
Cesar Ferdinand nampak gusar duduk di singgasananya. Sebagai tetua utama, ia merasa klan Vampire dalam bahaya. Keberhasilan Darren menemukan relik kuno ditambah dengan Nirwana yang kini ada bersamanya membuat posisinya terancam.
Nirwana, sebagai penguasa relik memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk mengganti posisi tetua yang telah ribuan tahun dipegang. Keputusannya melenyapkan lima tetua sebelumnya berakhir dengan menghilangnya relik kuno, bagian terpenting dalam kekuasaan bangsa vampir. Andai waktu bisa berputar kembali Cesar tidak akan gegabah dan bertindak buru-buru.
Seharusnya ia bisa memprediksi jika Constantin ketujuh akan menyembunyikan relik kuno darinya. Relik kuno itu adalah hasil mahakarya leluhur mereka yang diwariskan langsung pada tetua pilihan. Tetua yang memiliki darah penyihir. Constantine ketujuh adalah vampir penyihir terhebat yang ada selama ribuan tahun.
Relik kuno itu kini ada dihadapannya, terjaga dengan kekuatan supernatural milik lima tetua yang tersisa. Ia benar-benar putus asa, tak ada satupun vampir yang bisa menyentuh relik itu. Termasuk dirinya. Cezar yang memiliki kekuatan terkuat di antara tetua lain harus rela mendapatkan luka bakar di tangan dan beberapa bagian tubuh saat nekat menyentuh relik.
Mereka hanya bisa menjaga relik tanpa bisa menyentuhnya. Cezar menatap lekat relik yang terus berputar dan mengambang diatas meja batu berselimut energi tak kasat mata.
"Apakah tak ada satupun dari kalian yang berguna?!" suaranya menggelegar memecah keheningan, membuat ciut nyali atase vampir yang hadir dan juga tetua lainnya.
"Constantine, apa yang telah kau lakukan pada benda ini. Kau dan yang lainnya adalah pengkhianat klan!"
Cezar mengingat masa dimana ia mengatur siasat untuk menguasai relik itu. Ia menghasut tetua utama lama untuk memusuhi Constantin, membuat fakta palsu untuk melenyapkan Constantin dan mengusir keturunannya. Semua itu didasari pada ramalan akan datangnya pemimpin klan dari generasi baru. Generasi yang tak terduga dengan kekuatan terhebat.
Cezar yang memang tak suka dengan menantu Constantin yang berasal dari bangsa manusia akhirnya bekerjasama dengan klan lain untuk melenyapkan semua kemungkinan yang bisa mewujudkan ramalan itu. Ramalan yang jelas merujuk pada Darren Constantin.
__ADS_1
Utusan yang dikirim Cesar datang menemuinya, ia membawa kabar tentang Darren.
"Apa kau menemuinya langsung?" tanya Cezar datar.
"Ya tuan!"
"Gadis itu bersamanya?"
"Saya tidak menemukannya tuan tapi saya yakin wanita yang terlihat keluar dari ruangan adalah nona Nirwana."
"Apalagi jika bukan kedudukan sebagai pemimpin klan?!" Rachel bersuara, ia memasuki ruangan dengan angkuhnya.
Sebagai istri dari putra tertuanya, Rachel memang berandil besar dalam pengambilan keputusan Cesar. Dialah pembisik setia yang dengan licik merencanakan segalanya untuk menggagalkan usaha Darren sebagai pemimpin klan.
Rachel berambisi menjadi Ratu vampir, itu sebabnya ia rela meninggalkan Darren dan membiarkan vampir tampan itu terpuruk dalam luka. Rachel lebih memilih bersama Ryan, vampir murni dari keluarga Vasile, klan terkuat dibawah pimpinan Cezar Ferdinand.
Rachel berdiri dihadapan Cezar, "Aku dengar dia bersama wanita itu akan datang ke pertemuan umum di Bukares?"
__ADS_1
Cezar menaikkan kepalanya sedikit dengan wajah angkuh dan sombong, ia memperhatikan perkataan menantunya itu.
"Darren akan menjadikan dirinya sebagai ketua klan. Kita harus mencegahnya Cezar, tak pernah tertulis dalam sejarah jika pemimpin kita adalah vampir campuran."
Rachel dengan berapi-api menjelaskan rencananya untuk menjegal Darren menjadi pemimpin. Termasuk upaya penculikan Nirwana dari tangan Darren. Nirwana adalah kunci Darren untuk menjadi pemimpin. Rachel juga merencanakan pembunuhan Nirwana setelah memalukan keluarga Constantin dalam pertemuan umum nanti.
"Tak ada lagi vampir campuran yang berkuasa atas kemurnian kita! Darren dan juga wanitanya harus dibunuh!" ucapnya tegas memprovokasi atase lain.
Suara gumaman para atase terdengar menggema di ruangan, Cezar memperhatikan satu persatu para atase yang menyetujui rencana Rachel. Ia menoleh ke arah Ryan yang juga mengembangkan senyum simpul. Ryan, putranya sudah tak tahan lagi ingin segera ditasbihkan sebagai pemimpin klan.
"Jadi, apa kita sepakat?!" Rachel bertanya sekali lagi pada para utusan klan dan juga tetua lain.
Cezar jelas menyetujuinya karena dia yang mengijinkan rencana Rachel untuk pertama kalinya. Melihat anggukan yang seragam dari para utusan, membuat hati Cezar sedikit terobati. Kekesalannya terganti dengan harapan kemenangan. Rachel mengembangkan senyum iblis, ia menoleh ke arah suaminya Ryan, yang mengangguk samar padanya.
Ambisi mereka menguasai klan vampire dan bersiap menebarkan teror pada manusia perlahan tapi pasti akan terwujud. Mereka hanya perlu menunggu bulan darah, waktu sakral bagi kaum vampire. Mereka tak tahu jika bulan darah adalah waktu yang tepat pula bagi Nirwana untuk mendapatkan kekuatannya.
Ada variabel lain yang tak diperhitungkan Rachel dan juga Cezar. Faktor yang nantinya akan membuat mereka semua yang terlibat menyesali tindakannya.
__ADS_1