
Darren, Nirwana dan keempat keluarga klan vampir bersiap menghadapi delapan Strigoi dan juga pasukan vampir keluarga Vasile yang mengepung. Darren memasang badan untuk Nirwana.
"Berdirilah di belakangku sayang!"
"Darren, aku akui kau memiliki kekuatan untuk melindungimu dan aku percaya kau mampu melakukannya. Tapi setidaknya beri aku senjata juga!" pinta Nirwana sedikit kesal. Ia merasa tak berguna ditengah situasi menegangkan.
"Tidak, kau bisa terluka sayang dan aku tak mau kau tergores sedikitpun." tolak Darren tegas.
"Darren, aku tetap akan terluka tanpa pertahanan apa pun!"
"Kau tak tahu cara memakai pedang sayang, bagaimana jika tangan halus mu tergores tanpa sengaja?" pertanyaan Darren yang terlalu melindungi membuat Nirwana kesal.
"Aku bukan anak kecil, Darren!" ia menoleh ke arah Lynch, "Berikan pedangmu padaku Lynch!"
"Apa? Tapi …," Lynch bingung dan menatap Darren.
"Berikan atau kau, ku lempar jauh ke atas sana!" ancam Nirwana pada Lynch, vampir tampan berambut pirang itu kembali menatap ke arah Darren yang akhirnya mengijinkan.
"Kau adalah wanita paling menyebalkan yang pernah aku kenal sayang!" gerutu Darren.
__ADS_1
"Tapi kau mencintaiku bukan?"
"Hhm, itu pilihan terpaksa!" Darren menyeringai jenaka.
"Darren!" protes Nirwana tak didengar Darren lagi, kini para vampir dari klan Vasile sudah menyerang dan Darren cukup sibuk meladeni dua vampir sekaligus.
Pasukan vampir dari keluarga Vasile benar-benar kejam dan sadis. Tanpa ampun mereka membunuh siapa saja yang menjadi lawannya. Kecepatan dan kelihaian mereka bermain pedang pun tidak main-main. Hanya dalam sekejap puluhan vampir dari keluarga pendukung Nirwana mati, sebagian ada yang menjadi abu, sebagian tewas dengan kepala terpenggal.
Keluarga Vasile telah merencanakan penyerangan besar pada malam puncak bulan darah. Selain bertujuan ingin menguasai relik, mereka juga menginginkan Ryan sebagai pemimpin baru mengisi kekosongan yang dulu dipegang Edward Constantin, ayah Darren.
Klan Vasile adalah klan penguasa pertama yang memiliki pendukung hampir di seluruh dunia. Mereka bersembunyi dalam identitas berbeda dan bertekad kembali menguasai dunia. Serangan di pertemuan umum telah direncanakan matang jauh sebelum berita relik ditemukan. Kejadian langka yang hanya terjadi 195 tahun sekali ini tak disia siakan Cezar.
Begitu juga dengan Nirwana meski dirinya manusia tapi ia ditakdirkan menjadi pemilik relik kuno, saat Super Blood Moon mencapai titik tertinggi saat itulah kekuatan supranatural yang hanya dimiliki kaum vampir diturunkan padanya. Pemilik relik adalah pemimpin para tetua. Nirwana cukup istimewa karena memiliki darah campuran yang diwariskan dari sang ibu.
Ibunda Nirwana, Sari Annelise Van Barend sempat terlibat perseteruan dengan dua immortal kakak beradik, Airlangga dan Lingga. Dua immortal yang bertingkah layaknya vampir. Airlangga menanamkan racun vampir di tubuh Sari. Hampir saja ibunda Nirwana itu menjadi makhluk penghisap darah jika saja Lingga tidak memberinya penawar. Sayangnya racun vampir itu ternyata membuat ibunda Nirwana menjadi Immortal.
Mustika penyihir yang dipinjamkan Pandji akhirnya mengakhiri kutukan immortal yang harus diterima Sari. Kutukannya memang bisa diatasi tapi takdir lain telah mengikat Sari dan keturunannya.
Ramalan kaum vampir penyihir menyebutkan seorang gadis dari kalangan manusia akan datang mengguncangkan dunia vampir. Gadis yang akan didampingi seorang vampir campuran, keduanya akan menjadi pemimpin klan vampir baru yang akan membawa kembali pada kejayaan bangsa Vampire.
__ADS_1
Apa yang terjadi pada Nirwana sungguh diluar prediksi Cezar. Ia tak menyangka jika Nirwana akan memiliki kekuatan luar biasa. Dirinya salah menilai Nirwana. Ambisinya telah mengaburkan kenyataan. Ia lupa jika relik kuno telah diubah fungsi oleh penciptanya. Cesar melewatkan hal kecil tentang ramalan.
Nirwana memainkan pedangnya dengan baik. Ia berhasil mengatasi serangan kaum vampir yang cepat dan nyaris tak terlihat mata biasa. Mata tak biasanya bekerja sempurna setelah mendapat kekuatan dari Super Blood Moon. Tubuh Nirwana meliuk dengan indah bak penari pedang, menghunus, menusuk dan memenggal kepala vampir lawan yang mencoba mendekat.
Kepiawaian Nirwana tak lepas dari sesi latihan yang terus dilakukannya semasa ia berada di Indonesia. Nirwana memang tidak diperkenankan melatih kemampuan supranatural oleh ibundanya, sebagai gantinya kedua orang tua Nirwana memberi latihan ilmu bela diri warisan leluhur.
Darren dibuat takjub dengan kemampuan istrinya. Sesekali ia melindungi Nirwana dan tak jarang pula Nirwana melindunginya.
"Lumayan juga Mrs. Darren!" bisik Darren pada Nirwana saat jeda pertarungan.
"Terimakasih Mr. Darren." balas Nirwana dengan senyuman senang.
Mereka berdiri saling memunggungi, "Mengapa Strigoi itu belum juga menyerang? Ini aneh, aku takut ada jebakan lain disini!" ujar Nirwana sambil terus mengamati dengan kewaspadaan penuh pada kaum mayat hidup dengan dua jantung itu.
"Aku juga berpikir demikian, Strigoi biasanya akan langsung menyerang manusia hanya dengan mencium bau darahnya saja." sahut Darren setuju.
Nirwana dan Darren mengawasi pergerakan Strigoi yang sesekali menerkam dan mencabik vampir yang ada didekatnya.
"Bagaimana cara membunuh Strigoi sayang?" tanya Nirwana pada Darren yang kembali sibuk menangkis serangan vampir.
__ADS_1
"Sama seperti bangsa kami tentu saja, kelemahannya ada pada jantung. Masalahnya jantung Strigoi ada dua jika kau hanya mengambilnya satu dia tetap akan hidup."