendengarkan pembicaraan mereka.


"Yasudah semua kakek serahkan kepada kalian. Lalu bagaimana dengan acara liburan. Kalian tidak boleh melewatkan kesempatan ini. Anggap lah ini hadiah pernikahan yang kakek berikan." Ucapnya lagi.


"Ia Kakek, besok kita berangkat ya.. . Kita singgah dulu di rumah Kakek. Lalu kita liburan." Tegas Arsen.

__ADS_1


tokkkk tokkkk


Makanan yang dipesan Alina sudah sampai. Terlihat Alina sedang menata makanan di meja. Ada banyak sekali macam makanan yang Alina pesan.


"Ayo kek, silahkan " Alina menyendok nasi ke piring milik kakek Yos. Setelah itu ia juga menyiap makanan untuk suami kontraknya itu. Mereka bertiga terlihat menikmati makan siang mereka.


***


Di apartemen milik Arsen terlihat sudah barang-barang Alina berada di kamar utama. Arsen sengaja menyuruh orang untuk mengantarkannya.


"Kok semua barang saya sudah ada disini" Ucapnya setelah melihat barang miliknya.


"Ia saya sudah suruh orang, besok kita akan mengantarkan kakek. Jadi tidak akan sempat untuk mengambilnya ke rumah orangtuamu."


Alina membuka koper dan mulai menyusun pakaiannya ke dalam lemari yang sudah dikosongkan Arsen.


Mereka berdua terlihat sibuk merapikan pakaian mereka masing-masing. Arsen sibuk mengosongkan lemari, sedangkan Alina menyusun pakaiannya ke tempat yang sudah kosong.


"Al, ini akan menjadi kamar kamu, Saya dan Desy akan jarang menginap disini. Kemungkinan Desy akan ikut bersamaku ke Pekanbaru."Ujar Arsen.


"Kenapa nggak sekaligus belikan dia apartemen baru. Disini Bapak memiliki banyak apartemen yang disewakan kan??? kosongkan salah satunya dan suruh dia pindah kesana. Aku tidak ingin berbagi rumah dengan dia." Ujar Alina sambil terus menyusun pakaiannya.


"Sayang bapak bilang? Bukan kah kalau menikmati wanita harus memiliki modal ya? kok sekarang kelihatannya ngga bermodal?" Ujar Alina.


"Kamu harusnya mengerti Al, kan kamu tau aku akan membangun perusahaan kakek Yos di Pekanbaru. Kemungkinan aku harus berhemat" Jawab Arsen.


"Ya sudah, kalau begitu lupakan saja sugar babymu itu." Jawab Alina.


" Kamu mau, kujadikan pelampiasan nafsuku? haaaa? Aku gini itu karena ingin melindungi kamu jugak kan? Demi kebaikan bersama." Ujar Arsen.


Deg ...Jantung Alina berdetak tak karuan saat Arsen membentak. Ia kini terdiam tak melanjutkan aktivitasnya.


Alina memilih untuk melepaskan lelahnya dengan mandi. Ia meninggalkan Arsen sendiri yang duduk di tepi ranjang bersama tumpukan pakaiannya.


Alina begitu menikmati bau aroma terapi yang ia tuangkan ke bak mandinya. Sedangkan Arsen keluar kamar dan menemui Desy yang sedang menonton film di kamarnya.


"Des..." Arsen kini memeluk pinggang wanitanya dan meletakkan kepalanya di paha Desy.


"Sayang kamu kenapa kesini? sudah selesai beberesnya?" Ucap Desi sambil memijit kepala Arsen. Arsen sangat suka saat dimanja oleh Desy. Ia tidak memiliki tempat bermanja ria selain Desy.


Desy kini sudah mencoba mencium kening Arsen yang akhirnya jatuh ke mulutnya.

__ADS_1


Mereka berdua kini sudah saling bertukar saliva. Desy sangatlah pandai menggoda Arsen. Arsen begitu menikmati perlakuan Desy.


Tanpa mereka sadari pintu kamar tidak terlalu rapat.


Alina yang sudah selesai dengan ritual mandinya tidak menemukan Arsen di tempatnya semula. Arsen meninggalkan pakaiannya yang masih berantakan.


Alina mencoba mencari keberadaan Arsen. Ia tidak mau kamarnya terlihat berantakan. Saat berjalan di depan pintu kamar Desy, Ali a mendengar suara *******.Ia mencoba sedikit mundur dan melihat mereka sedang melakukan hubungan.


"Ahhhhh sial... kenapa mereka tidak menguncinya?" Alina kesal saat melihat suami kontrak itu sangat menikmati tubuh wanita lain. "Wajar saja Arsen begitu menggilainya, ia begitu pandai memuaskannya. Ia juga terlihat begitu sexy dan cantik. Beda dengan gue yang pendek dan kecil." Alina berbicara dengan dirinya sendiri.


Alina meninggalkan pintu itu dan berjalan mencari keberadaan dapur.


"Wow ... keren banget.." Ujar Alina saat menemukan dapur milik Arsen. Seumur hidupnya Alina belum pernah menemukan apartemen semewah dan seluas ini.


"Pantas saja Desy sangat menikmati Arsen. Jika dilihat, Arsen adalah laki-laki yang tampan. Hanya saja ia sangat dingin." Ujarnya sambil duduk di sebuah kursi di meja makan.


Tidak sampai disitu Alina juga membuka kulkas mewah milik Arsen. Namun disana hanya ada telur dan juga mi instan, selain itu semua minuman beralkohol dan bersoda.


"Pantas saja wajahnya terlihat tua, ia tidak memakan makanan sehat, kalau tidak dibantu skincare mungkin wajahnya sudah kering."Gumam Alina.


Setelah selesai berkeliling Alina kembali ke kamarnya. Terlihat kamar milik Desy sudah tertutup rapat. " Mungkin mereka sudah kelelahan dan tertidur." Ucap Alina.


Didalam kamarnya Arsen terlihat begitu kelelahan dan menunjukkan wajah kesal.


"Kenapa kesal begitu?" tanya Alina.


" Nggak papa!!!" Jawab Arsen sambil mengambil handuk miliknya dan berjalan menuju kamar mandi.


"Ehh kok gitu, bukannya baru celup-celup." Alina bertanya kepada dirinya.


***


Waktu kini sudah menunjukan pukul empat sore. Arsen masih terlihat menikmati guyuran air hangat di kamar mandi."


Terlihat Alina sedang merapikan pakaian milik Arsen. Setelah selesai Arsen belum juga keluar.


" Pak Arsen...." Alina memanggil, namun tidak ada sahutan sama sekali. Ternyata Arsen sedang berendam dan menikmati sebatang rokok.


Fikirannya kini sedang sangat kacau dan menggangu aktifitasnya dengan Desy tadi. Ia meninggalkan Desy begitu saja padahal ia belum mencapai puncaknya. Di hatinya ia masih tidak rela menyerahkan perusahaan kepada Alina.


TBC

__ADS_1


__ADS_2